Sabtu, 20 April 2013

KISAH PERJALANAN UMROH + CITY TOUR KE HONGKONG ( PART 4 )

KISAH PERJALANAN UMROH +

CITY TOUR KE HONGKONG

( 06 MARET 2013 – 15 MARET 2013 )

( PART 4 )

MINGGU, 10 MARET 2013
MEKKAH

Acara Hari ini kami beserta rombongan mengikuti ziarah seputar Masjidil Haram dengan berjalan kaki. Karena tempat-tempat yang kita kunjungi tidak jauh dari hotel kami menginap dan masih di seputar Masjidil Haram. Sebelum berangkat, kami makan pagi bersama di ruang makan hotel. Wah...ternyata banyak cerita dari jamaah yang lainnya. Ada yang hilang dari semalem hingga diketemukan pagi ini. Ada yang sandalnya hilang...dll deh. Wah...bersyukur ya Allah.....kami tidak mengalami itu semua dan Engkau beri kelancaran dan kemudahan . Alhamdulilah.....Ini semua karena berkat pertolongan-Mu Ya Allah.....

 
Di Depan Hotel Elaf Al Multaqa, sesaat sebelum berangkat ziarah seputar Masjidil Haram
Bersama Penduduk setempat di depan Hotel Elaf Al Multaqa
 


Setelah semua rombongan berkumpul , kami mulai berangkat berjalan kaki menuju Masjidil Haram. Tapi ternyata ada beberapa orang dari rombongan kami yang tidak bisa ikut, karena kelelahan, atau ada yang tidak enak badan. Cuaca cukup terik pagi ini. Padahal jam masih menunjukkan jam 7 pagi. Tapi kami tetap semangat mengikuti perjalanan ini. Tujuan pertama kali adalah Masjidil Haram. Setelah sampai di depan pintu masuk Masjidil Haram, kami berhenti sejenak untuk mendengarkan penjelasan dari pembimbing kami tentang Masjidil Haram ini. Pertama kali kami melihat Masjidil Haram, tadi malam sangat berbeda dengan pagi ini. . Di saat malam hari penuh dengan lampu-lampu yang sangat terang dan indah. Dan pemandangan pagi ini Masjidil Haram terlihat jelas keindahan lantai dan dinding marmernya. Dan sangat silau dari pelatarannya , karena terkena sinar matahari yang cukup terik.

Di Pelataran Masjidil Haram jam 8 pagi, terik matahari cukup menyilaukan


Bersama rombongan di pelataran Masjidil Haram
Pelataran Masjidil Haram jam 8 pagi


Masjidil Haram
Masjidil Haram adalah sebuah masjid di kota Mekkah , yang dipandang sebagai tempat tersuci bagi umat Islam. Masjid ini juga merupakan tujuan utama dalam ibadah haji. Masjid ini dibangun mengelilingi Ka'bah, yang menjadi arah kiblat bagi umat Islam dalam mengerjakan ibadah shalat . Masjid ini juga merupakan masjid terbesar di dunia. Menurut keyakinan umat Islam, Ka'bah pertama sekali dibina oleh Nabi Adam. Dan kemudian dilanjutkan pada masa Nabi Ibrahim bersama dengan anaknya, Nabi Ismail yang meninggikan dasar - dasar Ka'bah, dan sekaligus membangun masjid di sekitar Ka'bah tersebut. Ka'bah kurang lebih terletak di tengah masjidil Haram: tingginya mencapai limabelas hasta; bentuknya kubus batu besar.
Selanjutnya perluasan Masjidil Haram dimulai pada tahun 638 sewaktu Khalifah Umar Bin Khattab dengan membeli rumah-rumah di sekeliling Ka'bah dan diruntuhkan untuk tujuan perluasan, dan kemudian dilanjutkan lagi pada masa khalifah Ustman bin Affan sekitar tahun 647 M.


