Selasa, 03 Juni 2014

DUA SISI

DUA SISI


Oleh : Yuyung Riana, S. Psi


Selalu ada dua sisi yang berbeda dalam hidup ini. Ada siang ada malam. Ada baik ada buruk.Ada sedih ada bahagia. Ada gelap ada terang. Ada putih ada hitam dan lain sebagainya. Kesemuanya adalah untuk kita ambil hikmah dan pelajaran darinya, yang membuat fluktuasi kehidupan kita menjadi lebih bermakna dan menarik, bukankah kehidupan itu seperti roda yang berputar. Terkadang diatas, dan terkadang dibawah.
Dalam hidup, Ada yang menyukai kita, pun juga ada yang tidak menyukai kita yang dengan alasan apa kita sendiri juga tidak tahu. Selalu ada faktor “ like or dislike “. Dan itu faktanya. Bahkan pada diri kita sendiri kalau kita menyadarinya ada saatnya kita ceria membahana, dan ada saat kita ingin diam dan menyendiri tanpa ada alasan tertentu. Hanya ingin saja and no reason.
Kalau kita amati, banyak sekali orang-orang besar yang punya sisi lain yang sama sekali berbeda dari yang sering kita lihat dan bahkan tak pernah terekspos yang sifatnya justru bertolak belakang. Satu contoh figur Bung Karno yang terkenal tegas dan pemberani, ada sisi lain dari beliau yang berbeda, yaitu beliau juga dikenal sebagai seorang family man yang mencintai keluarga. Ada juga seorang pesohor yang penampilannya terlihat urakan dan awut-awutan mungkin, tetapi ternyata dibalik itu, dia punya lembaga sosial yang menaungi anak-anak yatim piatu dan anak terlantar. Sangat menginspirasi bukan. Tak selamanya yang terlihat hitam itu hitam, dan tak selamanya yang terlihat putih itu putih.
Coba lihat diri kita, terkadang kita merasa ingin sekali berbuat kebaikan. Ada sebuah naluri untuk membantu orang lain, atau ada keinginan untuk memperdalam agama kita dan memperbaiki kehidupan ke arah yang lebih baik, yakinlah itu adalah cara Tuhan untuk menyentuh hati kita, Tuhan sedang berkomunikasi dengan kita. Tinggal bagaimana cara kita me-manage rasa itu.
Kita adalah manusia biasa yang tak luput dari salah dan khilaf. Terkadang kita memang baik-baik saja, tapi pasti ada suatu saat kita lemah, galau, dan sisi lain kita yang berbeda juga akan muncul sebagai bentuk katarsis. Mungkin kita pernah mendengar istilah dalam psikologi orang berkepribadian ganda. Tapi tentu saja itu terdengar ekstrim ya, karena itu adalah merupakan bentuk penyimpangan kepribadian, dan bukan sesuatu yang normal. Tapi setiap dari kita ada kecenderungan mempunyai dua sisi kepribadian yang berbeda , tapi bukan berarti setiap dari kita adalah berkepribadian ganda. Semua hanya tentang bagaimana kita mengontrol dan mengendalikan diri. Dan intinya ini tentang keseimbangan hidup. Dan tentu saja ini sangat berbeda dengan orang yang "bermuka dua", ini konteks yang berbeda. Karena bermuka dua adalah merupakan kecenderungan negatif atau merupakan salah satu bentuk cara untuk melakukan kejahatan dan kepalsuan. So, yang manakah yang dominan dalam diri kita, sisi yang positif dan sisi yang negatif ?. Be a wise !!


