Kamis, 11 April 2013

KISAH PERJALANAN UMROH + CITY TOUR KE HONGKONG ( PART 2 )

KISAH PERJALANAN UMROH +

CITY TOUR KE HONGKONG

( 06 MARET 2013 – 15 MARET 2015 )

( PART 2 )


KAMIS, 07 MARET 2013

HONGKONG – JEDDAH – MADINAH

Setelah menunggu kurang lebih 2 jam di bandara Chek Lap Kok, Hongkong, kami berangkat menuju Jeddah melalui perjalanan udara. Kami menaiki pesawat Cathay Pacific CX 745. Kami berangkat pukul 01.15 dini hari waktu Hongkong. Setelah selama kurang lebih 6 jam perjalanan, pesawat kami mendarat di Dubai sekitar pukul 07.00 pagi waktu Dubai, untuk sekedar transit. Setelah kurang lebih 1 jam di bandara Dubai, kami melanjutkan perjalanan udara kembali menuju Jeddah.
Perjalanan dari Dubai ke Jeddah ditempuh selama kurang lebih 2 jam lewat perjalanan udara. Alhamdulilah kami mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah pukul 10.15 waktu Jeddah dengan lancar. Bandara King Abdul Aziz , Jeddah sangat berbeda dengan Bandara di Hongkong. Begitu turun dari pesawat kami dijemput bis bandara untuk menuju ke bandara King Abdul Aziz. Kira-kira perjalanan ditempuh selama kurang lebih 5 menit. Cuaca panas mulai terasa di Jeddah ini.


Bandara King Abdul Aziz, Jeddah

Setelah melalui proses imigrasi di Bandara King Abdul Aziz, kami melanjutkan perjalanan menuju ke Kota Madinah melalui perjalanan darat. Kita menggunakan bus pariwisata yang ber AC, sehingga cuaca panas diluar tidak terasa. Sepanjang perjalanan menuju Kota Madinah, sejauh mata memandang , kanan-kiri kami hanya hamparan gunung-gunung bebatuan yang tandus. Kami juga melihat beberapa onta yang berada di hamparan gunung batu tersebut. Sangat terasa sekali nuansa Timur Tengahnya.. Sepanjang perjalanan menuju Madinah kami perbanyak membaca sholawat nabi, karena kami akan mengunjungi kota Nabi Muhammad SAW, rasanya sudah tidak sabar untuk menuju Kota Madinah.
Yang membuat hati saya bergetar adalah, sepanjang jalan gunung-gunung bebatuan itu, setiap jarak kurang lebih beberapa meter ada semacam rambu-rambu yang bertuliskan SUBHANALLAH dalam tulisan arab. Trus selang beberapa meter lagi ada lagi rambu yang bertuliskan ALLAHU AKBAR, begitu seterusnya. Subhanallah........tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata indahnya perjalanan ini. Terima kasih ya Allah saya bisa menikmati perjalanan yang indah ini. 


Perjalanan Menuju Madinah

Ditengah-tengah perjalanan , bus kami berhenti disuatu tempat untuk istirahat beberapa saat. Memberi kesempatan untuk yang pergi ke toilet, membeli makanan & minuman dsb. Cuaca masih terasa sangat panas dan terik. Lalu kami melanjutkan perjalanan kembali. Perjalanan darat dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah menuju Madinah ditempuh selama kurang lebih 5 jam.
Akhirnya tiba juga kami di Kota Madinah al Munawwaroh sekitar jam 5 sore waktu Madinah. Alhamdulilah....perjalanannya sangat lancar. Kami langsung check-in di hotel. Kami menginap di Hotel Durrat Al Andalus. Hanya berjarak sekitar kurang lebih 100 meter dari Masjid Nabawi. Setelah pembagian kunci kamar kami langsung menuju kamar hotel. Kami mendapat kamar di lantai 8. Tepatnya di kamar nomor 817. Kami menempati ruangan kamar yang berisi 4 orang. Sengaja kami memilih yang sekamar 4 orang. Agar kita punya teman berbagi dan tidak tertinggal informasi pastinya. Kami berdua sekamar dengan pasangan suami istri dari Jombang. Beliau adalah Pak Achmad Fanani & Mbak Maisarah. Mereka berdua adalah dosen di UNIPDU Jombang. Mereka berdua seumuran dengan kami dan ternyata mereka pasangan pengantin baru lho....hehehe. Ya...mereka berdua sangat baik sekali. Kami bersyukur sekali mendapat temen sekamar yang baik dan pengertian. Sehingga kita bisa menjalani ibadah dengan nyaman, tenang dan lebih khusyuk tentunya. Apalagi Pak Fanani sudah pernah menjalankan ibadah haji, sehingga kami sering sekali mendapat nasehat dan share dengan beliau. Alhamdulilah banget. Ini bener-bener kebetulan yang bukan kebetulan deh. Maksudnya pasti semua ini atas seijin Allah , kami dipertemukan dengan orang yang baik pula.

