Rabu, 30 April 2014

KEBERHASILAN ATAUPUN KEGAGALAN BERAWAL DARI RUMAH, YAITU KELUARGA

KEBERHASILAN ATAUPUN KEGAGALAN BERAWAL DARI RUMAH, YAITU KELUARGA


Oleh : Yuyung Riana, S. Psi

Keluarga ibarat miniatur masyarakat dan masyarakat seperti miniatur sebuah negara. Berangkat dari sebuah keluarga lah kita bisa meraih keberhasilan atau justru kegagalan. Dari keluargalah kita belajar tentang berbagai hal tentang kehidupan ini. Dari yang sifatnya sangat sederhana sampai yang berat sekalipun dan itu sangat kompleks sifatnya. Dari kasih sayang seorang ibu kita mendapatkan kehangatan dan kasih sayang yang tiada tara sehingga kedepannya akan mencetak generasi-generasi hebat yang cerdas tapi punya hati nurani. Dan dari ayah, kita mendapat sifat keteladanan dan figur yang kuat yang membuat kita pantang menyerah mengejar mimpi-mimpi kita. Ya idealnya seperti itu. Support dari sebuah keluarga yang hangat sangat berpengaruh bagi tumbuh kembang anak baik secara fisik dan psikis, dan ini akan terbawa saat dewasa terutama saat terjun ke masyarakat nantinya.Dan tentunya ini sangat dibutuhkan bagi generasi muda sebagai penerus bangsa.

Kalau kita perhatikan, sejarah banyak mencatat bahwa orang sukses berawal dari keluarga dan rumahnya. Pun juga sebaliknya, banyak orang yang terjerumus ke hal-hal yang negatif juga karena mempunyai latar belakang keluarga yang buruk, entah broken home, atau tak ada kehangatan dan keharmonisan dalam keluarga. Berapa banyak remaja yang terjerumus ke dunia narkoba karena tidak ada perhatian dari kedua orang tuanya, dsb. Dan itu semua membuktikan bahwa keluarga dengan keberhasilan ternyata mempunyai benang merah yang cukup kuat. Kesuksesan seseorang bukanlah sesuatu yang sifatnya instan. Keberhasilan seseorang juga bukanlah  proses yang sebentar. Namun Kesuksesan dan keberhasilan dalam hidup seseorang merupakan rangkaian peristiwa yang banyak faktornya. Diantara faktor utama yang sangat menentukan kesuksesan seseorang adalah faktor keluarga. Dari keluarga inilah seseorang bertolak menaiki tangga-tangga kesuksesan dan keberhasilan. Rumah benar-benar ibarat batu loncatan pertama yang digunakan seseorang meraih karier dan citanya.

“ Rumahku adalah surgaku dan tiada tempat yang lebih indah selain dirumah “. Tentunya kita tidak ingin kalimat tersebut hanya sebagai jargon semata bukan ? Coba kita ingat-ingat deh, bila kita sedang bepergian ke luar kota untuk beberapa hari lamanya. Apa yang kita rindukan dari rumah kita ? Suasana kehangatan seluruh penghuni rumahkah ? Perhatian, support dan komunikasi seluruh penghuni rumahkah ? Barang-barang koleksi kita di rumah ? Hewan peliharaan kita ? Atau tidak ada yang kita rindukan sama sekali di rumah kita ? Tanyakan kepada hati nurani kita yang terdalam dan disanalah akan ditemui jawaban sejujurnya.
Setiap keluarga akan sangat bervariasi budaya dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin bagi beberapa keluarga kualitas waktu lebih penting ketimbang kuantitas. Ya ini mungkin berlaku bagi keluarga yang kedua orang tuanya bekerja. Tapi bagi keluarga yang lain kuantitas yang lebih penting. Karena dengan seringnya bertatap muka, berinteraksi dan berkomunikasi dengan baik akan menambah kedekatan emosional antar satu dengan yang lainnya. Saling support dan mendoakan satu sama lain.Ya....semua memang pilihan. 
 
Akan sangat jauh berbeda hasilnya, pola kebiasaan dan budaya di rumah yang dibangun dengan kehangatan dan keharmonisan bila dibandingkan dengan keluarga yang hanya disatukan oleh hubungan darah semata tapi tidak ada kedekatan emosional sama sekali. Semua sibuk dengan urusan sendiri-sendiri dan lebih mementingkan aktivitas diluar rumah yang tidak perlu. Sehingga seolah-olah mereka punya “dunia sendiri” yang lebih menarik daripada sekedar berkumpul di rumah, nonton tv bersama, makan bersama di meja makan dan hal-hal sederhana lainnya. Kesemuanya hal kecil yang bila dibiarkan akan semakin membesar dan kompleks akibatnya dan tanpa disadari itu membentuk karakter kepribadian bagi masing-masing individu.

Apalagi saat ini kemajuan teknologi yang sedemikian cepat membuat jurang pemisah yang sangat curam dengan hubungan interpersonal sesama manusia. Lihat saja generasi sekarang kalau sudah memegang gadget di tangan, wah, serasa punya dunia sendiri walaupun hanya sebatas dunia maya. Terlalu terbawa arus dunia maya menjadikan kita apatis, autis , egois dan tak peduli dengan lingkungan sekitar. Dan that's fact. Terkadang bentuk eksistensi yang kita capai dengan susah payah, tapi jika tak ada penghargaan dan apresiasi dari keluarga menjadi tak ada artinya sama sekali. So, untuk apa prestasi yang kita raih kalau ucapan selamat, pelukan hangat dan support tidak kita dapatkan dari keluarga. So sad !

“ Kembali ke rumah ”. Sebuah kalimat sederhana yang besar maknanya. Seorang kriminal besar pun pasti suatu saat dalam hidupnya akan merindukan kembali ke rumah. So...bagaimana dengan keluarga kita ? Apakah keluarga kita adalah keluarga yang membawa kita berhasil atau justru malah sebaliknya. Keluarga....hanya itu yang kita punya. Dari sanalah akan dicetak generasi-generasi penerus bangsa masa depan.

Minggu, 16 Maret 2014

NIKMAT YANG TERLUPA

NIKMAT YANG TERLUPA

By : Yuyung Riana, S. Psi


Bersyukur , tentu kita semua sudah tahu akan keharusan kita sebagai manusia kepada Sang Pencipta untuk mensyukuri setiap nikmat-Nya . Dan mungkin sering terucap lewat bibir kita ucapan rasa syukur itu. Tapi sungguhkah kita bisa memaknainya dalam kehidupan ? Sungguh itu tidak mudah walaupun terkesan sangat simpel. 

Bersyukur menjadi sesuatu yang tidak mudah karena nikmat-Nya sungguh tak terukur besarnya dan tak mampu kita sebagai manusia untuk menghitungnya. Bahkan mungkin kita tidak pernah menyadarinya. Kenyataannya, kita justru terfokus pada hal-hal yang belum bisa kita capai dan meratapi ketidakmampuan serta kegagalan kita. Kita terfokus pada masalah dan musibah yang menimpa kita. Tapi tahukah kita, bahwa Allah memberikan kita masalah dan musibah sebenarnya ada rahmat didalamnya yang kita belum tahu maknanya untuk apa. Dan kesemuanya itu menjadi kita terlupa untuk bersyukur. Walaupun di bibir terucap rasa syukur, tapi mungkin hati masih belum bisa ikhlas. 

