Selasa, 16 April 2013

KISAH PERJALANAN UMROH + CITY TOUR KE HONGKONG ( PART 3 )

KISAH PERJALANAN UMROH +

CITY TOUR KE HONGKONG

( 06 MARET 2013 – 15 MARET 2013 )

( PART 3 )

SABTU, 09 MARET 2013
MADINAH – MEKKAH

Pukul 08.00 Waktu Madinah, setelah makan pagi , kami ziarah wada' ( ziarah perpisahan ) ke Makam Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar ash Siddiq, dan Umar bin Khattab. Ziarah Wada' dimaksudkan umtuk memberikan penghormatan kali terakhir kepada Rasulullah s.a.w. ketika hendak meninggalkan Kota Madinah. Ya Allah...hari ini adalah hari terakhir kami di Kota Madinah Al Munawaroh ini. Rasanya terlalu singkat bagi kami mengunjungi Kota yang indah ini. Pasti kami akan selalu merindukanmu Madinah, sebagai kota Baginda Nabi Muhammad SAW. Perasaan saya berkecamuk tidak karuan. Ada rasa sedih , karena akan meninggalkan Kota yang indah dan suci ini, tetapi juga bergembira karena kita akan memasuki Kota suci Mekah Mukaromah dan melakukan ibadah umroh sekaligus mengunjungi Baitullah.
Tak terasa meneteslah air mata membaca doa sewaktu ziarah wada ke makam rasullulah...
Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad saw dan keluarganya dan janganlah kau jadikan kunjungan ini sebagai kunjungan yang akhir kedatanganku kepada nabimu...hapuskanlah dosaku dengan menziarahinya dan bekalkanlah aku keselamatan dalam perjalananku serta mudahkanlah kepulanganku ini menuju keluargaku,negeriku dengan selamat,wahai tuhan yang maha rahmat".. 

 
Menuju Makam Nabi Muhammad SAW untuk ziarah Wada'


Di Depan Makam Nabi Muhammad SAW



 ROUDHOH, MASJID NABAWI - MADINAH
 
Setelah berdoa di depan pintu masuk makam, kami jamaah laki-laki dan jamaah wanita berpencar untuk memasuki Raudhoh. Roudhoh adalah tempat antara mimbar dan rumah Nabi Muhammad SAW. Roudhoh bagi Masjid Nabawi, ibarat jantung bagi segala aktifitas spiritual jutaan orang yang berkunjung ke Madinah, khususnya ke Masjid Nabawi. Karena berdoa di Roudhoh pasti kabulkan oleh Allah SWT. Karena Roudhoh adalah taman surga. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW :
“Di antara rumahku dan mimbarku adalah satu taman daripada taman-taman syurga, dan mimbarku terletak di atas kolamku (di syurga).” (Bukhari & Muslim)

Didalam Roudhoh, Masjid Nabawi Madinah


Pintu keluar Roudhoh

Pukul 14.00 Waktu Madinah, kami check out dari Hotel Durrat Al – Andalus untuk melanjutkan perjalanan menuju Masjid Dzulhulaifah ( Bir Ali ) untuk Miqot Umroh I.
Kami sudah menggunakan baju ihrom dari hotel dan mandi sunnah ihrom dan memakai wangi-wangian.
Sebelumnya perlu diketahui bahwa rukun umroh adalah:
  • Niat,
  • Ihram,
  • Tawaf umrah,
  • Sa’I,
  • Tahalul,
  • Tertib.
 MASJID BIR ALI, MADINAH

Sesampai di Masjid Bir Ali, kami Sholat sunnah Ihrom dan berikutnya niat umroh bersama-sama yang dibimbing oleh pembimbing kami, Bp. KH. Achmad Shofwan.
Niat umroh à “Nawaitul u’mrata wa ahramtu biha lillahi ta’ala “, (Aku berniat mengerjakan Umrah dan aku berihram dengannya kerana Allah ta’ala)
 
Ambil Miqot di Masjid Bir Ali, Madinah


Ambil Miqot di Masjid Bir Ali - Madinah


Ambil Miqot di Masjid Bir Ali Madinah


Masjid Bir Ali Madinah


Berpose bersama rombongan jamaah di Masjid Bir Ali


Pelataran Masjid Bir Ali Madinah




Selama berihram kita dilarang untuk:
    Untuk pria :
  1. Memakai pakaian yang dijahit,
  2. Memakai alas kaki yang menutup mata kaki,
  3. Sengaja menutup kepala sampai menyentuh rambut (kecuali dalam keadaan yang sangat darurat),