Sudut lain Masjidil Haram Mekkah

Menurut hadits shahih, satu kali salat di Masjidil Haram sama dengan 100.000 kali salat di masjid-masjid lain, kecuali Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsha. Satu kali salat di Masjid Nabawi sama dengan 1.000 kali salat di masjid-masjid lain, kecuali Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha. Adapun satu kali salat di Masjidil Aqsha sama dengan 250 kali salat di masjid-masjid lain, kecuali Masjidil Haram dan Masjid Nabawi..
Kami berjalan bersama-sama menyusuri sepanjang Masjidil Haram ini. Kami masih terpukau dan kemegahan Masjidil Haram ini. Pesona pualamnya yang indah, plus arsitektur modern terlihat mewah. Kami juga berhenti sejenak untuk mengambil air zam-zam yang tersedia di sepanjang Masjidil Haram ini. Di sisi luar ini, air zam-zamnya disalurkan melalui kran-kran yang banyak. Berbeda jika didalam masjid, air zam-zam di sedikan dalam kemasan galon-galon. Dan air zam-zam dipisah, antara yang untuk diminum berbeda dengan yang untuk wudhu.


Air Zam-zam untuk diminum tersedia dalam kran-kran air



Jabal Qubays
Perjalanan kami lanjutkan kembali. Kami berhenti setelah sampai di Jabal Qubays. Jabal Qubais terletak di Mekkah. Masih dalam area Masjidil Haram. Tingginya 420 meter, bertentangan dengan Hajar Aswad , di penjuru tenggara Ka'bah. Imam as-Sayuthi meriwayatkan bukit pertama yang dicipta Allah di atas muka bumi ini ialah 'Jabal Qubais'. Ibadat Sa'i terletak di ujung Jabal Qubais.
Di sinilah juga batu hitam Hajar Aswad diturunkan Allah ke dunia ini. Tatkala Nabi Ibrahim membangun semula Baitullah, maka Jabal Abi Qubais mengeluarkan kembali Hajarul Aswad lalu dibawa oleh malaikat Jibril dan diserahkan kepada Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim juga menyeru umat manusia menunaikan haji dari atas Jabal Abi Qubais.
Di atas Jabal Qubais ini juga Nabi Muhammad membelah bulan atas permintaan kaum musyrikin Mekah.
Pada tahun 1974, ada sebuah masjid di atas bukit ini yang dinamakan Masjid Bilal. Baitullah Kaabah jelas nampak dari sini. Orang yang mengerjakan haji akan 'melambai-lambaikan' kepada sanak saudara, handai taulan yang masih belum mengerjakan haji di atas bukit ini. Kini, di atas bukit ini dibina istana mewah keluarga Saud.
Saat ini Jabal Abu Qubais, yang letaknya di muka pintu Babusalam Masjidil Haram itu, hilang berganti bangunan Istana Raja Saudi yang tinggi dan megah. Istana ini juga berguna bagi para pemimpin atau tamu negara yang akan beribadah di Makkah.

Pembimbing kami Bp. KH. Achmad Shofwan memberi penjelasan tentang Jabal Qubays
 
Jabal Qubays

Pada awal pembangunan di bukit ini ditentang sebagian kalangan umat Muslim. Pasalnya, banyak peristiwa bersejarah yang berkaita dengan Jabal Abu Qubais ini. Mulai dipercayainya kebedaraan Makam Siti Hawa, tapi ini diragukan, karena justru banyak jamaah yang menziarahi makamnya di Jeddah.
Sebelum dibongkar dan dibangun Istana Raja, di kawasan bukit ini dulunya merupakan perkampungan, yang banyk dihuni Syeikh (Ulama) dan sejumlah pelajar yang ingin mendalami agama. Jabal Abu Qubais yang dulunya dikenal juga dengan sebutan Jabal al Amin (bukit kepercayaan). Karena, Allah SWT telah menyelamatkan batu atau Hajar Aswad ketika topan dan banjir bah dasyat di zaman Nabi Nuh AS. Hajar Aswad kembali ditemukan oleh Nabi Ibrahim AS atas pertolongan Malaikat Jibril, ketika akan membangun Baitullah yang hancur.
Bagi jamaah haji / umroh yang baru pertama kali datang ke kota suci ini mungkin hanya bisa melihat begitu luas dan eksotisnya Masjidil Haram dan bangunan mewah nan megah di depannya. Tapi bagi jamaah yang sudah berulang kali melakukan ibadah Haji, mungkin merasa ada yang kehilangan.
Bila 5 tahun lalu jamaah haji / umroh bisa melihat hiruk pikuknya pusat perdagangan di Jalan Al Gudaria yang berada di antara Kampung Qararah dan Suq ul-Lail, yang jaraknya 50 meter dari Masjidil Haram. Di jalan itulah dulu ada sebuah pasar tradisinal yang disebut Pasar Seng sepanjang 300 meter.
Pasar Seng yang dulunya selalu menjadi tempat favorit jamaah Indonesia berbelanja, saat ini menjadi tempat terbuka dan tinggal kenangan. Namun belum terlihat ada bangunan. Hanya puluhan kios yang memberikan layanan potong rambut masih berdiri berjejer, namun sifatnya tidak permanen.
Bangunan ini setiap saat bisa digusur. Tidak ada lagi toko yang menjajakan tasbih, tas, pakaian, jam, dan barang elektronik seperti di masa lalu, hanya beberapa bagalah (warung) yang menjajakan minuman yang masih berdiri dengan bangunan yang tidak permanen. Toko yang dulu sangat meriah kini mundur ke belakang.
Kenangan satu-satunya yang tersisa, Maulid Nabi, sebuah bangunan yang dulunya merupakan rumah tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW. Saat ini bangunan ini dijadikan perpustakaan dan selalu terkunci rapat dan dijaga askar.