Terkadang kita terlupa akan nikmat berupa kesehatan dan waktu. Rasulullah bersabda, “Ada dua kenikmatan, banyak manusia menjadi merugi gara-gara dua kenikmatan ini, yaitu; nikmat kesehatan dan nikmat waktu luang.” (H.R. Bukhari) . Terkadang kita lupa setiap nafas yang kita hela ada nikmat luar biasa disana. Kita bisa bangun di pagi hari, menjalankan aktivitas selama seharian sampai tidur lagi dengan lancar. Kita diperjalanan keluar dari rumah hingga sampai pulang kerumah dengan selamat. Sungguh jika kita hitung secara matematis, akan habis waktu dan tenaga untuk nikmat yang diberikan Allah kepada kita. MasyaAllah.......

Tentang waktu, kita bahkan tak sempat menyadari, di titik usia saat ini, apa saja yang sudah kita manfaatkan dengan nikmat yang Allah berikan ini untuk kita. Ya Allah....ampuni hamba-Mu ini Ya Allah....Tetesan air mata ini takkan mampu menebus semua waktu yang terbuang sia-sia.

Masyaallah... terlalu banyak nikmat yang tidak mampu kita runut satu persatu, Semuanya harus saya syukuri. Kita manusia biasa yang tidak pernah puas. Semoga rasa tidak pernah puas itu akan selalu mengantarkan kita untuk senantiasa berbuat lebih baik, berusaha lebih kuat, dan tawakal kepada Allah. Meski bagaimana pun, kita harus meyakini bahwa apa-apa yang dianugerahkan kepada kita adalah yang terbaik untuk kita. Apapun itu. Mudah-mudahan kita termemotivasi untuk senantiasa mensyukuri semua nikmat Allah dengan syukur yang sedalam-dalamnya. Amin.

Terkadang jika kita tertimpa kesulitan kita sering mengeluh, padahal diluar itu semua nikmat yang sudah kita dapat sungguh sangat berlebihan jika dibandingkan dengan ujian dan musibah yang “ hanya kadang-kadang “ kita terima saat ini . Tapi kita terlupa untuk mensyukurinya. Dengan adnya ujian hidup biasanya kita semakin mendekatkan diri kepada-Nya. Itulah cara Allah berkomunikasi dengan makhluknya. Mungkin dengan ujian dan cobaan Allah rindu dengan doa-doa kita, rindu tangisan harapan kita, rindu dengan keihklasan kita. Sungguh sejatinya dengan ujian dan kesulitan pun ada rahmat dan nikmat didalamnya seandainya kita mendarinya. MasyaAllah......

FABIAYYI ALAA 'IRAABIKUMAA TUKADZDZIBAANN (maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan). Tiga puluh ayat dalam surat Ar Rahman memiliki kalimat ini; maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan? Berulang, Allah memberi peringatan kepada kita; maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?

Melalui surat ini Allah seolah memberi sinyal kepada kita akan sifat kita yang pelupa, kufur nikmat, dan tidak mau berfikir. Ya, tiga hal itu yang ada dibenak saya (semoga Allah mengampuni kesalahanku) ketika ayat demi ayat dibaca. Amin.

Semoga kita menjadi manusia yang pandai bersyukur dan ikhlas. Memang tidak mudah tapi kita harus berusaha.Hidup ini indah dan terlalu indah untuk diburamkan dengan hal-hal yang belum kita dapatkan hingga saat ini. Hidupku sungguh sempurna walaupun mungkin dimata orang lain aku tidak sempurna.
“ Ya Allah tolonglah kami untuk selalu ingat kepada Mu, untuk selalu bersyukur kepada Mu, dan untuk selalu memperbaiki ibadat kepada Mu.” Amin.



Rabu, 04 Desember 2013

KESEPIAN ATAU MERASA SEPI DALAM KERAMAIAN ?

KESEPIAN ATAU MERASA SEPI DALAM KERAMAIAN ?

Oleh : Yuyung Riana, S.Psi



Loneliness.....
Setiap dari kita pasti pernah merasa kesepian. Yang membuat perbedaan adalah kadarnya, lamanya, penyebabnya dan tentu saja penanganannya. Kebanyakan orang menghindari kesepian karena kesepian berkonotasi negatif, atau paling tidak menimbulkan perasaan tidak menyenangkan.
Seseorang bisa saja memiliki banyak teman dan keluarga, tetapi jauh di dalam hatinya ia tetap merasa sendiri. Penyebabnya, karena merasa tidak dimengerti, tidak didengarkan, atau merasa berbeda dari orang lain. Semakin seseorang memikirkan kebahagiaan, rasa kesepian itu pun semakin mendera.

Seiring perkembangan zaman, media sosialpun ikut berkembang secara pesat. Kini, banyak orang mempunyai account facebook dan instagram, untuk tetap terhubung satu sama lain, untuk bisa tahu apa yang tengah dilakukan temannya atau komunitasnya. Whatsup messenger menjadi sarana penghubung yang tak kenal cuaca, waktu (waktu kerja, waktu keluarga maupun waktu berdoa, bahkan - waktu tidur sekali pun). Memang tidak semua orang ber - account instagram dan facebook maupun melakukan online chat adalah orang-orang kesepian. Premisnya tidaklah demikian. Namun faktanya, hampir semua orang sepertinya ingin menyapa dan disapa, berkomentar dan dikomentari; ingin menjadi bagian dari komunitas. Mall, cafe dan resto makin ramai dikunjungi bukan sekedar untuk mengenyangkan perut, namun sebagai kesempatan untuk networking, reuni dan menyambung rasa. Keinginan untuk keep in touch  menjadi kebutuhan yang tidak ada hentinya.
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan hal ini, namun persoalannya, ternyata banyak orang yang tetap merasa kesepian di tengah kongkow-kongkow, di tengah keramaian maupun di tengah tingginya frekuensi lalu lintas komunikasi via chatting online. Kesepian tidak dialami orang yang tinggal di puncak gunung atau desa terpencil, karena mereka yang hidup di kota besar yang padat penduduk dan hingar bingar hiburan pun ternyata lebih banyak yang merasa kesepian.

Perasaan Kesepian
Menurut definisi wikipedia, "Loneliness is an unpleasant feeling in which a person experiences a strong sense of emptiness and solitude resulting from inadequate levels of social relationships. However, it is a subjective experience.[1] Loneliness has also been described as social pain - a psychological mechanism meant to alert an individual of undesired isolation and motivate her/him to seek social connections.[2]

Perasaan kesepian memang sering di korelasikan dengan tiadanya teman dan kurangnya kasih sayang. Menurut James Park, seorang  filsuf beraliran eksistensialis mengatakan bahwa perasaan kesepian tidak selalu disebabkan oleh kurangnya cinta dan teman, namun karena sering disalahartikan dan tidak dipahami, maka segala jenis kesepian lantas diatasi dengan cara bersosialisasi, pacaran, menikah, dsb yang semua berkaitan dengan
interpersonal relationship. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini ada uraian singkat mengenai penyebab kesepian yang ternyata bukan melulu urusan cinta.   