      Untuk wanita :
    1. Menutup telapak tangan,
    2. Menutup muka,
      1. Untuk semua
      2. Memakai wangi-wangian (kecuali yang sudah dipakai sebelum niat ihram),
      3. Memotong kuku, mencukur/mencabut bulu /rambut,
      4. Memburu atau membunuh binatang,
      5. Menikah atau menikahkan,
      6. Bercumbu atau bersetubuh,
      7. Bertengkar, memarahi atau mengucapkan kata-kata yang tidak senonoh/ kotor,
      8. Memotong atau mencabut pohonan di tanah haram.
Jika ada larangan di atas yang dilanggar maka ia harus membayar dam (denda), yakni dari mulai memberi makan fakir sampai menyembelih seekor kambing.
Selanjutnya kami menuju bus untuk melanjutkan perjalanan menuju Kota Mekkah al Mukarromah. Sepanjang perjalanan kami memperbanyak bacaan talbiyah.
“Labbaik Allaahumma labbaik, Labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wanni’mata laka wal mulka, laa syariikalak”. 
Artinya: Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah tidak ada sekutu bagi Mu, Aku datang memenuhi panggilan Mu. Sesungguhnya segala puji, ni’mat dan segenap kekuasaan adalah milik Mu, tidak ada sekutu bagi Mu.

Sepanjang perjalanan menuju Mekkah terasa semakin berdebar-debar hati ini. Tak bisa dilukiskan bagaimana rasanya hati ini kala itu. Ya Allah...kami akan mengunjungi baitullah. Dengan membaca talbiyah secara terus menerus , hati ini semakin merinding tidak karuan. Terasa ada kekuatan yang besar yang saya belum pernah rasakan sebelumnya. Allahu Akbar !!
Saat memasuki waktu sholat maghrib, bus kami berhenti disebuah tempat peristirahatan. Disana banyak sekali bus-bus yang juga parkir untuk beristirahat barang sejenak sekalian sholat maghrib. Lalu kami melanjutkan perjalanan kembali menuju Kota Mekkah.

Perjalanan Menuju Kota Mekkah

KOTA MEKKAH

Setelah kurang lebih 6-7 jam perjalanan, kami memasuki Kota Mekkah. Allahu Akbar, hati saya semakin berdebar-debar, tak sabar rasanya untuk sampai ke Masjidil Haram. Apalagi saat saya melihat jam menara yang tinggi diatas sana. dari dalam bus ...... Subhannalah, itu kan jam menara diatas Hotel Grand Zam-zam yang sering saya lihat di gambar-gambar, di televisi, di internet dll. Ya Allah.....alhamdulilah...... posisi kami sudah mendekati Masjidil Haram, karena Masjidil Haram posisinya tepat dibawah jam menara itu. Sontak air mata menetes karena terharu. Ya Allah...rindu kami semakin menjadi-jadi kepada baitullah. Dari dalam bus, pandangan saya tak pernah lepas dari jam menara itu. Semakin lama semakin dekat dengan arah jam menara itu berada.
Bus kami berhenti tepat di depan Hotel Elaf Al Multaqa. Jam menunjukkan pukul 21.00 waktu Mekkah. Rupanya di hotel inilah kami menginap. Kami check in di Hotel Elaf Al Multaqa dan selanjutnya pembagian kunci kamar. Kami mendapat kamar di lantai 14, tepatnya kamar no. 1466. Kami langsung menikmati makan malam di hotel ini, alhamdulilah.

 
Lobby Hotel Elaf Al Multaqa, sesaat setelah tiba di Kota Mekah

Setelah istirahat beberapa saat di kamar hotel, tepat pukul jam 23.00 waktu Mekkah kami berangkat menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan Thowaf, Sa'i dan Tahallul ( rangkaian ibadah umroh ). Kami berjalan kaki bersama-sama menuju Masjidil Haram. Jaraknya dari hotel kami menginap kurang lebih sekitar 150 meterlah. Lebih jauh sedikit dibanding waktu kami di Madinah. Jarak hotel kami ke Masjid Nabawi waktu itu hanya 100 meter.
Wah...pemandangan di Kota Mekkah ini lebih ramai dibanding di Madinah kemarin. Meskipun malam hari, banyak sekali jamaah dari berbagai negara berbondong-bondong menuju Masjidil Haram. Ya Allah....pemandangan ini begitu indah.


MASJIDIL HARAM, MEKAH

 
Pelataran Masjidil Haram, Mekkah


Pelataran Masjidil Haram, Mekkah


Pelataran Masjidil Haram di waktu malam hari




Saat memasuki pelataran Masjidil Haram , Allahu Akbar....Allah Maha Besar !! Masjidil Haram terlihat begitu megah , semua dinding dan lantai terbuat dari marmer dan sinar lampunya itu ya Allah....terlihat sangat teraaaang sekali. Entah berapa watt listrik yang dipakai. Yang jelas menurut saya tak pernah ada penerangan di malam hari seterang ini. Apalagi menara masjidnya....berkilauan bak mutiara di malam hari. Sungguh indah. Rasanya habis kata-kata deh untuk mendeskripsikannya. Spechless....
Kami masuk ke Masjidil Haram dari pintu 1. Wow.....masjid ini begitu indah. Interior nya begitu menakjubkan. Kami dibimbing pembimbing kami membaca doa saat memasuki Masjidil Haram ini. Kami satu rombongan sholat jamaah Sholat Isya' dulu sebelum melakukan ibadah umroh.