Bersama rombongan di depan perpustakaan yang dulunya adalah tempat lahirnya Nabi Muhammad SAW


Tempat Lahirnya Nabi Muhammad SAW

Tempat lahirnya Nabi Muhammad yang dijaga ketat oleh askar-askar


Burung-burung dara yang beterbangan , indah sekali


Burung-burung dara, disekitar Masjidil Haram Mekkah


Perjalanan kami lanjutkan kembali ke makam Ma'la. Sepanjang perjalanan kami juga disuguhi oleh indahnya burung-burung dara yang beterbangan rendah kesana kemari. Wah....saya jadi berlarian mengejar burung-burung dara....hehehe....
Di makam ma'la hanya jamaah laki-laki yang boleh masuk. Kami para jamaah wanita menunggu diluar area makam. Makam Ma'la adalah makam bagi para jama'ah haji yang meninggal dunia di Mekah saat menjalankan ibadah haji. Saat menunggu diluar, kami para jamaah wanita memperoleh air mineral dingin yang dibagikan secara gratis oleh beberapa orang disana. “ Halal...halal....air...air...!! “ kata mereka sambil membagikan air mineral dingin dalam kemasan botol. Wah...seger banget airnya.

Masjid Al-Jiin
Setelah dari makam ma'la , kami berjalan lagi menyusuri jalan-jalan seputar Masjidil Haram ini. Kami juga melalui beberapa kawasan di Kota Mekah. Kami berhenti disebuah Masjid yang dikenal dengan Masjid al-Jiin.


Di depan Masjid Jin


Masjid Jin Mekkah


Masjid Jin terletak di al-Hujun, di daerah Sulaiminiyah di sebelah selatan Pekuburan Ma’la, jaraknya kurang lebih 3 km dari Masjidil Haram. Masjid ini termasuk masjid yang punya nilai penting dalam sejarah Islam, makanya banyak dikunjungi jama’ah haji atau umrah.
Kalau diperhatikan sebetulnya masjid ini terhitung sangat sederhana. Tapi jutaan peziarah selalu menyempatkan untuk mengunjunginya. Mereka pada umumnya datang bukan hanya untuk melaksanakan shalat ataupun duduk beri’tikaf di dalamnya. Mereka datang juga untuk melihat dari dekat tempat bersejarah ketika Nabi saw menerima wahyu sehingga turunnya ayat ayat al-Qur’an yang kemudian dipatenkan nama Surat Jin.
Masjid yang ukurannya kurang lebih 12×22 meter ini merupakan tempat yang memiliki riwayat penting dalam da’wah Rasulallah saw . Diriwayatkan ketika Nabi saw dan para sahabat sedang salat subuh di tempat tersebut dan dibacakan beberapa ayat Al-quran, sekumpulan Jin melewati tempat itu dalam perjalanan mereka ke Tihamah. Mereka mendengar bacaan beliau dan merasa kagum. Setelah Rasulallah saw membacakan Alquran, para jin ini kemudian membai’at Nabi saw untuk beriman kepada Allah dan Rasul Nya. Makanya masjid ini juga di beri nama “Masjid Bai’ah”, karena ditempat ini para Jin berjanji (ber-bai’at) kepada Rasulullah saw.
Peristiwa ini diabadikan Allah dalam Al-Quran dan suratnya dinamakan surat al-Jin. Di tempat itulah Allah menurunkan wahyu kepada Nabi saw dalam surat Al-Jin ayat 1-2 yang berbunyi:
Telah diwahyukan kepadamu bahwa sekumpulan Jin mendengarkan ayat Al-quran. Lalu mereka berkata: “sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-quran yang menakjubkan. Yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar, karena itu kami tidak akan mempersekutukan Allah SWT kami dengan siapapun juga”.