Penyebab Kesepian
Anak-anak, remaja, orang muda hingga manula, pernah mengalami rasa kesepian. Anak-anak merasa kesepian ketika ditinggal pergi orangtua mereka. Istri/suami yang kesepian karena kehilangan pasangan, akibat kematian atau perpisahan. Seorang gadis atau pemuda kesepian setelah putus dari pacar. Ibu yang kesepian karena anak-anaknya tinggal di luar kota. Atau seseorang yang karena sakit harus tinggal di rumah atau di rumah sakit, terisolasi dari teman-teman dan keluarga. Pindah rumah atau pindah sekolah bisa juga menyebabkan kesepian karena tercabut dari komunitasnya dan harus menghadapi komunitas baru.

Kesepian yang disebabkan perubahan sosial atau pun perubahan kondisi eksternal dikatakan bersifat temporer dan relatif lebih mudah diatasi. Sementara itu ada jenis kesepian lain yang disebutkan di atas, yakni merasa kesepian di tengah keramaian, berada di pesta, sedang berkumpul dengan teman, berada di tengah keluarga. Jadi dalam situasi dan lingkupan apapun, perasaan kesepian itu tetap ada. Inilah yang dikatakan existential loneliness. Seseorang yang mengalami eksistensial loneliness, tidak peduli sebanyak dan setinggi apapun frekuensi outing, dating dan chatting-nya, akan tetap merasa kesepian. Menurut artikel dari Associate Press, "quantity of contact does not translate into quality of contact".[3]


Existential Loneliness/kesepian eksistensial
Kesepian eksistensial kerap menjadi sesuatu yang bersifat kronis karena sudah terjadi dalam jangka waktu lama tanpa disadari atau memang sengaja diabaikan. Artinya, perasaan kesepian itu disadari namun tidak ditindaklanjuti karena berpikir perasaan itu disebabkan karena faktor lingkungan.

Kesepian yang bersifat kronis ini menimbulkan perasaan hampa yang menyedihkan, sehingga banyak yang tidak tahan dan mengalami depresi. Kehampaan yang bersumber dari dalam jiwa ini terjadi karena sebab yang bermacam-macam, bisa karena hidup tanpa arah dan tujuan, sehingga dari hari ke hari seperti robot, hanya mengikuti irama rutinitas. Ada yang belum menemukan makna, karena hidupnya sangat terbatas, bukan miskin - tapi terlalu steril, flat, datar karena terlalu takut mengambil resiko sehingga tidak berani mengarungi kesempatan dan kemungkinan. Ada pula yang merasa kosong, karena tidak menemukan hal baik dan positif dari dirinya, sehingga tidak tahu apa gunanya dia dilahirkan, apa gunanya kehidupan ini dan apa gunanya ia bagi orang lain.

Ada yang berusaha menghilangkan rasa sepi, hampa dan kosong dengan bergaul sebanyak dan sesering mungkin. Ada pula yang mencari cinta, karena dipikirnya, cinta seseorang akan melengkapi kekosongan jiwa. Seperti kata Tom Cruise dalam film Jerry McGuire, yang berkata "you complete me". Secara filosofis dan psikologis, kehampaan jiwa tidak mungkin diatasi dengan menanam cinta/import cinta dari luar, dan hal ini menurut para filsuf adalah tindakan ilusi yang "tidak nyambung". Maka, ganti pasangan, mencari cinta baru yang dianggap dan diharapkan bisa mengatasi kekosongan - adalah tindakan mustahil.  Karena solusinya tidak bisa dengan menambal kehampaan dari luar. Pertumbuhan itu harus dari dalam.


Dampak dari kesepian
Perasaan kesepian jika berkepanjangan bisa menimbulkan berbagai persoalan lanjutan. Problem adaptasi sosial, sulit berteman, suka menyendiri bahkan hambatan akademik yang membuat prestasinya jauh dari optimal, merupakan dampak dari perasaan kesepian panjang yang dialami oleh anak-anak. Bahkan, menurut Marano, anak-anak kesepian karena social rejection, diabaikan dan disingkirkan dari lingkungan sosial (ataupun keluarga), merupakan salah satu penyebab putus sekolah; karena dalam kesehariannya, mereka cenderung menunjukkan perilaku agresif, dan apa yang diistilahkan sebagai kenakalan, serta bentuk perilaku antisosial lainnya. Di kalangan dewasa, kesepian dikatakan sebagai penyebab depresi serta adiksi, baik itu adiksi terhadap relationship (co-dependent), sex, belanja (shopaholic), kerja (workaholic), alkohol /minuman keras, maupun obat-obatan terlarang (substant abuse).

Secara medis juga memperlihatkan dampak kesepian terhadap kesehatan. John Cacioppo dari University of Chicago meneliti dampak kesepian ini dan secara mengejutkan menemukan bahwa:
  • Orang yang kesepian dilaporkan mempunyai tingkat stress yang lebih tinggi, bahkan di saat rileks dibandingkan dengan orang-orang yang tidak kesepian.
  • Kesepian meningkatkan sirkulasi hormon stress dan meningkatkan tekanan darah. Pengaruhnya kepada sistem sirkulasi jantung yang bekerja lebih keras dan menghadapi potensi kerusakan akibat tekanan yang tidak stabil.
  • Kesepian mengganggu kualitas dan efektivitas tidur sehingga menghambat proses restorasi fisik maupun psikologis yang diperlukan tubuh. Orang-orang yang mengalami kesepian lebih sering terbangun malam hari dan tidur lebih sedikit dibandingkan mereka yang tidak kesepian.

Indahnya kesepian
Kesepian tidak selalu berdampak buruk. Kesepian eksistensial, yakni kesepian yang tidak disebabkan persoalan interpersonal merupakan alarm dari situasi yang harus segera di hadapi atau diselesaikan. 
Dengan demikian, perasaan kesepian yang dialami perlu di pertanyakan. Tidak semua bisa di obati dengan cara bersosialisasi atau pun mencari cinta yang baru. Perasaan kesepian bisa jadi pertanda bahwa ada kebutuhan mendesak yang harus kita tanggapi dalam diri sendiri, entah itu untuk menyelesaikan persoalan yang tertunda, menanggapi tantangan hidup, harus mengembangkan potensi diri, membuat keputusan akan masa depan dan menjalaninya dengan berani, atau untuk menginggalkan pola hidup selama ini yang tidak produktif, dsb. Intinya, perasaan kesepian adalah awal dari pertumbuhan. Maka, adalah keliru jika orang berusaha menghindari kesepian karena dalam sepi lah kita bisa bertemu dengan diri sendiri dan berdialog secara jujur untuk menemukan apa yang terbaik dan harus kita lakukan saat ini dan di masa mendatang. Persoalan berikutnya adalah, bagaimana menjalankan apa yang sudah seharusnya dan sudah saatnya untuk kita laksanakan. Semakin ditunda, semakin jauh kita dari perjalanan menemukan diri dan menumbuhkan kepribadian yang sesuai dengan tujuan & panggilan hidup kita.  ( Jacinta F. Rini )
Jadi kesepian tidak selalu membunuh khan ?. Temukan jati diri kita dalam kesepian kita.