Minggu, 18 Mei 2014

JUST ME AND MY SELF

JUST ME AND MY SELF



Oleh : Yuyung Riana, S.Psi


Just me and my self, mungkin terdengar agak egois ya... tapi kali ini kita tidak sedang membahas tentang keegoisan. Tapi lebih tepatnya kepada mengenal diri sendiri lebih mendalam. Terkadang kita lebih sibuk mengamati dan mengurusi orang lain ketimbang diri kita sendiri dan bahkan cenderung mengkritisi orang lain. Yang terlupa sebenarnya kita punya banyak sisi yang menarik dan unik. Ada kelebihan dan kekurangan. Manusiawi banget . Bukankah jutaan orang yang ada didunia ini tak pernah terlahir sama, meskipun saudara kembar sekalipun, pasti ada sisi unik disana. Bahkan mungkin kita baru tersadar bahwa kita punya kemampuan yang dahsyat setelah kita mengalami suatu peristiwa yang luar biasa dahsyat juga. So.....sebenarnya kita bisa explore lagi kelebihan kita secara posifitf.
Bagi para introvert, mungkin menyendiri adalah suatu hal yang menyenangkan, ( ekstrimnya nih yaa ). Karena dengan menyendiri biasanya kita bisa punya lebih banyak moment untuk mengevaluasi diri dan positifnya kita lebih bisa mengaktualisasi diri secara optimal. Seperti yang kita ketahui bahwa banyak karya-karya seni atau teknologi yang lahir dari moment “menyendiri” sang penciptanya. Banyak karya seni yang lahir dari proses inspirasi yang lebih maksimal dan dilakukan saat sedang menyendiri karena bisa lebih fokus. Dengan menyendiri kita bisa melepaskan apa saja yang ada di pikiran kita. Banyak sekali ide-ide, impian-impian yang tertuang dan muncul dari proses menyendiri yang “dinikmati” dan sengaja diciptakan dan dikondisikan. . Dan hal ini hanya bisa dilakukan secara optimal dan perfect oleh para introvert, walaupun tidak menutup kemungkinan juga dilakukan oleh si ekstrovert.
Mungkin kita pernah menjumpai, di media sosial ada yang menulis status “ me time “. Ada luapan rasa bahagia yang tersurat dalam status tersebut bukan. Sepertinya moment yang sangat ditunggu-tunggu. Kita bisa bebas melakukan apa saya yang kita mau sepanjang itu positif. Alangkah indahnya hidup ini, saat kita punya waktu untuk diri sendiri. Kita bisa menghabiskan sepanjang waktu kita untuk menyalurkan hobi kita yang mungkin sedikit tertunda dengan kesibukan yang tiada henti. Apalagi yang hobi menulis, wah...ini akan jadi hal yang sangat menyenangkan. Dengan tulisan yang muncul sebagai manifestasi dari pikiran-pikiran dan imajinasi kita dan menjadi sebuah karya, itu menjadi “ sesuatu “ banget. So perfect. Secerianya kita, sepopulernya kita, se-ektrovertnya kita, pasti kita merindukan moment saat kita benar-benar sendiri dan tak ada orang lain. Para selebriti yang sering dikelilingi banyak orang sepanjang hidupnyapun, akan berusaha sekuat tenaga untuk melindungi dan menciptakan ruang privasinya bukan ?. Memang terkadang menyendiri itu suatu kebutuhan.
Yang terpenting kita merasa comfort dengan diri kita. Kalaupun diluar sana ada sedikit riak-riak yang menggangu kehidupan kita, itu sudah seharusnya. Bukankah ujian dibuat untuk mempersiapkan kesuksesan kita ? Lalui saja prosesnya. Dan memang begitu seharusnya. Mungkin diluar sana ada senyuman manis yang sebenarnya sinis. Mungkin diluar sana ada yang berusaha berempati tetapi sebenarnya mereka merasa envy. Just enjoy it. Hidup ini terlalu indah untuk diburamkan dengan hal-hal yang justru kita sendiri tidak yakin akan ketulusan orang lain kepada kita. Kenalilah diri secara positif tapi bukan mengarah pada narsistik ya. Karena mencintai diri sendiri secara berlebihan itu juga membahayakan . Kenalilah potensi diri tetapi bukan untuk berbangga diri dan kesombongan diri. I just proud of me. So, keep be wise !


Rabu, 30 April 2014

KEBERHASILAN ATAUPUN KEGAGALAN BERAWAL DARI RUMAH, YAITU KELUARGA

KEBERHASILAN ATAUPUN KEGAGALAN BERAWAL DARI RUMAH, YAITU KELUARGA


Oleh : Yuyung Riana, S. Psi

Keluarga ibarat miniatur masyarakat dan masyarakat seperti miniatur sebuah negara. Berangkat dari sebuah keluarga lah kita bisa meraih keberhasilan atau justru kegagalan. Dari keluargalah kita belajar tentang berbagai hal tentang kehidupan ini. Dari yang sifatnya sangat sederhana sampai yang berat sekalipun dan itu sangat kompleks sifatnya. Dari kasih sayang seorang ibu kita mendapatkan kehangatan dan kasih sayang yang tiada tara sehingga kedepannya akan mencetak generasi-generasi hebat yang cerdas tapi punya hati nurani. Dan dari ayah, kita mendapat sifat keteladanan dan figur yang kuat yang membuat kita pantang menyerah mengejar mimpi-mimpi kita. Ya idealnya seperti itu. Support dari sebuah keluarga yang hangat sangat berpengaruh bagi tumbuh kembang anak baik secara fisik dan psikis, dan ini akan terbawa saat dewasa terutama saat terjun ke masyarakat nantinya.Dan tentunya ini sangat dibutuhkan bagi generasi muda sebagai penerus bangsa.

Kalau kita perhatikan, sejarah banyak mencatat bahwa orang sukses berawal dari keluarga dan rumahnya. Pun juga sebaliknya, banyak orang yang terjerumus ke hal-hal yang negatif juga karena mempunyai latar belakang keluarga yang buruk, entah broken home, atau tak ada kehangatan dan keharmonisan dalam keluarga. Berapa banyak remaja yang terjerumus ke dunia narkoba karena tidak ada perhatian dari kedua orang tuanya, dsb. Dan itu semua membuktikan bahwa keluarga dengan keberhasilan ternyata mempunyai benang merah yang cukup kuat. Kesuksesan seseorang bukanlah sesuatu yang sifatnya instan. Keberhasilan seseorang juga bukanlah  proses yang sebentar. Namun Kesuksesan dan keberhasilan dalam hidup seseorang merupakan rangkaian peristiwa yang banyak faktornya. Diantara faktor utama yang sangat menentukan kesuksesan seseorang adalah faktor keluarga. Dari keluarga inilah seseorang bertolak menaiki tangga-tangga kesuksesan dan keberhasilan. Rumah benar-benar ibarat batu loncatan pertama yang digunakan seseorang meraih karier dan citanya.