 
Setelah dari Masjid Jin, kami kembali ke hotel. Tak terasa ternyata kami berjalan lumayan jauh juga ya. Kira-kira lebih dari 4 km. Tapi tak terasa karena sepanjang berjalanan kami berhenti beberapa saat untuk mendengarkan penjelasan dari pembimbing kami dan sekalian menikmati keindahan Kota Mekah ini. Benar-benar perjalanan yang menyenangkan. Akhirnya kami kembali ke hotel dengan naik taxi.
Setelah sesampai di hotel, kami istirahat sejenak dan membersihkan diri untuk berangkat lagi ke Masjidil Haram untuk menunaikan ibadah sholat Dhuhur. Walaupun agak capek juga, tapi kami harus tetap semangat !!. Sayang kalau sudah nyampai di tempat suci hanya dipakai untuk malas-malasan di hotel. Walaupun hotelnya sangat nyaman dan sejuk.
Saya berangkat berdua dengan suami saja ke Masjidil Haram dari hotel, karena teman sekamar kami, Bp. Fanani dan Mbak Maisarah rupanya belum kembali ke hotel juga. Kami membiasakan untuk berangkat lebih awal dari waktu sholat , karena agar bisa mendapat tempat sholat di Masjidil Haram, selain itu, kita beri'tikaf disana. Cuaca siang ini sangat panas dan terik. Apalagi disebelah hotel kami, ada perombakan hotel, sehingga banyak debu saat melintasi didepan area proyek itu. Saat memasuki Masjid , saya berpisah dengan suami, tapi kami nanti janji bertemu di depan pintu 1.
Setelah usai sholat Dhuhur, saya dan suami tidak langsung ke hotel. Kami menuju Hotel Grand Zam-zam, yang terletak persis didepan Masjidil Haram dimana diatasnya terdapat menara jam yang terkenal itu. Di area bawah Grand zam-zam itu terdapat semacam shopping center-lah atau mall gitu. Namanya Abraj Al Bait Shopping Centre.. Kami disana bukan untuk belanja, tapi kami mau membeli obat titipan teman kami dari Indonesia. Ini amanah lho. Ya Alhamdulilah kami menemukan obat untuk teman kami itu, di stand farmasi disana. Nama tokonya adalah Al-Halwani Pharmacy. Wah...lega deh, akhirnya bisa menemukan barang titipan teman kami. Soalnya sama sekali nggak terbayang di benak saya, dimana belinya. Kita khan belum menguasai medan sana. Tapi Alhamdulilah....Allah selalu memberi kemudahan. 

 
Didepan Toko Obat Al-Halwani, Membeli obat titipan teman







 
Seharian ini, kami habiskan waktu untuk memperbanyak beribadah di Masjdil Haram. Dipuas-puasin deh mumpung berada di tanah suci yang sudah kami idam-idamkan sebelumnya. Berbagai sudut Masjidil Haram kami coba untuk tempat sholat. Di lantai basement, di lantai dasar, lantai satu, area tempat sa'i, dll, wah...pokoknya hati tentram rasanya. Sungguh indah sekali . Ya Allah...Kami pasti akan merindukan tempat suci nan indah ini.


( Bersambung ke part 5 …......... )


Selasa, 16 April 2013

KISAH PERJALANAN UMROH + CITY TOUR KE HONGKONG ( PART 3 )

KISAH PERJALANAN UMROH +

CITY TOUR KE HONGKONG

( 06 MARET 2013 – 15 MARET 2013 )

( PART 3 )