Bersama teman sekamar, Bp. Fanani & Mb. Maisarah

Di depan Hotel Durrat Al Andalus, Madinah

Di depan Hotel Durat Al- Andalus, Madinah

Di depan Hotel Durrat Al- Andalus, Madinah


Masjid Nabawi, Madinah
Setelah membersihkan diri dan istirahat sejenak di hotel, kami berbondong-bondong menuju Masjid Nabawi untuk menunaikan ibadah sholat maghrib berjamaah. Subhanalllah....suara adzan yang berkumandang sangat indah dan merdu sekali. Benar-benar menggetarkan hati bagi siapapun yang mendengarnya. Kami bersama beribu-ribu jamaah dari berbagai belahan dunia berbondong-bondong menuju masjid , benar-benar pemandangan yang membuat hati tenang dan damai. Sejak keluar hotel sampai masuk ke pelataran masjid , di kanan – kiri kami banyak sekali pedagang yang berjualan berbagai macam barang. Ada kerudung, tasbih, baju muslim, tas , perhiasan dan masih banyak lagi deh, seperti pasar gitu lah. Tapi yang luar biasa adalah walaupun sedang berjualan, ketika mendengar adzan berkumandang, semua aktivitas jual – beli langsung berhenti dan semuanya langsung berbondong menuju masjid dengan barang dagangan yang masih ada di sepanjang jalan , tidak di beresin terlebih dahulu. Subhanalalh...sama sekali para penjual-penjual itu gak khawatir barang dagangannya hilang atau dicuri.. Subhanallah.
Saat pertama kali memasuki Masjid Nabawi, Madinah ini...... hati terasa tenang dan damai. Tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata rasanya. Saya merasa bersyukur ya Allah bisa diberi kesempatan untuk sholat di Masjid Nabawi ini yang konon bila sholat disana pahalanya berlipat 1.000 kali lipat. Masya Allah..... .Keutamaannya dinyatakan oleh Nabi saw., sebagaimana diterima dari Jabir ra. (yang artinya):
"Satu kali shalat di masjidku ini, lebih besar pahalanya dari seribu kali salat di masjid yang lain, kecuali di Masjidil Haram. Dan satu kali salat di Masjidil Haram lebih utama dari seratus ribu kali salat di masjid lainnya." (Riwayat Ahmad, dengan sanad yang sah)
Masjid Nabawi, adalah salah satu masjid terpenting yang terdapat di Kota Madinah, Arab Saudi karena dibangun oleh Nabi Muhammad SAW dan menjadi tempat makam beliau dan para sahabatnya. Masjid ini merupakan salah satu masjid yang utama bagi umat muslim setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjidil Aqsa di Yerusalem. Masjid ini juga merupakan Masjid terbesar ke-2 di dunia, setelah Masjidil Haram di Mekkah. 

Kubah Di Masjid Nabawi yang bisa terbuka otomatis

Payung-Payung Di Masjid Nabawi yang akan terbuka otomatis

Masjid Nabawi, Madinah

Masjid Nabawi, Madinah

Salah Satu Pintu di Masjid Nabawi, Madinah

Di dalam Masjid Nabawi, Madinah

Di Dalam Masjid Nabawi, Madinah

Setelah sholat maghrib berjamaah, kami beserta rombongan berkumpul untuk selanjutnya berziarah ke Makam Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar as Shiddiq, Umar bin Khattab lalu ke makam Baqi'. Lokasi makam Nabi Muhammad SAW masih dalam area Masjid Nabawi. Kami berkumpul di depan pintu 25. Setelah kumpul semua, kami berjalan menyusuri Masjid Nabawi menuju makam Nabi yang berada dibawah kubah masjid yang berwarna hijau. Ya Allah...saat berdoa didepan makam nabi , tak terasa air mata saya terjatuh begitu saja. Ada getaran hebat yang saya rasakan. Bayangkan saja, saat itu saya benar-benar berada didepan makam Nabi Muhammad SAW dan para sahabat Nabi. Rasa bersyukur saya tiada henti-hentinya kepada Allah SWT yang meridhoi saya berada di tempat suci ini. 


Makam Nabi Muhammad SAW berada tepat dibawah Kubah Hijau

Setelah berziarah ke makam Nabi Muhammad, kami masuk kedalam Masjid lagi untuk Sholat Isya' berjamaah. Di Masjid Nabawi jamaah laki-laki dan perempuan dipisah sehingga penataan sangat tertib. Dan ketika memasuki masjid, ada petugas wanita yang memeriksa tas kita. Alhamdulilah kita boleh masuk. ( karena ternyata ada juga yang tidak boleh masuk lho ). Ada hal baru buat saya saat sholat Isya' di Masjid Nabawi ini. Karena saya melihat banyak sekali ibu-ibu yang sholat dengan membawa bayi dan balita. Sehingga saat sholat berlangsung, banyak bayi dan balita yang menangis bersahut-sahutan karena ibu mereka pada sholat semua. Kan bayi seusia segitu masih lengket dengan ibunya.
Sehabis sholat Isya' , saya sempatkan untuk minum air zam-zam yang berada di dalam area masjid. Penataan galon-galonnya juga rapi dan selalu bersih, karena selalu ada petugas yang mengepel lantainya. Kami bisa minum sepuasnya dan yang penting juga boleh isi ulang kok. Saya membawa botol kosong yang siap untuk diisi ulang. Hehehehe....Wah....Air zam-zam ini luar biasa segarnya. Badan jadi fresh kembali setelah diterpa perjalanan jauh yang panjang dan melelahkan.
Setelah sholat Isya' kami kembali menuju hotel. Wah...sepanjang perjalanan menuju hotel yang hanya berjarak kurang lebih 100 meter itu, kami terkesima dengan para penjual disana deh. Ada yang menjajakan dagangannya dengan melemparkan dagangannya keatas, seperti penjual kerudung yang lokasinya tepat di depan pintu keluar Masjid Nabawi ini. Hehehhe....ada-ada saja. Yaa...lumayanlah bisa cuci mata juga.