 
Didalam Masjidil Haram, Mekkah


Didalam Masjidil Haram , Mekkah


Atap Masjidil Haram Mekkah



Interior Masjidil Haram yang indah


Interior Masjidil Haram yang Indah



Setelah sholat Isya' berjamaah, kami satu rombongan mengikuti pembimbing kami untuk melakukan ibadah umroh. Perasaan saya semakin berdebar tak menentu, menanti saat indah melihat ka'bah untuk pertama kalinya. Begitu kami menuruni beberapa anak tangga sampailah kami di depan ka'bah. Allahu Akbar...Allahu Akbar.....Allahu Akbar...!! Sujud syukur kepada-Mu Ya Alllah. Engkau izinkan hambamu ini untuk mengunjungi Ka'bah ini dengan lancar. Serasa tak percaya bahwa saat ini saya benar-benar berada di depan Ka'bah. Kiblat dari seluruh ummat muslim di dunia. Sewaktu kita sholat di rumah kita hanya menghadap kiblat tanpa tahu keberadaan ka'bah yang sebenarnya , dan saat ini kiblat itu benar-benar ada di depan mata saya. Subhanalallah.....Allah Maha Besar. !!. Air mata sudah tak bisa terbendung lagi. Menangis...dan menangis...tanpa bisa ditahan. Terimakasih Ya Allah...Engkau telah undang hambamu ini untuk mengunjungi rumah-Mu yang indah ini. Terima kasih untuk kesempatan yang luar biasa indah ini. Alhamdulilah.....
( Saat mengetik tulisan ini, saya tiba-tiba meneteskan air mata.....terasa sekali apa yang saya rasakan waktu itu ….. memori indah itu masih tersimpan jelas di memori saya , pun sampai saat ini ).
Dengan dibimbing pembimbing kami, kami membaca doa bersama. Doa melihat Ka'bah : “Allaahumma zid haazal baita tasyriifan wata’ziiman watakriiman wamahaabatan wazid man syarrafahu wa azzamahu wa karramahu mimman hajjahu awi’tamarahu tasyriifan wa ta’ziiman wa takriiman wabirran” .
Artinya: Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan dan wibawa pada Bait (Ka’bah) ini. Dan tambahkanlah pula pada orang-orang yg memuliakan, mengagungkan dan menghormatinya diantara mereka yg berhaji atau berumrah dengan kemuliaan, keagungan, kehormatan dan kebaikan. 










 
Selanjutnya dengan dibimbing pembing kami, kami melaksanakan ibadah umroh. Pertama-tama kami melakukan Thowaf, yaitu mengelilingi ka'bah sebanyak tujuh putaran.
Hal-hal mengenai Thowaf yaitu sbb :
  • Dilakukan dalam keadaan berwudhu à jika batal saat thawaf maka perbaharui wudhu dan melanjutkan thawaf dari tempat batalnya wudhu/ tidak mengulangi dari awal,
  • Menuju garis start di rukun Hajar Aswad,
  • Berdoa memulai thawaf. Isyarat tangan saat segaris dengan rukun Hajar Aswad, mengecup tangan dan mengucap: “Bismillaahi wallaahu akbar”, Artinya: Dengan nama Allah, Allah Maha Besar,
  • Mengelilingi Ka’bah berlawanan dengan arah jarum jam à berdoa apa saja, dengan bahasa apa saja, berdzikir/ diam saja. Jika Thawaf Qudum (thawaf pertama kali masuk Masjidil Haram) disunahkan bagi laki-laki berlari-lari kecil 3 putaran selanjutnya berjalan biasa. Untuk wanita hanya berjalan biasa,
  • Dalam setiap perjalanan dari Hajar Aswad sampai rukun Yamani membaca “Subhaanallaahi walhamdulillaahi walaa ilaaha illallaahu wallaahu akbaru walaa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil aziim” (Maka Suci Allah, segala puji milik Allah tidak ada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar dan tiada daya dan kekuatan melainkan atas pertolongan Allah yang Maha Luhur dan Maha Agung),
  • Disunahkan membaca doa sapu jagad mulai dari rukun Yamani hingga ke rukun Hajar Aswad disetiap putaran. “Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanatan wa fil aakhirati hasanatan waqinaa azaabannaar. Wa adkhilnal jannata ma’al abraar, yaa”aziizu yaa gaffaaru yaa rabbal ‘alamiin”. Artinya: Wahai Tuhan kami, berkahilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akherat dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka. Dan masukkanlah kami ke dalam surga bersama orang2 yg berbuat baik, wahai Tuhan Yang Maha Mulia, Maha Pengampun dan Tuhan yang menguasai seluruh alam.