SABTU, 09 MARET 2013
MADINAH – MEKKAH

Pukul 08.00 Waktu Madinah, setelah makan pagi , kami ziarah wada' ( ziarah perpisahan ) ke Makam Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar ash Siddiq, dan Umar bin Khattab. Ziarah Wada' dimaksudkan umtuk memberikan penghormatan kali terakhir kepada Rasulullah s.a.w. ketika hendak meninggalkan Kota Madinah. Ya Allah...hari ini adalah hari terakhir kami di Kota Madinah Al Munawaroh ini. Rasanya terlalu singkat bagi kami mengunjungi Kota yang indah ini. Pasti kami akan selalu merindukanmu Madinah, sebagai kota Baginda Nabi Muhammad SAW. Perasaan saya berkecamuk tidak karuan. Ada rasa sedih , karena akan meninggalkan Kota yang indah dan suci ini, tetapi juga bergembira karena kita akan memasuki Kota suci Mekah Mukaromah dan melakukan ibadah umroh sekaligus mengunjungi Baitullah.
Tak terasa meneteslah air mata membaca doa sewaktu ziarah wada ke makam rasullulah...
Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad saw dan keluarganya dan janganlah kau jadikan kunjungan ini sebagai kunjungan yang akhir kedatanganku kepada nabimu...hapuskanlah dosaku dengan menziarahinya dan bekalkanlah aku keselamatan dalam perjalananku serta mudahkanlah kepulanganku ini menuju keluargaku,negeriku dengan selamat,wahai tuhan yang maha rahmat".. 

 
Menuju Makam Nabi Muhammad SAW untuk ziarah Wada'


Di Depan Makam Nabi Muhammad SAW



 ROUDHOH, MASJID NABAWI - MADINAH
 
Setelah berdoa di depan pintu masuk makam, kami jamaah laki-laki dan jamaah wanita berpencar untuk memasuki Raudhoh. Roudhoh adalah tempat antara mimbar dan rumah Nabi Muhammad SAW. Roudhoh bagi Masjid Nabawi, ibarat jantung bagi segala aktifitas spiritual jutaan orang yang berkunjung ke Madinah, khususnya ke Masjid Nabawi. Karena berdoa di Roudhoh pasti kabulkan oleh Allah SWT. Karena Roudhoh adalah taman surga. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW :
“Di antara rumahku dan mimbarku adalah satu taman daripada taman-taman syurga, dan mimbarku terletak di atas kolamku (di syurga).” (Bukhari & Muslim)

Didalam Roudhoh, Masjid Nabawi Madinah


Pintu keluar Roudhoh

Pukul 14.00 Waktu Madinah, kami check out dari Hotel Durrat Al – Andalus untuk melanjutkan perjalanan menuju Masjid Dzulhulaifah ( Bir Ali ) untuk Miqot Umroh I.
Kami sudah menggunakan baju ihrom dari hotel dan mandi sunnah ihrom dan memakai wangi-wangian.
Sebelumnya perlu diketahui bahwa rukun umroh adalah:
  • Niat,
  • Ihram,
  • Tawaf umrah,
  • Sa’I,
  • Tahalul,
  • Tertib.
 MASJID BIR ALI, MADINAH

Sesampai di Masjid Bir Ali, kami Sholat sunnah Ihrom dan berikutnya niat umroh bersama-sama yang dibimbing oleh pembimbing kami, Bp. KH. Achmad Shofwan.
Niat umroh à “Nawaitul u’mrata wa ahramtu biha lillahi ta’ala “, (Aku berniat mengerjakan Umrah dan aku berihram dengannya kerana Allah ta’ala)
 
Ambil Miqot di Masjid Bir Ali, Madinah


Ambil Miqot di Masjid Bir Ali - Madinah


Ambil Miqot di Masjid Bir Ali Madinah


Masjid Bir Ali Madinah


Berpose bersama rombongan jamaah di Masjid Bir Ali


Pelataran Masjid Bir Ali Madinah




Selama berihram kita dilarang untuk:
    Untuk pria :
  1. Memakai pakaian yang dijahit,
  2. Memakai alas kaki yang menutup mata kaki,
  3. Sengaja menutup kepala sampai menyentuh rambut (kecuali dalam keadaan yang sangat darurat),

      Untuk wanita :
    1. Menutup telapak tangan,
    2. Menutup muka,
      1. Untuk semua
      2. Memakai wangi-wangian (kecuali yang sudah dipakai sebelum niat ihram),
      3. Memotong kuku, mencukur/mencabut bulu /rambut,
      4. Memburu atau membunuh binatang,
      5. Menikah atau menikahkan,
      6. Bercumbu atau bersetubuh,
      7. Bertengkar, memarahi atau mengucapkan kata-kata yang tidak senonoh/ kotor,
      8. Memotong atau mencabut pohonan di tanah haram.
Jika ada larangan di atas yang dilanggar maka ia harus membayar dam (denda), yakni dari mulai memberi makan fakir sampai menyembelih seekor kambing.
Selanjutnya kami menuju bus untuk melanjutkan perjalanan menuju Kota Mekkah al Mukarromah. Sepanjang perjalanan kami memperbanyak bacaan talbiyah.
“Labbaik Allaahumma labbaik, Labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wanni’mata laka wal mulka, laa syariikalak”. 
Artinya: Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah tidak ada sekutu bagi Mu, Aku datang memenuhi panggilan Mu. Sesungguhnya segala puji, ni’mat dan segenap kekuasaan adalah milik Mu, tidak ada sekutu bagi Mu.