Salah satu pedagang di Madinah yang piawai menarik para pembeli
Sesampai di hotel kami langsung menuju ruang makan untuk makan malam. Wah...menu makannnya cocok deh. Abis kebanyakan banyak jamaah Indonesia yang disana, jadi menunya juga Indonesia banget deh. Abis makan malam kita ngopi sebentar trus kembali ke kamar hotel. Eh....setelah itu kami turun lagi kebawah untuk jalan-jalan sebentar sambil menikmati udara malam Kota Madinah ini. Udara malam hari di Kota Madinah ini sangat dingin menusuk tulang lho. Sementara siangnya luamayan panas juga. Jadi harus pandai jaga kesehatan ini.

JUM'AT, 08 MARET 2013
MADINAH
Kami bangun jam 2 malam. Tidur kurang lebih hanya 2 jam saja. Kita langsung bersiap-siap ke Masjid Nabawi untuk sholat tahajud. Dari hotel kami, sayup-sayup terdengar suara adzan yang lagi-lagi merdu dan indah sekali. Sangat memenangkan hati. Saya juga terheran, kok jam segini sudah adzan ya. Kata Pak Fanani teman sekamar kami , memang sebelum adzan Shubuh ada adzan juga , biasanya adzan panggilan untuk sholat malam atau sholat tahajud. Ohhh......!!
Di Masjid Nabawi kami puas-puaskan untuk Ber- i'tikaf, baca Al- Qur'an, sholat tahajud, dan sholat-sholat sunnah lainnya sambil menunggu waktu masuk Shubuh. Suasananya sungguh menenangkan. Rasanya tak ada tempat yang setenang ini sebelumnya yang saya rasakan. Benar-benar lupa semua urusan duniawi. Saya dan Mbak Mai, teman sekamar seya mengambil tempat yang paling depan. Di dalam Masjid Nabawi sudah disediakan Al- Quran untuk dibaca, jadi meskipun nggak bawa Al Qur'an, kita bisa membaca Al Qur'an dari tempat yang sudah disediakan.
Setelah sholat Shubuh, saat kami melewati pelataran Masjid Nabawi, saat itu pula payung-payung besar yang menaungi pelataran masjid terbuka secara otomatis. Saya langsung mengabadikan moment indah itu. WOW......luar biasa. Saya jadi terpana melihat payung-payung besar itu terbuka dengan indahnya.. Saya menikmati moment itu hingga payung – payung tersebut terbuka semuanya. Wah....pelataran masjid jadi terasa adem dengan payung-payung yang menaunginya. Sangat indah.....Masya Allah....

 
Payung-Payung nan indah Masjid Nabawi Madinah

Pelataran Masjid Nabawi, Madinah

Pelataran Masjid Nabawi Madinah


Setelah itu kami menuju hotel untuk makan pagi bersama. Lalu jadwal berikutnya kami serombongan mengikuti ziarah seputar Kota Madinah dengan menggunakan bus ber AC dengan dipandu pembimbing kami.

Masjid Quba, Madinah
Tujuan pertama adalah ke Masjid Quba. Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah SAW pada tahun 1 Hijriyah atau 622 Masehi di Quba, sekitar 5 km di sebelah tenggara kota Madinah. Dalam Al Qur'an disebutkan bahwa masjid Quba adalah mesjid yang dibangun atas dasar takwa ( Surat At – Taubah : 108 ).
Masjid ini memiliki 19 pintu. Dari 19 pintu itu terdapat tiga pintu utama dan 16 pintu. Tiga pintu utama berdaun pintu besar dan ini menjadi tempat masuk para jamaah ke dalam masjid. Dua pintu diperuntukkan untuk masuk para jamaah laki-laki sedangkan satu pintu lainnya sebagai pintu masuk jamaah perempuan. Diseberang ruang utama mesjid, terdapat ruangan yang dijadikan tempat belajar mengajar.
Oh ya, Sebelum berangkat ke Masjid Quba, kami sudah berwudhu dari kamar hotel kami masing-masing. Karena jika kita berhasil sholat di Masjid Quba dengan menjaga wudhu dari tempat kita menginap dan tidak batal wudhunya, maka pahalanya sama dengan melaksanakan satu kali umroh. Dan alhamdulilah saya berhasil menjaga wudhu saya tidak batal , sehingga kami langsung sholat di Masjid Quba. Dalilnya adalah sbb :
“Barangsiapa yang bersuci dari rumahnya kemudian ia datang ke Masjid Quba lalu shalat di dalamnya maka baginya seperti pahala umrah.” (HR. an-Nasai dan Ibnu Majah). 

Masjid Quba, Madinah
Masjid Quba' Madinah

Bersama Pembimbing kami, Bp. KH. Achmad Shofwan

Masjid Quba, Madinah


Masjid Qiblatain & Masjid Sab'ah / Khandaq.
Perjalanan berikutnya adalah Masjid Qiblatain & Masjid Sab'ah / Khandaq. Tetapi kami tidak turun dari bus hanya mampir sebentar saja dan mengambil gambar dari bus , karena waktu yang terbatas sementara masih banyak tempat-tempat yang lain yang harus dikunjungi.
Masjid Qiblatain (artinya: masjid dua kiblat) adalah salah satu masjid terkenal di Madinah Masjid ini mula-mula dikenal dengan nama Masjid Bani Salamah, karena masjid ini dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah. Letaknya di tepi jalan menuju kampus Universitas Madinah di dekat Istana Raja ke jurusan Wadi Aqiq atau di atas sebuah bukit kecil di utara Harrah Wabrah, Madinah.