Senin, 04 November 2013

MOMENTUM TAHUN BARU ISLAM 1 MUHARRAM 1435 HIJRIYAH

MOMENTUM TAHUN BARU ISLAM
1 MUHARRAM 1435 HIJRIYAH





           Sekarang kita sudah berada di Bulan November, tinggal melewati satu bulan lagi kita akan memasuki Tahun Baru Masehi 2014. Untuk sebagian orang mungkin sudah punya planning untuk menghabiskan malam pergantian tahun baru 2014 nanti. Bahkan mungkin sudah jauh-jauh hari dipersiapkan. Apalagi untuk yang harus bepergian keluar negeri untuk melewati moment Old and New yang terkesan sangat istimewa dan “ mahal “. Semua hotel sudah full boked beberapa bulan yang lalu. Semua artis pada panen job yang konon tarifnya bisa berlipat-lipat dari tarif biasanya. Semua Event Organiser pada berlomba-lomba menawarkan program-program Old & New yang bervariasi. Dan terkadang kita pun ikut terbawa euforianya. Bahkan untuk yang berkantong tebal, melewati malam pergantian tahun baru masehi dengan berfoya-foya dan party yang heboh dengan beberapa kaum sosialitanya. Bahkan semua acara di televisi berlomba-lomba menyiarkan secara ' live ' kondisi malam pergantian tahun baru masehi dari berbagai negara di dunia. Kembang api yang indah menghiasi langit langit di malam pergantian tahun baru diiringi bunyi terompet yang bersahut-sahutan. Wow....sungguh spektakuler.
          Dan hari ini, tanggal 5 November 2013, adalah bertepatan dengan Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1435 Hijriyah. Hanya selang beberapa minggu dengan tahun baru masehi. Tetapi euforia nya hampir tak terdengar . Mungkin kita hanya melewati momentum semalam dengan mengucapkan “ Selamat Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1435 H. semoga kita semakin sukses.” Dan kita melewati libur sehari ini dengan seperti liburan biasa . Sungguh kondisi yang sangat ekstrim ...Ya...mungkin ekspetasinya tidak harus semeriah atau semahal penyambutan tahun baru masehi lah. Karena itu juga tidak mencerminkan budaya kita dan tidak islami. Bukan meriah atau tidaknya suatu pesta yang digaris bawahi disini. Paling tidak kita lebih excited menyambutnya. Satu Muharram hendaknya tidak diperingati seperti tahun baru masehi yang banyak berpesta. Melainkan diperingati dengan kegiatan yang mengedukasi masalah agama, membangun diri menjadi lebih baik, serta berbagi pada sesama. Tahun baru Islam sebaiknya diisi dengan bermuhasabah dan banyak istiqfar. Minimal kita bisa memaknai apa yang terjadi dalam momentum Tahun Baru Islam ini, yang mungkin kita sudah lupa atau bahkan mungkin belum pernah mendengar sejarahnya.
        Di balik Tahun baru Islam ini (Tahun Hijriah) ada peristiwa hebat yang sangat bersejarah. Sebuah peristiwa perintah dari Allah melalui seruan Rasul-Nya kepada seluruh umat muslim untuk berhijrah (berpindah tempat) dikarenakan Mekkah sudah tidak aman. Dan makna yang terkandung di dalam kisah ini adalah keharusan kita untuk berpindah dari suatu tempat ke tempat lain bilamana tempat tersebut sudah tidak kondusif. Hijrah dari yang buruk-buruk ke yang baik-baik, hijrah dari tidak pernah shalat berjamaah kepada shalat berjamaah,  hijrah yang lain-lainnya. Intinya Hijrah ke ARAH yang LEBIH BAIK.
         Begitu besar makna yang terkandung dibalik momen tahun baru Islam tersebut. Sayang jika hanya momentum kali ini hanya dilewati sebagai ‘jatah libur satu hari’.
Jika kita tahu makna dari tahun baru Islam yang sebenarnya, pastilah momentum ini tidak akan terlewat begitu saja…
Jika kita mengetahui peristiwa menyejarah di balik tahun baru ini, pasti terjadilah transformasi kebaikan yang menghapus keburukan..
Jika kita mengetahui esensi di tahun ini, pastilah Tahun Baru Islam lebih di ingat ketimbang tahun baru masehi…
Dan jika saja kita merenung, apa sajakah kebaikan kita di tahun ini? Seberapa banyak keburukan yang kita lakukan di tahun ini?  Lalu apakah tahun ini LEBIH BAIK dari tahun sebelumnya? Karena sesungguhnya orang yang beruntung adalah ia yang HARI INI LEBIH BAIK DARI HARI KEMARIN.
Hijrah… begitu banyak makna yang terkandung di dalamnya, ia nya tidak dapat dimaknai dengan hanya berpindah tempat, tetapi lebih berpindah dari suatu kebiasaan ‘buruk’ ke kebiasaan yang ‘baik’..Menyambut tahun baru hijriyah bukanlah dengan memperingatinya dan memeriahkannya. Namun yang harus kita ingat adalah dengan bertambahnya waktu, maka semakin dekat pula kematian.
Maka, sudah sewajarnyalah kita berucap doa di awal tahun ini, meminta ampunan untuk tahun ini dan harap untuk tahun yang akan datang dan menyukuri segala nikmatNya.
Menegakkan kebenaran dan memberantas kebathilan adalah spirit utama peringatan satu Muharram. Kemenangan melawan kebathilan tidak pernah terwujud tanpa usaha serius dari manusia.
Oleh karena itu, alangkah baiknya peringatan tahun baru islam harus dijadikan momentum evaluasi diri dan menegakan kebenaran yang diawali dari diri sendiri.

“ SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1 MUHARRAM 1435 HIJRIYAH “
Semoga kita berhijrah ke kondisi yang lebih baik dalam segala bidang. Amin ya Robbal alamin.

Kamis, 10 Oktober 2013

PSIKOSOMATIS

PSIKOSOMATIS


Kita mungkin pernah mengalami gangguan kesehatan yang sangat mengganggu, tetapi setelah berobat ke dokter dengan melewati segala rangkaian pemeriksaan medis yang lengkap, ternyata hasilnya kita dinyatakan sehat , alias tidak ada penyakit secara medis. Tentu kita bertanya-tanya kenapa itu bisa terjadi, karena faktanya kita yang merasakan adanya penyakit dalam tubuh kita.
Atau contoh sederhana saja, saat kita cemas dan takut menghadapi ujian akhir, atau saat tes wawancara kerja yang menegangkan, tubuh kita pasti ikut bereaksi, perut tiba-tiba menjadi mules, keringat dingin atau bolak-balik ke kamar mandi untuk buang air kecil, semua reaksi tersebut adalah manifestasi dari perasaan  tegang dan cemas kita. So.....apa yang sebenarnya terjadi dalam tubuh kita ?