Sepanjang perjalanan menuju Mekkah terasa semakin berdebar-debar hati ini. Tak bisa dilukiskan bagaimana rasanya hati ini kala itu. Ya Allah...kami akan mengunjungi baitullah. Dengan membaca talbiyah secara terus menerus , hati ini semakin merinding tidak karuan. Terasa ada kekuatan yang besar yang saya belum pernah rasakan sebelumnya. Allahu Akbar !!
Saat memasuki waktu sholat maghrib, bus kami berhenti disebuah tempat peristirahatan. Disana banyak sekali bus-bus yang juga parkir untuk beristirahat barang sejenak sekalian sholat maghrib. Lalu kami melanjutkan perjalanan kembali menuju Kota Mekkah.

Perjalanan Menuju Kota Mekkah

KOTA MEKKAH

Setelah kurang lebih 6-7 jam perjalanan, kami memasuki Kota Mekkah. Allahu Akbar, hati saya semakin berdebar-debar, tak sabar rasanya untuk sampai ke Masjidil Haram. Apalagi saat saya melihat jam menara yang tinggi diatas sana. dari dalam bus ...... Subhannalah, itu kan jam menara diatas Hotel Grand Zam-zam yang sering saya lihat di gambar-gambar, di televisi, di internet dll. Ya Allah.....alhamdulilah...... posisi kami sudah mendekati Masjidil Haram, karena Masjidil Haram posisinya tepat dibawah jam menara itu. Sontak air mata menetes karena terharu. Ya Allah...rindu kami semakin menjadi-jadi kepada baitullah. Dari dalam bus, pandangan saya tak pernah lepas dari jam menara itu. Semakin lama semakin dekat dengan arah jam menara itu berada.
Bus kami berhenti tepat di depan Hotel Elaf Al Multaqa. Jam menunjukkan pukul 21.00 waktu Mekkah. Rupanya di hotel inilah kami menginap. Kami check in di Hotel Elaf Al Multaqa dan selanjutnya pembagian kunci kamar. Kami mendapat kamar di lantai 14, tepatnya kamar no. 1466. Kami langsung menikmati makan malam di hotel ini, alhamdulilah.

 
Lobby Hotel Elaf Al Multaqa, sesaat setelah tiba di Kota Mekah

Setelah istirahat beberapa saat di kamar hotel, tepat pukul jam 23.00 waktu Mekkah kami berangkat menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan Thowaf, Sa'i dan Tahallul ( rangkaian ibadah umroh ). Kami berjalan kaki bersama-sama menuju Masjidil Haram. Jaraknya dari hotel kami menginap kurang lebih sekitar 150 meterlah. Lebih jauh sedikit dibanding waktu kami di Madinah. Jarak hotel kami ke Masjid Nabawi waktu itu hanya 100 meter.
Wah...pemandangan di Kota Mekkah ini lebih ramai dibanding di Madinah kemarin. Meskipun malam hari, banyak sekali jamaah dari berbagai negara berbondong-bondong menuju Masjidil Haram. Ya Allah....pemandangan ini begitu indah.


MASJIDIL HARAM, MEKAH

 
Pelataran Masjidil Haram, Mekkah


Pelataran Masjidil Haram, Mekkah


Pelataran Masjidil Haram di waktu malam hari




Saat memasuki pelataran Masjidil Haram , Allahu Akbar....Allah Maha Besar !! Masjidil Haram terlihat begitu megah , semua dinding dan lantai terbuat dari marmer dan sinar lampunya itu ya Allah....terlihat sangat teraaaang sekali. Entah berapa watt listrik yang dipakai. Yang jelas menurut saya tak pernah ada penerangan di malam hari seterang ini. Apalagi menara masjidnya....berkilauan bak mutiara di malam hari. Sungguh indah. Rasanya habis kata-kata deh untuk mendeskripsikannya. Spechless....
Kami masuk ke Masjidil Haram dari pintu 1. Wow.....masjid ini begitu indah. Interior nya begitu menakjubkan. Kami dibimbing pembimbing kami membaca doa saat memasuki Masjidil Haram ini. Kami satu rombongan sholat jamaah Sholat Isya' dulu sebelum melakukan ibadah umroh.