Masjid Qiblatain, Madinah


Jabal Uhud
Tujuan berikutnya adalah kami mengunjungi Jabal Uhud. Jabal Uhud, adalah tempat terjadinya pertempuran Uhud. Pertempuran Uhud adalah pertempuran yang pecah antara kaum muslimin dan kaum kafir Quraisy pada tanggal 22 Maret 625 M ( 7 Syawal 3 H). Pertempuran ini terjadi kurang lebih setahun lebih seminggu setelah Pertempuran Badr. Tentara Islam berjumlah 700 orang sedangkan tentara kafir berjumlah 3.000 orang. Tentara Islam dipimpin langsung oleh Rasulullah sedangkan tentara kafir dipimpin oleh Abu Sufyan. Disebut Pertempuran Uhud karena terjadi di dekat bukit Uhud yang terletak 4 mil dari Masjid Nabawi dan mempunyai ketinggian 1000 kaki dari permukaan tanah dengan panjang 5 mil.
Saat masuk di Jabal Uhud, disana ada peta tentang jalannya pertempuran Uhud yang dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad. Kami mendengarkan penjelasan dari pembimbing kami tentang pertempuran Uhud melalui peta yang ada di sana. Wow.....luar biasa perjuangan umat Islam waktu itu ya. Para Syuhada – syuhada yang gugur saat pertempuran itu dimakamkan disana juga.

Jabal Uhud, Madinah


Jabal Uhud, Madinah


Jabal Uhud, Madinah


Jabal Uhud, Madinah


Jabal Uhud, Madinah


Kebun dan Pasar Kurma
Perjalanan kami selanjutnya adalah mengunjungi kebun dan pasar kurma. Disana kami boleh menikmati makanan yang ada disana....Halal !! Tapi kalau mau dibawa pulang harus beli lah. Di Kebun kurma juga disediakan minuman yang kita bisa ambil sendiri dan gratis lho. Ada jus kurma dan teh hangat. Wah.....sangat nikmat dinikmati disana. Kami berbelanja beberapa kurma, coklat, dan camilan lainnya untuk oleh-oleh sanak famili di rumah.

Kebun Kurma, Madinah


Kebun Kurma, Madinah


Pasar Kurma, Madinah


Pasar Kurma, Madinah


Pasar Kurma, Madinah


Setelah berkeliling kota Madinah , kita saatnya kembali ke hotel, karena jam sudah mendekati waktu Sholat Dhuhur.. Apalagi, hari itu Hari Jum'at. Jadi kita bisa menunaikan Sholat Jum'at di Masjid Nabawi. Alhamdulilah. Kita kaum perempuan juga sekalian ikut Sholat Jum'at disana. Wah......sholat Jum'at di Masjid Nabawi waktu itu sangat penuh sekali. Tapi Alhamdulilah saya berhasil mendapat tempat di dalam masjid, tidak di pelatarannya. Saya memang usahakan selalu mendapat tempat di dalam masjid. Karena merasa lebih tenang dan damai aja.
Begitulah, hari – hari disana benar-benar saya menfaatkan untuk maksimal beribadah. Shalat Ashar, Sholat Maghrib dan Isya' berjamaah terus di Masjid Nabawi. Kami juga sesekali berkomunikasi dengan jamaah dari negara lain. Kami senang berkenalan dengan umat muslim dari belahan dunia lainnya. Kami mengobrol dari jamaah asal Pakistan, Libya, Malaysia, dan tentunya dengan jamaah asal Madinah sendiri. Rata-rata mereka suka dengan keramahan orang Indonesia lho. Wah...hal ini harus dijaga. 

 
Berpose dengan jamaah asal Libya


Berpose dengan jamaah asal Pakistan

 
Satu hal lagi yang membuat saya takjub adalah, banyak pedagang-pedagang di Madinah ini bisa berbahasa Indonesia. Mereka sangat mahir menawarkan dagangan mereka dengan Bahasa Indonesia. Bahkan tawar menawarpun , mereka juga mahir lho berbahasa Indonesia. Bahkan juga ada beberapa yang menerima pembayaran menggunakan mata uang Indonesia. Rupiah. Wah...salut deh !

( Bersambung ke Part 3 …................... )

Rabu, 10 April 2013

KISAH PERJALANAN UMROH + CITY TOUR KE HONGKONG ( PART 1 )


KISAH PERJALANAN UMROH +

CITY TOUR KE HONGKONG

( 06 MARET 2013 – 15 MARET 2013 )

( Part 1 )

“Satu umrah ke umrah berikutnya menjadi pelebur dosa yang terjadi diantara keduanya. Tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali surga”
(HR. Al-Bukhari)