“ Rumahku adalah surgaku dan tiada tempat yang lebih indah selain dirumah “. Tentunya kita tidak ingin kalimat tersebut hanya sebagai jargon semata bukan ? Coba kita ingat-ingat deh, bila kita sedang bepergian ke luar kota untuk beberapa hari lamanya. Apa yang kita rindukan dari rumah kita ? Suasana kehangatan seluruh penghuni rumahkah ? Perhatian, support dan komunikasi seluruh penghuni rumahkah ? Barang-barang koleksi kita di rumah ? Hewan peliharaan kita ? Atau tidak ada yang kita rindukan sama sekali di rumah kita ? Tanyakan kepada hati nurani kita yang terdalam dan disanalah akan ditemui jawaban sejujurnya.
Setiap keluarga akan sangat bervariasi budaya dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin bagi beberapa keluarga kualitas waktu lebih penting ketimbang kuantitas. Ya ini mungkin berlaku bagi keluarga yang kedua orang tuanya bekerja. Tapi bagi keluarga yang lain kuantitas yang lebih penting. Karena dengan seringnya bertatap muka, berinteraksi dan berkomunikasi dengan baik akan menambah kedekatan emosional antar satu dengan yang lainnya. Saling support dan mendoakan satu sama lain.Ya....semua memang pilihan. 
 
Akan sangat jauh berbeda hasilnya, pola kebiasaan dan budaya di rumah yang dibangun dengan kehangatan dan keharmonisan bila dibandingkan dengan keluarga yang hanya disatukan oleh hubungan darah semata tapi tidak ada kedekatan emosional sama sekali. Semua sibuk dengan urusan sendiri-sendiri dan lebih mementingkan aktivitas diluar rumah yang tidak perlu. Sehingga seolah-olah mereka punya “dunia sendiri” yang lebih menarik daripada sekedar berkumpul di rumah, nonton tv bersama, makan bersama di meja makan dan hal-hal sederhana lainnya. Kesemuanya hal kecil yang bila dibiarkan akan semakin membesar dan kompleks akibatnya dan tanpa disadari itu membentuk karakter kepribadian bagi masing-masing individu.

Apalagi saat ini kemajuan teknologi yang sedemikian cepat membuat jurang pemisah yang sangat curam dengan hubungan interpersonal sesama manusia. Lihat saja generasi sekarang kalau sudah memegang gadget di tangan, wah, serasa punya dunia sendiri walaupun hanya sebatas dunia maya. Terlalu terbawa arus dunia maya menjadikan kita apatis, autis , egois dan tak peduli dengan lingkungan sekitar. Dan that's fact. Terkadang bentuk eksistensi yang kita capai dengan susah payah, tapi jika tak ada penghargaan dan apresiasi dari keluarga menjadi tak ada artinya sama sekali. So, untuk apa prestasi yang kita raih kalau ucapan selamat, pelukan hangat dan support tidak kita dapatkan dari keluarga. So sad !

“ Kembali ke rumah ”. Sebuah kalimat sederhana yang besar maknanya. Seorang kriminal besar pun pasti suatu saat dalam hidupnya akan merindukan kembali ke rumah. So...bagaimana dengan keluarga kita ? Apakah keluarga kita adalah keluarga yang membawa kita berhasil atau justru malah sebaliknya. Keluarga....hanya itu yang kita punya. Dari sanalah akan dicetak generasi-generasi penerus bangsa masa depan.

Minggu, 16 Maret 2014

NIKMAT YANG TERLUPA

NIKMAT YANG TERLUPA

By : Yuyung Riana, S. Psi


Bersyukur , tentu kita semua sudah tahu akan keharusan kita sebagai manusia kepada Sang Pencipta untuk mensyukuri setiap nikmat-Nya . Dan mungkin sering terucap lewat bibir kita ucapan rasa syukur itu. Tapi sungguhkah kita bisa memaknainya dalam kehidupan ? Sungguh itu tidak mudah walaupun terkesan sangat simpel. 

Bersyukur menjadi sesuatu yang tidak mudah karena nikmat-Nya sungguh tak terukur besarnya dan tak mampu kita sebagai manusia untuk menghitungnya. Bahkan mungkin kita tidak pernah menyadarinya. Kenyataannya, kita justru terfokus pada hal-hal yang belum bisa kita capai dan meratapi ketidakmampuan serta kegagalan kita. Kita terfokus pada masalah dan musibah yang menimpa kita. Tapi tahukah kita, bahwa Allah memberikan kita masalah dan musibah sebenarnya ada rahmat didalamnya yang kita belum tahu maknanya untuk apa. Dan kesemuanya itu menjadi kita terlupa untuk bersyukur. Walaupun di bibir terucap rasa syukur, tapi mungkin hati masih belum bisa ikhlas. 

Terkadang kita terlupa akan nikmat berupa kesehatan dan waktu. Rasulullah bersabda, “Ada dua kenikmatan, banyak manusia menjadi merugi gara-gara dua kenikmatan ini, yaitu; nikmat kesehatan dan nikmat waktu luang.” (H.R. Bukhari) . Terkadang kita lupa setiap nafas yang kita hela ada nikmat luar biasa disana. Kita bisa bangun di pagi hari, menjalankan aktivitas selama seharian sampai tidur lagi dengan lancar. Kita diperjalanan keluar dari rumah hingga sampai pulang kerumah dengan selamat. Sungguh jika kita hitung secara matematis, akan habis waktu dan tenaga untuk nikmat yang diberikan Allah kepada kita. MasyaAllah.......