 
Didalam Masjidil Haram, Mekkah


Didalam Masjidil Haram , Mekkah


Atap Masjidil Haram Mekkah



Interior Masjidil Haram yang indah


Interior Masjidil Haram yang Indah



Setelah sholat Isya' berjamaah, kami satu rombongan mengikuti pembimbing kami untuk melakukan ibadah umroh. Perasaan saya semakin berdebar tak menentu, menanti saat indah melihat ka'bah untuk pertama kalinya. Begitu kami menuruni beberapa anak tangga sampailah kami di depan ka'bah. Allahu Akbar...Allahu Akbar.....Allahu Akbar...!! Sujud syukur kepada-Mu Ya Alllah. Engkau izinkan hambamu ini untuk mengunjungi Ka'bah ini dengan lancar. Serasa tak percaya bahwa saat ini saya benar-benar berada di depan Ka'bah. Kiblat dari seluruh ummat muslim di dunia. Sewaktu kita sholat di rumah kita hanya menghadap kiblat tanpa tahu keberadaan ka'bah yang sebenarnya , dan saat ini kiblat itu benar-benar ada di depan mata saya. Subhanalallah.....Allah Maha Besar. !!. Air mata sudah tak bisa terbendung lagi. Menangis...dan menangis...tanpa bisa ditahan. Terimakasih Ya Allah...Engkau telah undang hambamu ini untuk mengunjungi rumah-Mu yang indah ini. Terima kasih untuk kesempatan yang luar biasa indah ini. Alhamdulilah.....
( Saat mengetik tulisan ini, saya tiba-tiba meneteskan air mata.....terasa sekali apa yang saya rasakan waktu itu ….. memori indah itu masih tersimpan jelas di memori saya , pun sampai saat ini ).
Dengan dibimbing pembimbing kami, kami membaca doa bersama. Doa melihat Ka'bah : “Allaahumma zid haazal baita tasyriifan wata’ziiman watakriiman wamahaabatan wazid man syarrafahu wa azzamahu wa karramahu mimman hajjahu awi’tamarahu tasyriifan wa ta’ziiman wa takriiman wabirran” .
Artinya: Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan dan wibawa pada Bait (Ka’bah) ini. Dan tambahkanlah pula pada orang-orang yg memuliakan, mengagungkan dan menghormatinya diantara mereka yg berhaji atau berumrah dengan kemuliaan, keagungan, kehormatan dan kebaikan. 










 
Selanjutnya dengan dibimbing pembing kami, kami melaksanakan ibadah umroh. Pertama-tama kami melakukan Thowaf, yaitu mengelilingi ka'bah sebanyak tujuh putaran.
Hal-hal mengenai Thowaf yaitu sbb :
  • Dilakukan dalam keadaan berwudhu à jika batal saat thawaf maka perbaharui wudhu dan melanjutkan thawaf dari tempat batalnya wudhu/ tidak mengulangi dari awal,
  • Menuju garis start di rukun Hajar Aswad,
  • Berdoa memulai thawaf. Isyarat tangan saat segaris dengan rukun Hajar Aswad, mengecup tangan dan mengucap: “Bismillaahi wallaahu akbar”, Artinya: Dengan nama Allah, Allah Maha Besar,
  • Mengelilingi Ka’bah berlawanan dengan arah jarum jam à berdoa apa saja, dengan bahasa apa saja, berdzikir/ diam saja. Jika Thawaf Qudum (thawaf pertama kali masuk Masjidil Haram) disunahkan bagi laki-laki berlari-lari kecil 3 putaran selanjutnya berjalan biasa. Untuk wanita hanya berjalan biasa,
  • Dalam setiap perjalanan dari Hajar Aswad sampai rukun Yamani membaca “Subhaanallaahi walhamdulillaahi walaa ilaaha illallaahu wallaahu akbaru walaa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil aziim” (Maka Suci Allah, segala puji milik Allah tidak ada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar dan tiada daya dan kekuatan melainkan atas pertolongan Allah yang Maha Luhur dan Maha Agung),
  • Disunahkan membaca doa sapu jagad mulai dari rukun Yamani hingga ke rukun Hajar Aswad disetiap putaran. “Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanatan wa fil aakhirati hasanatan waqinaa azaabannaar. Wa adkhilnal jannata ma’al abraar, yaa”aziizu yaa gaffaaru yaa rabbal ‘alamiin”. Artinya: Wahai Tuhan kami, berkahilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akherat dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka. Dan masukkanlah kami ke dalam surga bersama orang2 yg berbuat baik, wahai Tuhan Yang Maha Mulia, Maha Pengampun dan Tuhan yang menguasai seluruh alam.