Apakah Psikosomatis itu ?
Gangguan psikosomatis atau somatisasi adalah gangguan psikis yang menyebabkan munculnya gangguan fisik. Pendek kata, psikosomatik adalah penyakit fisik yang disebabkan oleh pikiran negatif dan/atau masalah emosi. Masalah emosi itu antara lain rasa berdosa, merasa punya penyakit, stress, depresi, kecewa, kecemasan atau masalah emosi negatif lainnya. Gangguan ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa, anak-anak pun bisa mengalaminya.

Perlu diketahui bahwa pikiran dapat menyebabkan gejala fisik. Sebagai contoh, ketika seseorang takut atau cemas dapat memacu detak jantung yang cepat, jantung berdebar, merasa sakit, gemetar (tremor), berkeringat, mulut kering, sakit dada, sakit kepala, dan bernafas cepat. Gejala-gejala fisik tersebut melalui saraf otak mengirim impuls tersebut ke berbagai bagian tubuh, dan pelepasan adrenalin ke dalam aliran darah.

Gejala:
Psikosomatis ditandai dengan adanya keluhan dengan gejala fisik yang beragam. Namun umumnya penderita mengalami atau mengeluhkan beberapa gejala berikut:
* mual
* muntah
* sendawa
* sakit perut
* rasa pedih
* kulit gatal
* pusing
* nyeri saat berhubungan seksual

Bagaimana cara membedakan psikosomatis dengan penyakit biasa?
Ciri-cirinya psikosomatis ditandai dengan adanya keluhan dengan gejala fisik yang beragam, antara lain seperti yang anda rasakan yaitu mulai dari pegal-pegal, nyeri di bagian tubuh tertentu, mual, muntah, kembung atau perut tidak enak, sendawa, serta sekujur tubuh terasa tidak nyaman. Tak jarang, ada yang merasa kulitnya seperti gatal, kesemutan, mati rasa, pedih seperti terbakar, dan sebagainya.
Rasa sakit di kepala, migrain, nyeri di bagian dada, punggung dan tulang belakang, linu pada persendian, bahkan sampai rasa nyeri saat berhubungan seks juga bisa saja disebabkan oleh masalah emosi.
Keluhan semacam itu bisa berlangsung lama dan berulang-ulang serta berganti-ganti atau berpindah-pindah tempat, dan memang bisa dirasa sangat mengganggu sehingga wajar jika Anda bolak-balik memeriksakan diri ke dokter.
Orang yang mengalami psikosomatis mungkin akan sulit membedakan apakah penyakit yang diderita itu psikosomatis atau disebabkan gangguan organis biasa, apalagi jika masalah emosi/pikiran penyebab sakit itu tidak disadari. Cara paling mudah dan akurat untuk mengetahui apakah suatu penyakit adalah psikosomatis atau sakit biasa adalah dengan hipnotis. Pikiran bawah sadar tahu apa yang terjadi pada Anda. Hypnotherapist bisa bertanya langsung ke pikiran bawah sadar Anda.
Namun, disarankan apabila anda sakit, tetaplah periksa ke dokter. Apabila setelah dilakukan pemeriksaan secara medis tidak ditemukan akar penyebab masalahnya, maka diduga kuat anda mengalami psikosomatis. Begitu pula apabila penyakit-penyakit ringan sering kambuh seolah tak ada hentinya. Kemungkinan anda mengalami psikosomatis.
Gejala psikosomatis bisa saja diringankan dengan obat-obatan semisal penahan rasa sakit. Namun itu hanya menahan sementara, dan gejala penyakit akan muncul kembali berulang-ulang, dan kadang dalam bentuk yang berbeda-beda. Obat-obatan hanya menangani gejala. Selama penyebabnya (program pikiran dan emosi negatif) masih ada, gejala penyakit akan terus timbul.

Pengobatan:
Ada dua macam pengobatan untuk gangguan psikosomatik, pengobatan fisik dan mental. Pengobatan fisik disesuaikan dengan penyakit yang diderita. Sedangkan perawatan mental dapat dilakukan dengan hipnoterapi, obat, atau dengan bantuan psikolog.

Tips untuk menghindari gangguan psikosomatis :
Dari situasi tersebut penderita psikosomatis tidaklah bisa disembuhkan melalui pengobatan secara medis dengan obat-obatan. Penyembuhan bagi penderita psikosomatis adalah dari “dalam diri” si penderita supaya tidak terjadi stres yang berkepanjangan, untuk itu ada beberapa solusi untuk menghindari terjadinya stres dan sembuh dari psikosomatis yaitu :
1. Hidup dengan pola pikir positif
Harus dapat merubah mind set agar lebih positif, ketika kita positif maka kita bisa menerima hal-hal yang terjadi di kehidupan kita sehingga kita akan terhindar dari stres.
2. Realistis
Manusia yang realistis lebih dapat menerima kenyataan, dapat pasrah dan menerima apa adanya.
3. Lawan
stres harus dilawan atau dikalahkan dengan kekuatan dari dalam diri manusia itu sendiri yaitu berpikiran positif.
4. Sehat jasmani dan rohani
Menjalankan pola hidup yang benar dengan mengkonsumsi 4 sehat 5 sempurna, cukup tidur dan berolah raga. Lakukan relaksasi, meditasi, yoga atau dapat dengan meluangkan waktu untuk berlibur melepaskan dari kepenatan rutinitas kita sehari-hari.

Psikosomatis perlu ditangani sedini mungkin sebab dapat mempengaruhi yang lain, karena pada tahap yang intens akan mengganggu kualitas hidup manusia tersebut terhadap orang lain. Sebagai contoh penderita psikosomatis parah akan mengalami penebalan kulit yang menimbulkan bau. Keadaan inilah yang akan mengganggu manusia disekelilingnya dan bagi penderita bisa menurunkan rasa percaya diri yang dapat lebih memperburuk keadaan si penderita.