Tentang waktu, kita bahkan tak sempat menyadari, di titik usia saat ini, apa saja yang sudah kita manfaatkan dengan nikmat yang Allah berikan ini untuk kita. Ya Allah....ampuni hamba-Mu ini Ya Allah....Tetesan air mata ini takkan mampu menebus semua waktu yang terbuang sia-sia.

Masyaallah... terlalu banyak nikmat yang tidak mampu kita runut satu persatu, Semuanya harus saya syukuri. Kita manusia biasa yang tidak pernah puas. Semoga rasa tidak pernah puas itu akan selalu mengantarkan kita untuk senantiasa berbuat lebih baik, berusaha lebih kuat, dan tawakal kepada Allah. Meski bagaimana pun, kita harus meyakini bahwa apa-apa yang dianugerahkan kepada kita adalah yang terbaik untuk kita. Apapun itu. Mudah-mudahan kita termemotivasi untuk senantiasa mensyukuri semua nikmat Allah dengan syukur yang sedalam-dalamnya. Amin.

Terkadang jika kita tertimpa kesulitan kita sering mengeluh, padahal diluar itu semua nikmat yang sudah kita dapat sungguh sangat berlebihan jika dibandingkan dengan ujian dan musibah yang “ hanya kadang-kadang “ kita terima saat ini . Tapi kita terlupa untuk mensyukurinya. Dengan adnya ujian hidup biasanya kita semakin mendekatkan diri kepada-Nya. Itulah cara Allah berkomunikasi dengan makhluknya. Mungkin dengan ujian dan cobaan Allah rindu dengan doa-doa kita, rindu tangisan harapan kita, rindu dengan keihklasan kita. Sungguh sejatinya dengan ujian dan kesulitan pun ada rahmat dan nikmat didalamnya seandainya kita mendarinya. MasyaAllah......

FABIAYYI ALAA 'IRAABIKUMAA TUKADZDZIBAANN (maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan). Tiga puluh ayat dalam surat Ar Rahman memiliki kalimat ini; maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan? Berulang, Allah memberi peringatan kepada kita; maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?

Melalui surat ini Allah seolah memberi sinyal kepada kita akan sifat kita yang pelupa, kufur nikmat, dan tidak mau berfikir. Ya, tiga hal itu yang ada dibenak saya (semoga Allah mengampuni kesalahanku) ketika ayat demi ayat dibaca. Amin.

Semoga kita menjadi manusia yang pandai bersyukur dan ikhlas. Memang tidak mudah tapi kita harus berusaha.Hidup ini indah dan terlalu indah untuk diburamkan dengan hal-hal yang belum kita dapatkan hingga saat ini. Hidupku sungguh sempurna walaupun mungkin dimata orang lain aku tidak sempurna.
“ Ya Allah tolonglah kami untuk selalu ingat kepada Mu, untuk selalu bersyukur kepada Mu, dan untuk selalu memperbaiki ibadat kepada Mu.” Amin.



Rabu, 04 Desember 2013

KESEPIAN ATAU MERASA SEPI DALAM KERAMAIAN ?

KESEPIAN ATAU MERASA SEPI DALAM KERAMAIAN ?

Oleh : Yuyung Riana, S.Psi



Loneliness.....
Setiap dari kita pasti pernah merasa kesepian. Yang membuat perbedaan adalah kadarnya, lamanya, penyebabnya dan tentu saja penanganannya. Kebanyakan orang menghindari kesepian karena kesepian berkonotasi negatif, atau paling tidak menimbulkan perasaan tidak menyenangkan.
Seseorang bisa saja memiliki banyak teman dan keluarga, tetapi jauh di dalam hatinya ia tetap merasa sendiri. Penyebabnya, karena merasa tidak dimengerti, tidak didengarkan, atau merasa berbeda dari orang lain. Semakin seseorang memikirkan kebahagiaan, rasa kesepian itu pun semakin mendera.

Seiring perkembangan zaman, media sosialpun ikut berkembang secara pesat. Kini, banyak orang mempunyai account facebook dan instagram, untuk tetap terhubung satu sama lain, untuk bisa tahu apa yang tengah dilakukan temannya atau komunitasnya. Whatsup messenger menjadi sarana penghubung yang tak kenal cuaca, waktu (waktu kerja, waktu keluarga maupun waktu berdoa, bahkan - waktu tidur sekali pun). Memang tidak semua orang ber - account instagram dan facebook maupun melakukan online chat adalah orang-orang kesepian. Premisnya tidaklah demikian. Namun faktanya, hampir semua orang sepertinya ingin menyapa dan disapa, berkomentar dan dikomentari; ingin menjadi bagian dari komunitas. Mall, cafe dan resto makin ramai dikunjungi bukan sekedar untuk mengenyangkan perut, namun sebagai kesempatan untuk networking, reuni dan menyambung rasa. Keinginan untuk keep in touch  menjadi kebutuhan yang tidak ada hentinya.
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan hal ini, namun persoalannya, ternyata banyak orang yang tetap merasa kesepian di tengah kongkow-kongkow, di tengah keramaian maupun di tengah tingginya frekuensi lalu lintas komunikasi via chatting online. Kesepian tidak dialami orang yang tinggal di puncak gunung atau desa terpencil, karena mereka yang hidup di kota besar yang padat penduduk dan hingar bingar hiburan pun ternyata lebih banyak yang merasa kesepian.