Alhamdulilah …. thowaf berjalan lancar. Walaupun ramai jamaah dan sesekali berdesakan ( maklum ka'bah selalu dikunjungi umat muslim diseluruh dunia tanpa henti, jadi tak pernah sepi), tapi Subhanallah...terasa lancar, tertib, longgar dan lebih cepat ( setidaknya menurut perkiraan saya ). Selama thowaf, saat memandang ke arah Ka'bah......setiap kali itu pula, hati saya bergetar sangat hebat dan akhirnya menangis dan menangis. Terasa ada kekuatan luar biasa saat memandang ka'bah. Allahu Akbar !! Allah Maha Besar....!! Sungguh benar-benar pengalaman spiritual yang tak pernah saya lupakan sepanjang hidup saya. Sampai sekarangpun saya masih bisa merasakan getaran indahnya saat memandang ka'bah. Ya Allah...saya akan merindukan moment indah selamanya.
Setelah melakukan thowaf, kami berdoa di multazam. Multazam adalah letak antara Hajar Aswad dengan pintu ka'bah. Dan berdoa di Multazam sangat mustajabah dan insya Allah akan dikabulkan oleh Allah SWT. Amien ya robbal alamien. Kami juga melakukan sholat 2 rokaat di depan maqom ibrahim. Shalat sunah 2 rakaat , pada rakaat pertama setelah membaca surat Al Fatihah, membaca surat Al Kaafirun dan pada raka’at kedua setelah membaca Al Fatihah, membaca surat Al Ikhlas, Hal ini mengajarkan bahwa kita berada dibarisan nabi Ibrahim AS.
Setelah itu kami melakukan Sa'i , yaitu berjalan dari bukit Shafa ke bukit Marwa bolak-balik sebanyak 7 kali. Saat melalui lampu berwarna hijau, kami berlari-lari kecil. Semua doa-doa saat melakukan Sa'i dibimbing oleh pembinbing kami. Rombongan kami sangat kompak sehingga bacaan doa-doa kami sesekali diikuti juga oleh jamaah lainnya. Tempat Sa'i juga terlihat ramai dan berjubel, tapi setelah kita jalani, ternyata longgar dan lancar kok. Alhamdulilah. Terima kasih ya Allah...untuk semua kemudahan ini. 

 
Saat melakukan Sa'i


Bukit Safa'



Bukit Safa'

Tak lupa kami meminum air zam-zam yang tersedia di tiap-tiap tempat sa'i. Pokoknya dijamin nggak akan kehausan deh. Air zam-zam ini terasa begitu segar. Hilanglah semua letih seketika. Bener-bener teringat perjuangan ibu Nabi Ismail, Siti Hajar saat berlari-lari di bukit safa – Marwah bolak balik sebanyak 7 kali untuk mencari minum buat putranya Nabi Ismail yang saat itu sedang kehausan, hingga akhirnya muncullah sebuah mukjizat ketika Nabi Ismail yang masih bayi menghentakkan kakinya ke tanah lalu keluarlah air mata itu, yang disebut ZAM-ZAM. Dan alhamdulilah...kami bisa menikmati kesegaran air zam-zam yang terkenal itu langsung dari tempat yang suci ini, di Masjidil Haram. Alhamdulilah....

Air Zam-zam yang disediakan di Masjidil Haram

Terakhir kalinya, kami melakukan tahalul, yaitu mencukur rambut sebagai tanda dihalalkannya semua yang haram saat kita berihrom. Dan rangkaian ibadah umrohpun selesai dengan lancar. Alhamdulilah........

Saat Tahallul ( Mencukur rambut )


( Bersambung ke Part 4........ )