Rabu, 25 September 2013

MEMAHAMI KEPRIBADIAN INTROVERT

MEMAHAMI KEPRIBADIAN INTROVERT


Oleh : Yuyung Riana, S.Psi


          Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin kita pernah bertemu atau mengenal seseorang dengan sikap dan perilaku yang susah dimengerti dan dipahami. Bahkan terkesan “ aneh “. Orangnya cuek dan terkesan arogan . Jarang berbasa-basi. Harus dipaksa berkali-kali hanya untuk mau bergaul, kongkow, pesta, atau sekedar kumpul-kumpul dan bersosialisasi. Berpikirnya seribu kali kalau diajak main. Tidak banyak bicara. Bicarapun hanya seperlunya saja. Jarang menyapa ketika sedang berpapasan. Lebih suka menyendiri. Jika demikian mungkin Anda sedang berhadapan dengan seseorang yang berkepribadian introvert. Dan “ berita baiknya “ saya termasuk didalamnya, hehehe...
          Dari sisi luar mungkin orang yang introvert terlihat seperti yang disebutkan diatas tadi. Tapi tahukah anda jika dipahami dari sisi si “ introvert “ ini sungguh tidak ingin terlihat seperti itu. Si “ Introvert “ sebenarnya juga ingin terlihat seperti para “ Ekstrovert “ pada umumnya . Berusaha lebih bisa bergaul dan bersosialisasi, ramah, cepat akrab dengan siapa saja, terbuka dan ceria, mempunyai teman dan sahabat yang banyak, lebih mudah berkomunikasi dsb. Dan ini terkadang membuat para introvert sedikit tertekan dengan kesalah pahaman mereka yang sebenarnya hanya karena mereka tidak memahami dengan benar akan si introvert ini.
       Menjadi introvert bukan suatu pilihan. Tapi mau gimana lagi, wong ini udah dari sononya begitu, hehehehe..... Biarkan orang-orang menjudge saya, saya memang begini apa adanya. Menjadi pendiam itu bukan sebuah kutukan. Kita tidak selamanya terasingkan. Ada kalanya kita cerewet dan tertawa terbahak-bahak dengan teman-teman dekat kita. Orang introvert memang cenderung memiliki sedikit teman. Meskipun sedikit, tapi berkualitas karena teman mereka adalah teman-teman dekat atau sahabat yang bisa dipercaya. Dan saya akui itu. Saya punya beberapa teman lama yang masih eksis sampai sekarang. Ketika bersama mereka, saya benar-benar merasa jadi diri saya. Mereka tahu baik buruknya saya. Saya bisa bercanda dan tertawa lepas bersama mereka. Ini sungguh kontras bila saya berada di tengah orang-orang yang berbeda.
        Orang introvert itu mungkin terlihat cuek. Tapi di balik kecuekannya itu mereka terkadang memiliki “kekepoan” yang luar biasa. Dalam kesendirian, mereka senang membaca.Ini memang benar, ketika waktu senggang, saya lebih suka menyibukkan diri dengan googling atau browsing. Mulai dari membaca informasi gak penting sampai informasi yang benar-benar penting. Mungkin mereka sering terlihat “ kaku “ kalau berinteraksi dengan lingkungan sekitar, tapi sebenarnya mereka memiliki wawasan yang sangat luas dan cenderung jenius . Cuman sayangnya mereka kurang bisa mengungkapkan kepandaian mereka. Kurang bisa mengkomunikasikan dengan baik, itu saja Semua itu karena terbatasnya kemampuan berinteraksi mereka. Eits, tapi jangan salah lho! Mereka bisa jadi pembicara yang luar biasa ketika dihadapkan dalam sebuah forum resmi.
          Dan satu hal lagi, orang introvert juga cenderung lebih aktif di dunia maya. Jangan heran kalau mereka lebih seru di jejaring sosial. Mereka memang lebih nyaman mengungkapkan segala sesuatu dengan tulisan. Mungkin salah satunya saya, hehehe... . Saya suka sekali ngeblog, nulis artikel atau cerita fiksi. Saya lebih senang mengungkapkan pemikiran dalam rangkaian kata-kata. Makannya jangan heran kalau banyak orang introvert yang jadi penulis atau ahli filsafat. Penulis dan filsuf seperti Plato, Jean-Paul Sartre, Friedrich Nietzsche atau Milan Kundera adalah contohnya. Mereka besar dengan tulisan mereka yang fenomenal, bahkan kontroversial.
          Adalah dari orang yang pertama kali mengemukakan istilah Introvert, dialah Carl Gustav Jung seorang psikiater pelopor psikologi analistis asal Swiss, dan kira-kira menurut Jung kepribadian mana yang lebih baik? Hmm, ternyata Introvert ! Menurut Jung, orang-orang introvert adalah mereka yg terampil dalam melakukan perjalanan ke dunia dalam, yaitu diri mereka sendiri. Mereka selalu mencoba memahami diri mereka sendiri dengan melakukan banyak perenungan dan berkontemplasi. Pada akhirnya mereka menjadi orang yang memahami dirinya, berpendirian keras, tidak mudah terpengaruh oleh orang lain, dan mengetahui apa yang menjadi tujuan dalam hidupnya. Namun ada kelebihan tentunya akan ada kekurangannya, mereka yg introvert seringkali terlalu disibukkan dengan dirinya sendiri, kurang peka terhadap lingkungannya dan akhirnya lingkungannya juga tidak dapat menerima mereka yg introvert dengan baik. Mereka tau apa yg mereka mau namun sulit untuk mengkomunikasikannya kepada orang lain. Hal ini membuat mereka yang introvert seringkali dicap sebagai orang aneh.
           Ya, begitulah introvert. Terkadang pemikiran mereka agak berbeda dari pemikiran kebanyakan orang. Mereka orang yang sangat prinsipal dan memandang hidup secara esensial. Pemikiran mereka cenderung masuk ke dalam. Terkadang, mereka tak mau mengikuti alur hidup orang kebanyakan. Pemikiran mereka jauh dari kata mainstream. Mereka adalah para pemikir abstrak yang tak mudah dijebak. Mereka tidak mudah terpengaruh oleh orang lain. Tapi mereka juga tak akan berusaha untuk mempengaruhi orang lain. Orang lain akan terpengaruh dengan sendirinya tanpa orasi basa-basi. And it’s naturally!

Dibawah ini ada beberapa “ klarifikasi “ dari si Introvert tentang kesalah pahaman terhadap kepribadian mereka :

► Introvert itu arogan? 

Tidak juga. Kesalahpahaman ini mungkin ada hubungannya dengan wujud para introvert yang lebih cerdas, lebih berkepala dingin, lebih tenang, lebih reflektif, dan lebih sensitif dibanding ekstrovert. Selain itu, mungkin karena kami kurang melakukan basa basi. Introvert cenderung berpikir sebelum berbicara sedangkan ekstrovert berbicara sambil berpikir.

Introvert hampir selalu memperkirakan setiap perkataannya atau bisa dibilang cenderung kalkulatif. Apakah perkataan ini  penting, bisa dianggap lucukah, cocokkah ini dengan konteks, bagaimana kira-kira reaksi pendengarnya, atau bagaimana efek jangka panjangnya. Dengan demikian introvert kemungkinan besar tidak pernah keceplosan, semua kata-katanya terencana. Kalaupun pernah terdengar seperti keceplosan, pasti itu disengaja.

► Introvert itu pendiam? Mahal suaranya?