Perasaan Kesepian
Menurut definisi wikipedia, "Loneliness is an unpleasant feeling in which a person experiences a strong sense of emptiness and solitude resulting from inadequate levels of social relationships. However, it is a subjective experience.[1] Loneliness has also been described as social pain - a psychological mechanism meant to alert an individual of undesired isolation and motivate her/him to seek social connections.[2]

Perasaan kesepian memang sering di korelasikan dengan tiadanya teman dan kurangnya kasih sayang. Menurut James Park, seorang  filsuf beraliran eksistensialis mengatakan bahwa perasaan kesepian tidak selalu disebabkan oleh kurangnya cinta dan teman, namun karena sering disalahartikan dan tidak dipahami, maka segala jenis kesepian lantas diatasi dengan cara bersosialisasi, pacaran, menikah, dsb yang semua berkaitan dengan
interpersonal relationship. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini ada uraian singkat mengenai penyebab kesepian yang ternyata bukan melulu urusan cinta.   


Penyebab Kesepian
Anak-anak, remaja, orang muda hingga manula, pernah mengalami rasa kesepian. Anak-anak merasa kesepian ketika ditinggal pergi orangtua mereka. Istri/suami yang kesepian karena kehilangan pasangan, akibat kematian atau perpisahan. Seorang gadis atau pemuda kesepian setelah putus dari pacar. Ibu yang kesepian karena anak-anaknya tinggal di luar kota. Atau seseorang yang karena sakit harus tinggal di rumah atau di rumah sakit, terisolasi dari teman-teman dan keluarga. Pindah rumah atau pindah sekolah bisa juga menyebabkan kesepian karena tercabut dari komunitasnya dan harus menghadapi komunitas baru.

Kesepian yang disebabkan perubahan sosial atau pun perubahan kondisi eksternal dikatakan bersifat temporer dan relatif lebih mudah diatasi. Sementara itu ada jenis kesepian lain yang disebutkan di atas, yakni merasa kesepian di tengah keramaian, berada di pesta, sedang berkumpul dengan teman, berada di tengah keluarga. Jadi dalam situasi dan lingkupan apapun, perasaan kesepian itu tetap ada. Inilah yang dikatakan existential loneliness. Seseorang yang mengalami eksistensial loneliness, tidak peduli sebanyak dan setinggi apapun frekuensi outing, dating dan chatting-nya, akan tetap merasa kesepian. Menurut artikel dari Associate Press, "quantity of contact does not translate into quality of contact".[3]


Existential Loneliness/kesepian eksistensial
Kesepian eksistensial kerap menjadi sesuatu yang bersifat kronis karena sudah terjadi dalam jangka waktu lama tanpa disadari atau memang sengaja diabaikan. Artinya, perasaan kesepian itu disadari namun tidak ditindaklanjuti karena berpikir perasaan itu disebabkan karena faktor lingkungan.

Kesepian yang bersifat kronis ini menimbulkan perasaan hampa yang menyedihkan, sehingga banyak yang tidak tahan dan mengalami depresi. Kehampaan yang bersumber dari dalam jiwa ini terjadi karena sebab yang bermacam-macam, bisa karena hidup tanpa arah dan tujuan, sehingga dari hari ke hari seperti robot, hanya mengikuti irama rutinitas. Ada yang belum menemukan makna, karena hidupnya sangat terbatas, bukan miskin - tapi terlalu steril, flat, datar karena terlalu takut mengambil resiko sehingga tidak berani mengarungi kesempatan dan kemungkinan. Ada pula yang merasa kosong, karena tidak menemukan hal baik dan positif dari dirinya, sehingga tidak tahu apa gunanya dia dilahirkan, apa gunanya kehidupan ini dan apa gunanya ia bagi orang lain.

Ada yang berusaha menghilangkan rasa sepi, hampa dan kosong dengan bergaul sebanyak dan sesering mungkin. Ada pula yang mencari cinta, karena dipikirnya, cinta seseorang akan melengkapi kekosongan jiwa. Seperti kata Tom Cruise dalam film Jerry McGuire, yang berkata "you complete me". Secara filosofis dan psikologis, kehampaan jiwa tidak mungkin diatasi dengan menanam cinta/import cinta dari luar, dan hal ini menurut para filsuf adalah tindakan ilusi yang "tidak nyambung". Maka, ganti pasangan, mencari cinta baru yang dianggap dan diharapkan bisa mengatasi kekosongan - adalah tindakan mustahil.  Karena solusinya tidak bisa dengan menambal kehampaan dari luar. Pertumbuhan itu harus dari dalam.