Menunaikan ibadah Haji dan Umrah tentunya menjadi impian setiap umat muslim. Pergi haji hukumnya wajib bagi setiap umat Islam yang mampu secara fisik dan harta. Dan menunaikan ibadah umrah hukumnya sunnah yang ganjarannya adalah syurga.
Alhamdulilah.....Allahu Akbar !! Puji syukur tiada henti kepada Allah SWT yang telah memberi kesempatan kepada saya dan suami untuk menunaikan ibadah umroh dengan lancar, mudah dan menyenangkan. Tak lupa ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua kami , Bp. H. Kasidi & Ibu Hj. Mursini yang karena doa restu dan ridhonya lah kami bisa menunaikan ibadah umroh ini dengan lancar dan mudah. Semoga Allah Ta'ala mengangkat derajat beliau, memberikan kebarokahan hidup di sisa usia beliau, dan semua yang terbaik untuk beliau berdua. Amien ya robbal alamien.
Perjalanan umroh merupakan pengalaman terindah yang akan terjadi dalam hidup seorang muslim. Tak ada perjalanan dan pengalaman yang lebih indah dari pada mengunjungi ke tanah suci. Kalau sudah dipanggil Allah SWT untuk mengunjungi Baitullah ...rasanya ada saja jalan menuju kesana dengan mudah dan tak disangka-sangka. Subahhanallah... !!
Ada beberapa hal yang kami lakukan untuk mewujudkan mimpi kami ke tanah suci. Beberapa tahun yang lalu saya pernah menulis di “ Dream Book “ saya tentang impian-impian saya yang belum terwujud. Dan ternyata setelah beberapa tahun berjalan saya buka kembali “ Dream Book “ itu. Subhanallah....Allahu Akbar !! Satu persatu impian-impian yang pernah saya tulis di sana sudah saya capai. Bersyukur....bersyukur....dan bersyukur.....itu yang harus saya lakukan. Allah Maha Baik dan tahu apa yang terbaik untuk kita. Tiba-tiba air mata saya menetes tanpa saya sadari. Karena salah satu impian yang saya tulis di “ Dream Book “ itu adalah “ MENGUNJUNGI TANAH SUCI “. Subhanallah.....terima kasih ya Allah.
Ada lagi salah satu bentuk afirmasi kami sebagai kekuatan impian kami untuk mengunjungi Baitullah. Kami memasang gambar Ka'bah di pintu kamar kami. Sehingga ketika kami keluar masuk kamar pasti gambar Ka'bah tersebut yang terlihat lebih dahulu. Allahu Akbar !! Akhirnya Allah benar-benar memanggil kami untuk mengunjungi Baitullah dengan begitu mudah dan lancar. Alhamdulilahirobbil alamien.
Pada saat kedua orang tua kami sedang menunaikan ibadah haji, tepatnya sekitar Bulan Oktober 2012, anehnya setiap malam saya selalu bermimpi seolah-olah saya sedang berada di tanah suci dan sholat di Masjidil Haram Mekkah.
Pada kesempatan lain....saya bermimpi seolah-olah sedang naik lift tapi tombolnya itu bukan tombol lantai 1,2,3,...dst seperti lift pada umumnya tetapi tombolnya adalah gambar Ka'bah semuanya. Subahanallah ….!! ( Saat mengetik tulisan ini saya jadi merinding sendiri ). Ya...mimpi-mimpi tentang suasana Mekkah dan Madinah dengan nuansa kota dan penduduknya selalu hadir setiap malamnya dalam tidur saya dan terasa begitu nyata. Dan masih banyak lagi mimpi-mimpi yang lain tentang tanah suci Mekah dan Madinah. Apakah ini pertanda panggilan dari -Mu Ya Allah ? Atau mungkin kedua orang tua kami yang sedang berada di tanah suci waktu itu sedang mendoakan kami untuk bisa pergi ke tanah suci juga ? Wallahu alam. Yang jelas saya jadi menggebu-nggebu untuk berangkat ke tanah suci secepatnya mengunjungi Baitullah.
Akhirnya pada Bulan Desember 2012 , kami dengan semangatnya mendaftarkan diri untuk menunaikan ibadah Umroh. Kami mempercayakan Lembaga ADZIKRA sebagai biro perjalanan dan bimbingan umroh kami. Rencana kami memilih berangkat Bulan Februari 2013, tetapi ternyata kapasitas sudah penuh. Subhanallah.....Ternyata banyak sekali yang antusias untuk menunaikan ibadah Umroh, sampai kita harus mengantri selama kurang lebih 3 bulan untuk berangkat. Alhamdulilah ya. Akhirnya..kami memilih yang berangkat tanggal 06 Maret 2013 , program 10 hari dengan Paket Umroh Plus ke Hongkong. Alhamdulilah.....akhirnya fase awal sudah kami jalani . Saat menulis formulir pendaftaran saja, hati ini terasa tidak karuan, antara terharu, bahagia, serasa tak percaya akhirnya bisa mewujudkan mimpi kami. Alhamdulilah.....Allah Maha Baik.
Pada tanggal 23 Februari 2013 kami mengikuti Manasik Umroh. Saat mengikuti manasik saja...hati ini semakin bergetar tidak menentu. Serasa sukma ini sudah benar-benar berada di tanah suci. Ya Allah.....berilah kemudahan bagi kami saat menjalankan ibadah umroh di tanah suci nanti.

Setelah Manasik, bertemu dosen kami Ibu Dewi Mustami'ah

RABU, 06 MARET 2013
SURABAYA - HONGKONG

Akhirnya, hari yang dinanti-nanti itu tiba. Pada tanggal 06 Maret 2013 kami berangkat untuk menjalankan ibadah umroh. Hari ini adalah hari yang bersejarah bagi perjalanan hidup kami yang tak kan bisa terlupakan dalam sejarah kehidupan kami. Kami berangkat dari rumah jam 05 pagi setelah sholat shubuh. Kami berngkat diantar kedua orang tua , ibu mertua, adik dan keponakan kami. Sebelum berangkat kami menunaikan sholat dua ra'kaat. Alhamdulilah, selama perjalanan menuju bandara internasional Juanda Surabaya sangat lancar. Kami sampai di Bandara Juanda jam 06 pagi.