Introvert bukan pendiam walaupun kami memang cenderung diam alias tidak banyak bicara. Hanya saja introvert tidak suka berbicara dengan sembarangan orang, apalagi dengan orang yang baru pertama kali ditemui. Dengan demikian introvert hanya berbicara jika memang dibutuhkan. Introvert lebih suka menjadi pengamat (observer) dan menganalisa keadaan. Bukankah orang yang terkuat dalam suatu ruangan atau rapat biasanya yang paling pendiam, bukan? Jika dia sudah bicara yang lain pasti mengangguk-angguk.
Intinya introvert bukan tidak suka berbicara. Mereka hanya tidak suka basa-basi kecuali mungkin dengan teman dekat. Mereka juga cenderung lebih suka pembicaraan yang serius dan mendalam dibanding pembicaraan yang melebar. Kemudian, coba saja ajak saja seorang introvert mengobrol hal yang dia sukai, bisa tidak berhenti-berhenti bicaranya. Mereka juga bukan orang yang tidak pandai berbicara. Banyak seorang introvert yang bisa memberikan presentasi yang hebat. Bahkan banyak CEO yang mengaku bahwa mereka itu sebenarnya introvert, misalnya Bill Gates.
Karena berpikir sebelum bicara dan tidak suka basa-basi, orang yang bicara dengan introvert biasanya tidak luwes, kadang berhenti atau jeda canggung di tengah. Mentok. Akan tetapi, karena sifat mereka yang cenderung diam dan kalkulatif, mereka bisa menjadi pendengar yang baik dan terkadang solutif.


► Introvert cenderung tertutup?

Mungkin benar. Karena tidak banyak bicara, introvert cenderung tertutup. Introvert juga tidak suka membicarakan dirinya atau hal pribadi ke sembarangan orang. Tidak seperti ekstrovert yang biasanya bicara sampai berbusa-busa dan sering melakukan dialog semi internal, mengutarakan kekecewaan, menjelaskan siapa dirinya, dan apa yang telah ia perbuat ke semua orang.
Oh ya, karena introvert cenderung tertutup berbahagialah kalian yang mendapati orang introvert sebagai teman Anda yang bisa bicara terbuka tentang dirinya kepada Anda. Ia bisa menjadi teman setia sepanjang hidup.
Introvert juga tidak suka dirinya dibesar-besarkan atau jadi perhatian orang. Berbeda dengan ekstrovert yang tidak akan ragu atau canggung saat memamerkan pencapaian IP atau target di blognya atau detail mata kuliah yang diambil semester lalu beserta nilainya. Introvert tidak. Kami tidak suka jadi bahan pembicaraan. Kami akan cenderung diam misalkan saat menang lomba, mendapat penghargaan, atau saat akan melakukan hal terbesar dalam hidup kami.

► Introvert tidak sopan?

Sama sekali salah. Saya sudah menyebutkan bahwa introvert tidak suka basa-basi bukan. Kami hanya ingin semua orang hidup jujur apa adanya tanpa ada kata-kata remeh temeh penghalus belaka.
Kami tidak begitu suka mengucapkan selamat, baik itu selamat ulang tahun, selamat lebaran, selamat jalan, atau selamat tinggal.   Bahkan kami  hanya akan memberikan sapaan sedikit (seperlunya) kepada teman yang ketemu di jalan.
Oleh karena itu, jangan heran terhadap orang yang tidak mau memulai menyapa Anda setelah ia pulang dari bepergian jauh karena bisa jadi dia itu introvert dan menganggap hal itu tidak perlu atau bahkan berlebihan. Sebaliknya, jika Anda mampu datangilah dia dan beri sapaan duluan. Yakinlah mereka akan membalas dengan senyum.
Oh ya, meskipun tidak suka basa-basi, tidak berarti introvert tidak suka atau tidak bisa melucu loh ya. Justru biasanya mereka memiliki humor masing-masing yang orisinil dan berbeda.


► Introvert antisosial?

Sama sekali tidak. Memang introvert lebih nyaman dengan pikirannya sendiri. Mereka suka berpikir, suka berkhayal, dan cenderung beraktifitas sendirian atau melibatkan sedikit orang. Akan tetapi, seperti yang ditekankan di atas, introvert bukan benci berinteraksi. Hanya saja kami cenderung tidak ingin melakukan hal yang tidak perlu. 
Bertentangan dengan pendapat kebanyakan, introvert juga suka bersosialiasi tetapi dalam cara yang berbeda dan frekuensi yang lebih sedikit dibanding ekstrovert. Kami juga suka kok diajak pergi jalan-jalan hanya saja jika ada kepentingan misal untuk membeli sesuatu, menonton film, atau foto-foto, bukan cuma kongkow tidak jelas. Setelah itu, kami butuh waktu untuk mengecas energi lagi dan mengatur pikiran kami.
Akan tetapi, memang introvert lebih nyaman relaksasi di tempat yang tenang dibanding di tempat ramai (seperti pesta). Itulah mengapa kami susah diajak ke acara-acara atau pesta yang ramai. Jika kami datang pun kami tidak tahu harus berbuat apa disana. Tidak ada yang menarik.


Terus kalau ketemu orang introvert gimana?

Jika bertemu orang introvert sapalah dan ajak bicara. Intinya mulailah percakapan. Sudah saatnya orang ekstrovert mengenail lebih jauh orang-orang introvert dan melatih diri berkomunikasi dengan mereka. Mereka tidak menyapa Anda bukan karena mereka tidak sopan, Anda tidak penting, atau bagaimana. Hanya saja itu sudah menjadi bagian dari psikologi mereka. Akan tetapi jangan terlalu banyak bicara keluar topik atau tidak sesuai konteks (atau basa basi lah kasarnya) dengan mereka. Hal itu justru akan membuat mereka tidak mood..

Kelebihan si Introvert :
Ternyata karakter introvert gak seburuk yang kita duga. Di balik kelemahannya, seseorang yang introvert ternyata bisa mengubah dunia. Memang semua itu tidak bisa terjadi secara radikal, tapi jangan remehkan kemampuan mereka. Mereka bisa sangat mengejutkan dalam sebuah kesempatan.
1. Orang introvert itu mandiri
We’re not an individualist! Kita cuma senang menyendiri. Orang introvert lebih senang mengerjakan segala sesuatu sendiri. Mereka tak akan meminta bantuan orang lain selama masih bisa mengerjakannya sendiri.
2. Orang introvert itu mempunyai toleransi yang tinggi
Siapa bilang mereka cuek dan arogan? Justru dibalik sifat diam mereka ada suatu empati. Mereka lebih baik mengalah daripada harus terjadi konflik. Mereka sangat menghargai kehadiran orang-orang yang ada di sekitar mereka.
3. Orang introvert itu punya idealis tinggi
Introvert itu prinsipal sekali. Mereka akan melakukan apapun untuk mewujudkan mimpi-mimpi mereka. Mereka cenderung obsesif dan tidak mudah digoyahkan oleh pemikiran sekilas.
4. Orang introvert itu kreatif
Karena mereka lebih senang memikirkan segala sesuatu sendiri, maka ide-ide yang keluar dari pikiran mereka pun cenderung orisinil. Kebanyakan mereka cocok bekerja dalam bidang kreatif seperti seni atau sains yang memiliki tingkat orisinalitas yang tinggi.
5. Orang introvert itu loyalis
Yap, mereka akan selalu berpegang  teguh dengan apa yang mereka yakini. Mereka adalah sahabat yang setia. Mereka akan menjadi karyawan yang loyal bila mereka dipercaya dan dihargai.
6. Orang introvert itu peduli
Tidak banyak yang tahu akan hal ini. Mereka itu sebenarnya peduli. Mereka akan melakukan apapun untuk orang yang mereka sayangi. Mereka akan selalu siap membantu siapa pun juga. Hanya saja mereka tak ingin bantuan atau pertolongan mereka diketahui orang lain. Mereka tidak mau semua orang tahu karena mereka tidak ingin menonjolkan diri. Menonjolkan diri membuat mereka tak nyaman. Menjadi pusat perhatian adalah sebuah beban. Mereka hanya ingin mengulurkan tangan. Tak ada niat lain selain untuk memberi pertolongan. 