Dampak dari kesepian
Perasaan kesepian jika berkepanjangan bisa menimbulkan berbagai persoalan lanjutan. Problem adaptasi sosial, sulit berteman, suka menyendiri bahkan hambatan akademik yang membuat prestasinya jauh dari optimal, merupakan dampak dari perasaan kesepian panjang yang dialami oleh anak-anak. Bahkan, menurut Marano, anak-anak kesepian karena social rejection, diabaikan dan disingkirkan dari lingkungan sosial (ataupun keluarga), merupakan salah satu penyebab putus sekolah; karena dalam kesehariannya, mereka cenderung menunjukkan perilaku agresif, dan apa yang diistilahkan sebagai kenakalan, serta bentuk perilaku antisosial lainnya. Di kalangan dewasa, kesepian dikatakan sebagai penyebab depresi serta adiksi, baik itu adiksi terhadap relationship (co-dependent), sex, belanja (shopaholic), kerja (workaholic), alkohol /minuman keras, maupun obat-obatan terlarang (substant abuse).

Secara medis juga memperlihatkan dampak kesepian terhadap kesehatan. John Cacioppo dari University of Chicago meneliti dampak kesepian ini dan secara mengejutkan menemukan bahwa:
  • Orang yang kesepian dilaporkan mempunyai tingkat stress yang lebih tinggi, bahkan di saat rileks dibandingkan dengan orang-orang yang tidak kesepian.
  • Kesepian meningkatkan sirkulasi hormon stress dan meningkatkan tekanan darah. Pengaruhnya kepada sistem sirkulasi jantung yang bekerja lebih keras dan menghadapi potensi kerusakan akibat tekanan yang tidak stabil.
  • Kesepian mengganggu kualitas dan efektivitas tidur sehingga menghambat proses restorasi fisik maupun psikologis yang diperlukan tubuh. Orang-orang yang mengalami kesepian lebih sering terbangun malam hari dan tidur lebih sedikit dibandingkan mereka yang tidak kesepian.

Indahnya kesepian
Kesepian tidak selalu berdampak buruk. Kesepian eksistensial, yakni kesepian yang tidak disebabkan persoalan interpersonal merupakan alarm dari situasi yang harus segera di hadapi atau diselesaikan. 
Dengan demikian, perasaan kesepian yang dialami perlu di pertanyakan. Tidak semua bisa di obati dengan cara bersosialisasi atau pun mencari cinta yang baru. Perasaan kesepian bisa jadi pertanda bahwa ada kebutuhan mendesak yang harus kita tanggapi dalam diri sendiri, entah itu untuk menyelesaikan persoalan yang tertunda, menanggapi tantangan hidup, harus mengembangkan potensi diri, membuat keputusan akan masa depan dan menjalaninya dengan berani, atau untuk menginggalkan pola hidup selama ini yang tidak produktif, dsb. Intinya, perasaan kesepian adalah awal dari pertumbuhan. Maka, adalah keliru jika orang berusaha menghindari kesepian karena dalam sepi lah kita bisa bertemu dengan diri sendiri dan berdialog secara jujur untuk menemukan apa yang terbaik dan harus kita lakukan saat ini dan di masa mendatang. Persoalan berikutnya adalah, bagaimana menjalankan apa yang sudah seharusnya dan sudah saatnya untuk kita laksanakan. Semakin ditunda, semakin jauh kita dari perjalanan menemukan diri dan menumbuhkan kepribadian yang sesuai dengan tujuan & panggilan hidup kita.  ( Jacinta F. Rini )
Jadi kesepian tidak selalu membunuh khan ?. Temukan jati diri kita dalam kesepian kita.