Di Bandara Internasional Juanda Surabaya

Di Bandara Internasional Juanda Surabaya
 
Bandara Internasional Juanda Surabaya

Setelah melalui proses imigrasi dsb , kami berangkat menuju Hongkong jam 08.15 WIB. Kami terbang menuju Hongkong dengan Pesawat Cathay Pacific CX 780. Setelah kurang lebih selama 4 jam lebih melalui perjalanan udara , Alhamdulilah kami mendarat di Bandara Chek Lap Kok, Hongkong Pukul 13.50 Waktu Hongkong.
Setelah melalui proses imigrasi , kurang lebih pukul 15.00 Waktu Hongkong, kami mengikuti City Tour seputar Hongkong dengan menggunakan bus ber AC. Kami satu rombongan ada 50 orang. Sehingga kami dibagi menjadi 2 bus. Dengan dipandu guide yang berpengalaman kami menikmati perjalanan seputar kota Hongkong. Sepanjang perjalanan kami melihat bangunan-bangunan apartemen dan gedung -gedung bertingkat dengan lautan yang membelah ditengah-tengah kota. Sangat indah. Kotanya sangat bersih dan tak ada macet disana. Kesan yang terlihat adalah nuansa trading atau perdagangan sangat jelas disana. Karena memang mata pencaharian penduduk Hongkong adalah trading. Sehingga Hongkong sudah menggunakan pasar bebas. So....bagi yang mau berbelanja....disanalah tempatnya. Karena kalau dibanding harga yang di Indonesia dengan barang yang sama , di Hongkong sangat murah. Hehehehe.
Satu lagi yang bikin terpesona saat kita melewati terowongan bawah laut. WOW......sensasi rasanya sangat luar biasa. Antara tegang, terpesona, kagum, dan agak sedikit ngeri sih...semua campur aduk menjadi satu. Bayangkan kalau terowongan ini bocor sedikiit saja...pasti air laut sudah masuk dalam terowongan ini bak air bah. Wah....ngeri khan.

Pertokoan di Hongkong

Tujuan pertama di Hongkong ini adalah pusat pertokoan obat-obatan. Nah.....para rombongan pada ngeborong ginseng nih, sebagai obat kuat dan bagus untuk kesehatan . Mumpung di Hongkong. Hehehehe.....Tapi saya dan suami malah asyik berfoto ria. Mengabadikan keindahan kota Hongkong. 

Pertokoan di Hongkong

Pertokoan di Hongkong

Pertokoan di Hongkong

Pertokoan di Hongkong

Pertokoan di Hongkong

Pemandangan Hongkong

Jacky Chan Jewerly ( JC Jewerly )

Tujuan berikutnya adalah ke Jacky Chan Jewerly ( JC Jewerly ). Di JC jewerly merupakan tempat pembuatan / pabrik segala macam perhiasan emas dan belian plus ada juga etalase-etalase untuk dijual disana. Jadi kita bisa melihat proses pembuatan perhiasan secara langsung dan boleh juga membeli perhiasannya yang dipajang di etalase disana . Satu hal yang membuat kita tercengang adalah, ternyata senua penjualnya yang orang asli Hongkong disana bisa berbahasa Indonesia lho....ckckckck....serasa belanja di Indonesia aja. Nah...kalo disini kami membeli gelang kesehatan yang terkenal itu. Karena di Hongkong harganya murah sekali dibanding di Indonesia. 

JC Jewerly Hongkong

Avenue of The Star

Setelah itu perjalanan kami lanjutkan ke Avenue of The Star. Avenue of The Star terletak di sepanjang Jalan Victoria Harbour di Tsim Sha Tsui, Hongkong. Tempat ini adalah sebagai bentuk penghargaan yang diberikan kepada para aktor dan aktris perfilman yang terkenal yang berasal dari Hongkong. Wah...ternyata kami nyampai juga ditempat ini yang sedari tadi menyita perhatian saya saat setiba di Hongkong ini. Karena view-nya sangat indah. Dengan backgroud gedung-gedung pencakar langit di seberang sana.....dibawahnya terdapat laut yang membelah kota , sangat indah. Saat kita memasuki area Avenue of the Star ...kita melewati taman yang luas nan indah, sangat bersih dan asri. Setelah melewati taman yang indah kami bertemu langsung dengan sebuah patung replika setinggi 4.5 meter, yang merupakan tiruan dari penghargaan yang diberikan kepada para pengunjung Hong Kong Movie Award. Sepanjang 440 meter jalan tersebut juga diceritakan perjalanan sejarah perfilman Hongkong selama seratus tahun terakhir, yang digambarkan dalam sembilan pilar yang berwarna merah dan tulisan di sekelilingnya. Dalam setiap satu gambar ada plakat yang diberikan kepada pesohornya. Beberapa diantaranya disertai dengan tanda tangan dan cetakan tangan dari pesohor dalam sement, namun pada umumnya hanya berisikan plakat dan nama dari pesohornya saja. Di tempat ini juga kami berfoto-foto ria yang diabadikan kedalam sebuah piring cantik khas ala Hongkong . Piring ini seolah menjadi souvenir khas jika kita mengunjungi Hongkong. Wow.....sungguh menyenangkan. 