Itulah beberapa kelebihan orang introvert yang saya ketahui. Kita memang punya banyak kekurangan, tapi kita juga punya kelebihan yang sangat berpotensi. Saya cuma ingin mensyukuri apa yang telah Tuhan beri. Saya tidak ingin meninggikan hati. Ini cuma sebuah bentuk motivasi diri.
Just be yourself !!

* Dari berbagai sumber

Sabtu, 13 Juli 2013

RAMADHAN KALI INI.......

RAMADHAN KALI INI.......




         Alhamdulilahirobbil alamin.......Puji syukur kepada Allah SWT.....akhirnya kita dizinkan oleh Allah dipertemukan kembali dengan Bulan Suci Ramadhan tahun ini, bulan yang penuh dengan ampunan dan rahmat ini. Tentunya suatu nikmat yang patut kita syukuri . Semoga kita bisa memaksimalkan ibadah kita di bulan suci ini dan memanfaatkan sebaik-baiknya dengan meningkatkan iman dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Amin ya robbal alamin.

         Ramadhan tahun ini, mungkin oleh sebagian orang dilewati dengan sedikit atau penuh keprihatinan, bayangkan saja, ada beberapa moment yang mengiringi ramadhan tahun ini. Bagi beberapa ibu rumah tangga, tentunya hal ini harus butuh ekstra perhatian dan berhati-hati dalam mengatur keuangan keluarga. Harus lebih bijak ya ibu-ibu.....be a wise....!!

        Pertama, ramadhan kali ini , bertepatan dengan memasuki tahun ajaran baru. Tentu saja bagi yang mempunyai anak yang harus mendaftarkan ke sekolah baru, pastinya lebih sibuk dengan berbagai urusan pendaftaran dan berbagai keperluan lain yang menyertainya. Belum lagi yang mempunyai beberapa anak, pastinya semua juga sama, memasuki tahun ajaran baru pastinya memerlukan dana tambahan untuk daftar ulang ataupun sekedar membeli keperluan sekolah seperti seragam baru, tas baru, sepatu baru ataupun membeli buku-buku pelajaran. Dan semua mau tidak mau harus dipenuhi walaupun secara bersamaan.

        Kedua, Ramadhan kali ini, bertepatan dengan naiknya harga BBM . Yup.....tentunya hal yang satu ini memicu naiknya semua harga-harga kebutuhan , baik kebutuhan primer, sekunder bahkan tertier. Dari semua lini, seolah berlomba-lomba menaikkan harga yang tentunya mengiringi naiknya harga BBM. :-(

        Ketiga, Ramadhan kali ini, seperti tradisi tahun -tahun sebelumnya banyak sekali “pos-pos” yang harus dipenuhi kebutuhannya. Baju baru untuk dipakai lebaran buat seluruh keluarga ( walaupun nggak harus baru sih ). Belum lagi segala kebutuhan pernak pernik di hari raya, seperti makanan, kue-kue lebaran, dan segala keperluan untuk menghias rumah di hari Idul Fitri nanti ....wuih....bisa panjang deh kalo dijelasin satu persatu. Tentu saja hal ini semakin menambah beban pengeluaran keuangan dengan naiknya harga BBM, tentunya semua jadi mahal dari yang biasanya. Apalagi yang harus mudik ke kampung halaman masing-masing, tentunya harus menyiapkan dana ekstra nih.....pasti semua pengeluaran lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya.....Dan yang lebih penting lagi tentunya harus dipersiapkan pos-pos untuk membayar zakat, sedekah dan lain2 untuk bekal kita di akherat nanti. So kebutuhan dunia dan akherat bisa balance dan berjalan dengan baik dua-duanya secara seimbang.

           Keempat, Ramadhan kali ini ada yang melewati dengan status baru yaitu “ pengangguran “ karena baru saja di PHK dari tempat kerjanya pas saat memasuki bulan ramadhan, dimana justru di bulan ini lebih banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Ada beberapa perusahaan yang terpaksa gulung tikar dalam kondisi perekonomian yang semakin sulit ini. Sehingga mau tidak mau harus mem-PHK karyawannya atau sekedar melakukan pengurangan karyawan dan bahkan ada yang sengaja melakukan pemotongan penghasilan untuk karyawannya, dan ini adalah fakta yang terjadi saat ini. 

        Kelima, Ramadhan kali ini bagi untuk calon-calon jemaah haji , masih dibingungkan dengan berkurangnya jumlah kuota 20 % untuk masyarakat Indonesia, karena ada proyek pelebaran Masjidil Haram di Mekkah. Bayangkan saja, ada yang sudah mengantri beberapa tahun untuk berangkat haji, harus menunggu lagi kepastiannya dan tentunya akan semakin menambah panjang list antrean untuk berangkat haji.

         Eitss.....jangan patah semangat dulu yaa...bagi sebagian yang lainnya, mungkin Ramadhan tahun ini banyak mendapatkan nikmat, tambahan rezeki ataupun kemulyaaan. Mungkin ada yang pas ramadhan tahun ini pas naik jabatan, menempati rumah baru, menjalani ramadhan dengan suami / istri untuk yang pertama kalinya ( pengantin baru maksudnya ), ada yang menjalankan puasa pertama kalinya sebagai muallaf, atau yang sedang berbahagia menanti kelahiran momongan , atau apapun itu yang mendatangkan kebahagiaan dan rasa excited ….selamat deh semuanya, semoga kita menjadi orang yang pandai bersyukur atas nikmatNya. 

         Ramadhan kali ini....apapun kondisi, keadaan yang mengiringinya baik itu mendatangkan kebahagiaan, kesedihan, keprihatinan atau rasa haru yang dalam...sudah selayaknyalah kita menyambutnya dengan penuh suka cita. Sungguh nikmat Allah yang besar ini tak kan mampu kita menghitungnya baik secara matematika ataupun secara logika. 

       Semoga Ramadhan kali ini, ibadah kita diterima oleh Allah SWT, ibadah kita lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, kita mendapat ampunan dari Allah SWT dan kita menjadi hamba yang pandai bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk bertemu Ramadhan kali ini. Dan semoga kita meraih kemenangandi hari yang fitri nanti. Amin ya robbal alamin.