Senin, 04 November 2013

MOMENTUM TAHUN BARU ISLAM 1 MUHARRAM 1435 HIJRIYAH

MOMENTUM TAHUN BARU ISLAM
1 MUHARRAM 1435 HIJRIYAH





           Sekarang kita sudah berada di Bulan November, tinggal melewati satu bulan lagi kita akan memasuki Tahun Baru Masehi 2014. Untuk sebagian orang mungkin sudah punya planning untuk menghabiskan malam pergantian tahun baru 2014 nanti. Bahkan mungkin sudah jauh-jauh hari dipersiapkan. Apalagi untuk yang harus bepergian keluar negeri untuk melewati moment Old and New yang terkesan sangat istimewa dan “ mahal “. Semua hotel sudah full boked beberapa bulan yang lalu. Semua artis pada panen job yang konon tarifnya bisa berlipat-lipat dari tarif biasanya. Semua Event Organiser pada berlomba-lomba menawarkan program-program Old & New yang bervariasi. Dan terkadang kita pun ikut terbawa euforianya. Bahkan untuk yang berkantong tebal, melewati malam pergantian tahun baru masehi dengan berfoya-foya dan party yang heboh dengan beberapa kaum sosialitanya. Bahkan semua acara di televisi berlomba-lomba menyiarkan secara ' live ' kondisi malam pergantian tahun baru masehi dari berbagai negara di dunia. Kembang api yang indah menghiasi langit langit di malam pergantian tahun baru diiringi bunyi terompet yang bersahut-sahutan. Wow....sungguh spektakuler.
          Dan hari ini, tanggal 5 November 2013, adalah bertepatan dengan Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1435 Hijriyah. Hanya selang beberapa minggu dengan tahun baru masehi. Tetapi euforia nya hampir tak terdengar . Mungkin kita hanya melewati momentum semalam dengan mengucapkan “ Selamat Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1435 H. semoga kita semakin sukses.” Dan kita melewati libur sehari ini dengan seperti liburan biasa . Sungguh kondisi yang sangat ekstrim ...Ya...mungkin ekspetasinya tidak harus semeriah atau semahal penyambutan tahun baru masehi lah. Karena itu juga tidak mencerminkan budaya kita dan tidak islami. Bukan meriah atau tidaknya suatu pesta yang digaris bawahi disini. Paling tidak kita lebih excited menyambutnya. Satu Muharram hendaknya tidak diperingati seperti tahun baru masehi yang banyak berpesta. Melainkan diperingati dengan kegiatan yang mengedukasi masalah agama, membangun diri menjadi lebih baik, serta berbagi pada sesama. Tahun baru Islam sebaiknya diisi dengan bermuhasabah dan banyak istiqfar. Minimal kita bisa memaknai apa yang terjadi dalam momentum Tahun Baru Islam ini, yang mungkin kita sudah lupa atau bahkan mungkin belum pernah mendengar sejarahnya.
        Di balik Tahun baru Islam ini (Tahun Hijriah) ada peristiwa hebat yang sangat bersejarah. Sebuah peristiwa perintah dari Allah melalui seruan Rasul-Nya kepada seluruh umat muslim untuk berhijrah (berpindah tempat) dikarenakan Mekkah sudah tidak aman. Dan makna yang terkandung di dalam kisah ini adalah keharusan kita untuk berpindah dari suatu tempat ke tempat lain bilamana tempat tersebut sudah tidak kondusif. Hijrah dari yang buruk-buruk ke yang baik-baik, hijrah dari tidak pernah shalat berjamaah kepada shalat berjamaah,  hijrah yang lain-lainnya. Intinya Hijrah ke ARAH yang LEBIH BAIK.
         Begitu besar makna yang terkandung dibalik momen tahun baru Islam tersebut. Sayang jika hanya momentum kali ini hanya dilewati sebagai ‘jatah libur satu hari’.
Jika kita tahu makna dari tahun baru Islam yang sebenarnya, pastilah momentum ini tidak akan terlewat begitu saja…
Jika kita mengetahui peristiwa menyejarah di balik tahun baru ini, pasti terjadilah transformasi kebaikan yang menghapus keburukan..
Jika kita mengetahui esensi di tahun ini, pastilah Tahun Baru Islam lebih di ingat ketimbang tahun baru masehi…
Dan jika saja kita merenung, apa sajakah kebaikan kita di tahun ini? Seberapa banyak keburukan yang kita lakukan di tahun ini?  Lalu apakah tahun ini LEBIH BAIK dari tahun sebelumnya? Karena sesungguhnya orang yang beruntung adalah ia yang HARI INI LEBIH BAIK DARI HARI KEMARIN.
Hijrah… begitu banyak makna yang terkandung di dalamnya, ia nya tidak dapat dimaknai dengan hanya berpindah tempat, tetapi lebih berpindah dari suatu kebiasaan ‘buruk’ ke kebiasaan yang ‘baik’..Menyambut tahun baru hijriyah bukanlah dengan memperingatinya dan memeriahkannya. Namun yang harus kita ingat adalah dengan bertambahnya waktu, maka semakin dekat pula kematian.
Maka, sudah sewajarnyalah kita berucap doa di awal tahun ini, meminta ampunan untuk tahun ini dan harap untuk tahun yang akan datang dan menyukuri segala nikmatNya.
Menegakkan kebenaran dan memberantas kebathilan adalah spirit utama peringatan satu Muharram. Kemenangan melawan kebathilan tidak pernah terwujud tanpa usaha serius dari manusia.
Oleh karena itu, alangkah baiknya peringatan tahun baru islam harus dijadikan momentum evaluasi diri dan menegakan kebenaran yang diawali dari diri sendiri.

“ SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1 MUHARRAM 1435 HIJRIYAH “
Semoga kita berhijrah ke kondisi yang lebih baik dalam segala bidang. Amin ya Robbal alamin.

Kamis, 10 Oktober 2013

PSIKOSOMATIS

PSIKOSOMATIS


Kita mungkin pernah mengalami gangguan kesehatan yang sangat mengganggu, tetapi setelah berobat ke dokter dengan melewati segala rangkaian pemeriksaan medis yang lengkap, ternyata hasilnya kita dinyatakan sehat , alias tidak ada penyakit secara medis. Tentu kita bertanya-tanya kenapa itu bisa terjadi, karena faktanya kita yang merasakan adanya penyakit dalam tubuh kita.
Atau contoh sederhana saja, saat kita cemas dan takut menghadapi ujian akhir, atau saat tes wawancara kerja yang menegangkan, tubuh kita pasti ikut bereaksi, perut tiba-tiba menjadi mules, keringat dingin atau bolak-balik ke kamar mandi untuk buang air kecil, semua reaksi tersebut adalah manifestasi dari perasaan  tegang dan cemas kita. So.....apa yang sebenarnya terjadi dalam tubuh kita ?

Apakah Psikosomatis itu ?
Gangguan psikosomatis atau somatisasi adalah gangguan psikis yang menyebabkan munculnya gangguan fisik. Pendek kata, psikosomatik adalah penyakit fisik yang disebabkan oleh pikiran negatif dan/atau masalah emosi. Masalah emosi itu antara lain rasa berdosa, merasa punya penyakit, stress, depresi, kecewa, kecemasan atau masalah emosi negatif lainnya. Gangguan ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa, anak-anak pun bisa mengalaminya.