Avenue of The Star, Hongkong

Avenue of The Star, Hongkong

Avenue of The Star, Hongkong

Avenue of The Star, Honhkong

Avenue of the Star, Hongkong

Avenue of The Star, Hongkong

Avenue of The Star, Hongkong
Avenue of The Star, Hongkong

Kowloon Mosque & Islamic Centre

Setelah itu perjalanan kami lanjutkan ke Kowloon Mosque dan Islamic Centre. Di tempat ini adalah satu-satunya tempat yang bernuansa islami di Hongkong. Kami menunaikan sholat Ashar dan Magrib disana. Dilanjutkan dengan makan malam di restoran disana. Karena hanya disana tempat makan yang halal. Disana kami juga bertemu para TKW asal Indonesia yang bekerja di Hongkong. Memang tempat ini tempat berkumpulnya para TKW Indonesia. Disana kami juga bertemu sepasang suami istri muslim dari India dengan bayinya . Kami terlibat obrolan kecil dengan mereka. Saat mereka tahu bahwa kami akan umroh, wah...mereka malah minta didoain oleh kami semoga mereka juga bisa berangkat umroh juga sekeluarga. Subhanallah.....kami dengan senang hati mendoakan mereka . Luar biasa sekali rasanya mereka sangat menghargai kita yang berasal dari Indonesia. Mungkin karena saya sangat gemes mencubit pipi bayi mereka, mereka juga mendoakan kami semoga kami segera mendapat anugerah momongan seperti mereka. Amien ya robbal alamien.

Kowloon Mosque & Islamic Centre

Victoria Peak

Setelah sholat Maghrib, kami melanjutkan perjalanan menuju Victoria peak. Victoria Peak atau dikenal juga sebagai The Peak ( Puncak ) adalah sebuah gunung di Hongkong bagian barat daya dengan ketinggian 552 meter, tertinggi di Pulau Hong Kong. Hal yang menarik turis ke The Peak adalah pemandangannya yang indah mencakup Pulau Hong Kong dan Semenanjung Kowloon. Lokasi ini juga merupakan tempat tinggal elit.
Victoria Peak bisa dicapai lewat jalan biasa dan Peak Tream, sebuah kereta funikular. Apabila menggunakan tram, penumpang bisa melihat pemandangan Pulau Hong Kong di satu sisi sedangkan jika menggunakan jalan, bisa melihat seluruh bagian dari Hong Kong. Kami sampai di Victoria Peak sekitar pukul 20.00 Waktu Hongkong. Wah.....untuk mencapai ke puncaknya kita bener-bener menaiki gunung di tengah-tengah kota. Sepanjang perjalanan sangat indah...apalagi kalau malam begini lampu-lampu di Hongkong seakan saling berebut untuk menerangi kota. Bener-bener view yang sangat indah.
Sesampai di puncak....wow !! pemandangan sangat indah. Dibawah sana....tampak aktivitas masyarakat Hongkong yang seakan tak pernah mati. Semakin malam semakin ramai. Saat turun dari bus....udara dingin langsung menyapa. Brrr....dinnginn banget. Saya langsung deh pake jacket penghangat.
Walaupun letaknya dipuncak gunung, tapi disana selain terdapat vila-vila mewah, juga mall yang lengkap. Kita lagi-lagi shopping deh. Hehehe...Untung saya ahli menawar....sehingga saya berhasil membeli satu set teko khas Hongkong dengan harga discount. Disana juga kami sangat terpesona dengan patung lilin replika para artis-artis Hongkong. Sangat mirip dengan aslinya deh. Saya berhasil berfoto dengan beberapa “ artis Hongkong “ walaupun tidak semuanya. 


With " Bruce Lee "

With " Bruce Lee "


Victoria Peak, Hongkong
 
Setelah Jam menunjukkan pukul 22.00 waktu Hongkong, kami menuju ke Bus dan melanjutkan perjalanan menuju ke Bandara Chek Lap Kok untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Jeddah.

( Bersambung ke Part 2 .......... )

Rabu, 26 Desember 2012

CATATAN KECIL DI PENGHUJUNG TAHUN

CATATAN KECIL DI PENGHUJUNG TAHUN


Tak terasa waktu terus berjalan dengan sombongnya menggerus peradaban. Kita tak pernah bisa menghentikannya. Tuhanlah sang penguasa sang waktu. Dan kita hanya bisa meninggalkan sang waktu dengan berbagai torehan kenangan didalamnya. Apakah kita berkutat dengan kegalauan ataukah kita mensyukuri atas segala pencapaian kita sampai di titik waktu ini.
Aku termenung di ujung waktu, mencoba menoleh ke belakang dengan melihat semua yang pernah tertoreh di tahun ini. Renungan ini bukannya tak bermakna. Tapi membawaku ke tempat dimana aku harus mereview semua hal yang pernah kujalani. Ada hal-hal yang berprogress, tapi ada juga hal dimana sudah “ stag “ dan berjalan ditempat.
Semua mimpi yang pernah ada dalam dream list seolah berlomba-lomba untuk diaktualisasikan secepatnya. Memang ada dream jangka pendek dan ada dream jangka panjang. Terkadang kita hanya menulis dream kita tanpa target waktu yang jelas sehingga saat kita tiba dititik akumulasi waktu yang panjang, semua terlihat seolah penantian tak bertepi. Ya...pelajaran tentang waktu belum usai dan tak akan pernah usai sampai kapanpun.
Ada yang mengisi tahun ini dengan torehan prestasi sehingga menjadi tahun keemasan dan kejayaan. Tapi sebaliknya justru tahun ini sebagai tahun kegalauan dan penuh kekecewaan . Atau justru tahun ini terasa biasa saja seperti tahun-tahun sebelumnya...datar dan tanpa membawa perubahan apapun. Apapun itu setidaknya kita telah berbuat untuk mengejar mimpi. Dan berjalan mengiringi sang waktu.
Dalam beberapa hari kedepan kita akan menyongsong Tahun Baru. Pasti banyak sekali hal-hal yang masih tertinggal di tahun ini harus segera direlisasikan di tahun baru mendatang. Harapan harus ada, tapi kita tidak bisa berharap banyak dengan sang waktu. Semua ada dalam kendali kita. Semoga mimpi-mimpi lama kita yang sempat menunggu lama dalam atrean panjang bisa sampai di tempat tujuannya. Dan apa yang sudah kita peroleh semoga tetap bertahan dan men jadi lebih lagi lagi. Kita pasti bisa . Amin.

Selamat Menyongsong Tahun Baru.
Mari kita raih asa yang tertinggal.
Kalau masa lalu itu indah.... siapa bilang masa depan tidak bisa indah...bahkan bisa jadi lebih indah dari masa lalu. 

Rabu, 04 Juli 2012

SEMUA ADA MASANYA


SEMUA ADA MASANYA




Oleh : Yuyung Riana, S.Psi

Hidup adalah anugerah dari Allah SWT yang merupakan rangkaian waktu, peristiwa dan semua hal yang membawa kita sampai dititik usia saat ini. Masih soal waktu. Ia terus merambat, kadang terasa pelan terkadang pula seolah cepat. Ia terus berlalu. Mengantarkan kita pada sebuah titik yang kita belum pernah berhenti di sana. Ya, kadang ia melesat begitu cepat hingga kita merasa telah melewatkan banyak hal. Kadang pula ia terasa menjemukan, berjalan begitu pelan tak segera mengantarkan kita pada saat-saat yang kita tunggu. Pada sesuatu yang kita nanti-nantikan.
Saat baru lahir, ada banyak senyuman bahagia menyambut kehadiran kita, lalu tak lantas tiba-tiba mampu berjalan. Kita harus merangkak terlebih dulu. Itu pun tak bisa dilakukan ketika masih di bawah sembilan bulan.Saat pertama berjalan pun tak lantas ia bisa langsung berlari. Kadang keseimbangan sering hilang dan terjatuh. Butuh beberapa waktu lagi untuk bisa benar-benar berjalan seimbang. Itulah waktu yang telah ditentukan dan tak bisa dielakkan dalam tahapan proses.
Kita punya impian di waktu yang lain. Dengan penuh percaya diri kita merasa sanggup meraih apa yang ingin kita raih. Membayangkan menggenggam apa yang menjadi keinginan. Layak kita berbangga, rasa itu ada. Tak ada yang salah, rasa itu memang harus kita punya!.
Hanya saja kita tak pernah menyadari, seringkali kita merasa berkuasa atas waktu yang kita lalui. Merasa lebih kuat melebihi apa yang kita duga, karena telah sampai pada titik di mana sekarang kita berdiri.
Sementara di waktu yang lain pula, ketika apa yang kita harapkan, menghindar dari yang telah kita perhitungkan. Meski sekuat apapun kita berusaha meraih tiap ingin, merengkuh tiap harap, terkadang apa yang kita kehendaki tak seperti yang telah kita bayangkan. Nampak tergambar begitu jelas hingga kita merasa mampu menggenggam meski dengan mata terpejam, namun sedikitpun tak terjamah oleh kita. Hingga pada akhirnya kita merasa rapuh dan harus mengeluh karena merasa kalah.
Sayangnya, kita tak bisa mengulang atas waktu yang berlalu. Kita hanya memiliki kesempatan untuk belajar darinya. Sedikit menengok seolah memutarnya kembali. Dari tempat-tempat yang telah kita singgahi. Dari tiap orang yang kita temui. Dari langkah kita menyisir tiap waktu, yang menyimpan jejak di tiap masa. Menemani kita meresapi resah, hingga kita merasa yakin tak akan jatuh pada lubang yang sama.
Hingga suatu kali, barangkali kita harus merasa yakin, semua ada masanya. Di suatu waktu, kita merasa tak ada yang perlu dipaksakan. Dan kembali merasa, semua ada masanya.

Ada banyak hal yang berubah dalam kehidupan kita. Siang, malam. Kaya, miskin. Tua, muda. Sakit, sehat. Semua ada masanya.
Ada banyak orang yang datang dan pergi dalam kehidupan kita, dengan berbagai alasan. Beberapa mungkin tetap tinggal, tapi tidak sedikit juga yang tiba-tiba pergi.
Bila kita review apa yang sudah kita lalui sampai dititik ini, begitu indah dan tertata sempurnanya skenario Allah untuk kita. Dari mulai lahir, belajar berjalan, belajar berbicara, belajar bersosialisai, mengenyam pendidikan formal sampai menuntaskannnya sehingga tercapai cita-cita yang diimpikan. Lalu memasuki dunia kerja, meningkatkan karir sampai dititik puncaknya, lalu berkeluarga, dan akhirnya menghabiskan sisa waktu hidup kita dengan akumulasi perjalanan hidup kita, sungguh skenario yang sangat indah dari Allah. Dan tak ada yang serba kebetulan. Semua benar-benar telah tertoreh dalam suratanNya. Dan ada skala prioritas dimasing-masing masa itu yang tentunya akan berbeda disetiap masanya. Pengalaman hidup juga akan mengajarkan kita bahwa semua ada masanya.
So....tak ada salahnya kalau kita menikmati masa dimana saat ini kita berdiri dan mensyukurinya. Apapun itu keadaannya.