Perlu diketahui bahwa pikiran dapat menyebabkan gejala fisik. Sebagai contoh, ketika seseorang takut atau cemas dapat memacu detak jantung yang cepat, jantung berdebar, merasa sakit, gemetar (tremor), berkeringat, mulut kering, sakit dada, sakit kepala, dan bernafas cepat. Gejala-gejala fisik tersebut melalui saraf otak mengirim impuls tersebut ke berbagai bagian tubuh, dan pelepasan adrenalin ke dalam aliran darah.

Gejala:
Psikosomatis ditandai dengan adanya keluhan dengan gejala fisik yang beragam. Namun umumnya penderita mengalami atau mengeluhkan beberapa gejala berikut:
* mual
* muntah
* sendawa
* sakit perut
* rasa pedih
* kulit gatal
* pusing
* nyeri saat berhubungan seksual

Bagaimana cara membedakan psikosomatis dengan penyakit biasa?
Ciri-cirinya psikosomatis ditandai dengan adanya keluhan dengan gejala fisik yang beragam, antara lain seperti yang anda rasakan yaitu mulai dari pegal-pegal, nyeri di bagian tubuh tertentu, mual, muntah, kembung atau perut tidak enak, sendawa, serta sekujur tubuh terasa tidak nyaman. Tak jarang, ada yang merasa kulitnya seperti gatal, kesemutan, mati rasa, pedih seperti terbakar, dan sebagainya.
Rasa sakit di kepala, migrain, nyeri di bagian dada, punggung dan tulang belakang, linu pada persendian, bahkan sampai rasa nyeri saat berhubungan seks juga bisa saja disebabkan oleh masalah emosi.
Keluhan semacam itu bisa berlangsung lama dan berulang-ulang serta berganti-ganti atau berpindah-pindah tempat, dan memang bisa dirasa sangat mengganggu sehingga wajar jika Anda bolak-balik memeriksakan diri ke dokter.
Orang yang mengalami psikosomatis mungkin akan sulit membedakan apakah penyakit yang diderita itu psikosomatis atau disebabkan gangguan organis biasa, apalagi jika masalah emosi/pikiran penyebab sakit itu tidak disadari. Cara paling mudah dan akurat untuk mengetahui apakah suatu penyakit adalah psikosomatis atau sakit biasa adalah dengan hipnotis. Pikiran bawah sadar tahu apa yang terjadi pada Anda. Hypnotherapist bisa bertanya langsung ke pikiran bawah sadar Anda.
Namun, disarankan apabila anda sakit, tetaplah periksa ke dokter. Apabila setelah dilakukan pemeriksaan secara medis tidak ditemukan akar penyebab masalahnya, maka diduga kuat anda mengalami psikosomatis. Begitu pula apabila penyakit-penyakit ringan sering kambuh seolah tak ada hentinya. Kemungkinan anda mengalami psikosomatis.
Gejala psikosomatis bisa saja diringankan dengan obat-obatan semisal penahan rasa sakit. Namun itu hanya menahan sementara, dan gejala penyakit akan muncul kembali berulang-ulang, dan kadang dalam bentuk yang berbeda-beda. Obat-obatan hanya menangani gejala. Selama penyebabnya (program pikiran dan emosi negatif) masih ada, gejala penyakit akan terus timbul.

Pengobatan:
Ada dua macam pengobatan untuk gangguan psikosomatik, pengobatan fisik dan mental. Pengobatan fisik disesuaikan dengan penyakit yang diderita. Sedangkan perawatan mental dapat dilakukan dengan hipnoterapi, obat, atau dengan bantuan psikolog.

Tips untuk menghindari gangguan psikosomatis :
Dari situasi tersebut penderita psikosomatis tidaklah bisa disembuhkan melalui pengobatan secara medis dengan obat-obatan. Penyembuhan bagi penderita psikosomatis adalah dari “dalam diri” si penderita supaya tidak terjadi stres yang berkepanjangan, untuk itu ada beberapa solusi untuk menghindari terjadinya stres dan sembuh dari psikosomatis yaitu :
1. Hidup dengan pola pikir positif
Harus dapat merubah mind set agar lebih positif, ketika kita positif maka kita bisa menerima hal-hal yang terjadi di kehidupan kita sehingga kita akan terhindar dari stres.
2. Realistis
Manusia yang realistis lebih dapat menerima kenyataan, dapat pasrah dan menerima apa adanya.
3. Lawan
stres harus dilawan atau dikalahkan dengan kekuatan dari dalam diri manusia itu sendiri yaitu berpikiran positif.
4. Sehat jasmani dan rohani
Menjalankan pola hidup yang benar dengan mengkonsumsi 4 sehat 5 sempurna, cukup tidur dan berolah raga. Lakukan relaksasi, meditasi, yoga atau dapat dengan meluangkan waktu untuk berlibur melepaskan dari kepenatan rutinitas kita sehari-hari.

Psikosomatis perlu ditangani sedini mungkin sebab dapat mempengaruhi yang lain, karena pada tahap yang intens akan mengganggu kualitas hidup manusia tersebut terhadap orang lain. Sebagai contoh penderita psikosomatis parah akan mengalami penebalan kulit yang menimbulkan bau. Keadaan inilah yang akan mengganggu manusia disekelilingnya dan bagi penderita bisa menurunkan rasa percaya diri yang dapat lebih memperburuk keadaan si penderita.