Alhamdulilah …. thowaf berjalan lancar. Walaupun ramai jamaah dan sesekali berdesakan ( maklum ka'bah selalu dikunjungi umat muslim diseluruh dunia tanpa henti, jadi tak pernah sepi), tapi Subhanallah...terasa lancar, tertib, longgar dan lebih cepat ( setidaknya menurut perkiraan saya ). Selama thowaf, saat memandang ke arah Ka'bah......setiap kali itu pula, hati saya bergetar sangat hebat dan akhirnya menangis dan menangis. Terasa ada kekuatan luar biasa saat memandang ka'bah. Allahu Akbar !! Allah Maha Besar....!! Sungguh benar-benar pengalaman spiritual yang tak pernah saya lupakan sepanjang hidup saya. Sampai sekarangpun saya masih bisa merasakan getaran indahnya saat memandang ka'bah. Ya Allah...saya akan merindukan moment indah selamanya.
Setelah melakukan thowaf, kami berdoa di multazam. Multazam adalah letak antara Hajar Aswad dengan pintu ka'bah. Dan berdoa di Multazam sangat mustajabah dan insya Allah akan dikabulkan oleh Allah SWT. Amien ya robbal alamien. Kami juga melakukan sholat 2 rokaat di depan maqom ibrahim. Shalat sunah 2 rakaat , pada rakaat pertama setelah membaca surat Al Fatihah, membaca surat Al Kaafirun dan pada raka’at kedua setelah membaca Al Fatihah, membaca surat Al Ikhlas, Hal ini mengajarkan bahwa kita berada dibarisan nabi Ibrahim AS.
Setelah itu kami melakukan Sa'i , yaitu berjalan dari bukit Shafa ke bukit Marwa bolak-balik sebanyak 7 kali. Saat melalui lampu berwarna hijau, kami berlari-lari kecil. Semua doa-doa saat melakukan Sa'i dibimbing oleh pembinbing kami. Rombongan kami sangat kompak sehingga bacaan doa-doa kami sesekali diikuti juga oleh jamaah lainnya. Tempat Sa'i juga terlihat ramai dan berjubel, tapi setelah kita jalani, ternyata longgar dan lancar kok. Alhamdulilah. Terima kasih ya Allah...untuk semua kemudahan ini. 

 
Saat melakukan Sa'i


Bukit Safa'



Bukit Safa'

Tak lupa kami meminum air zam-zam yang tersedia di tiap-tiap tempat sa'i. Pokoknya dijamin nggak akan kehausan deh. Air zam-zam ini terasa begitu segar. Hilanglah semua letih seketika. Bener-bener teringat perjuangan ibu Nabi Ismail, Siti Hajar saat berlari-lari di bukit safa – Marwah bolak balik sebanyak 7 kali untuk mencari minum buat putranya Nabi Ismail yang saat itu sedang kehausan, hingga akhirnya muncullah sebuah mukjizat ketika Nabi Ismail yang masih bayi menghentakkan kakinya ke tanah lalu keluarlah air mata itu, yang disebut ZAM-ZAM. Dan alhamdulilah...kami bisa menikmati kesegaran air zam-zam yang terkenal itu langsung dari tempat yang suci ini, di Masjidil Haram. Alhamdulilah....

Air Zam-zam yang disediakan di Masjidil Haram

Terakhir kalinya, kami melakukan tahalul, yaitu mencukur rambut sebagai tanda dihalalkannya semua yang haram saat kita berihrom. Dan rangkaian ibadah umrohpun selesai dengan lancar. Alhamdulilah........

Saat Tahallul ( Mencukur rambut )


( Bersambung ke Part 4........ )

Kamis, 11 April 2013

KISAH PERJALANAN UMROH + CITY TOUR KE HONGKONG ( PART 2 )

KISAH PERJALANAN UMROH +

CITY TOUR KE HONGKONG

( 06 MARET 2013 – 15 MARET 2015 )

( PART 2 )


KAMIS, 07 MARET 2013

HONGKONG – JEDDAH – MADINAH

Setelah menunggu kurang lebih 2 jam di bandara Chek Lap Kok, Hongkong, kami berangkat menuju Jeddah melalui perjalanan udara. Kami menaiki pesawat Cathay Pacific CX 745. Kami berangkat pukul 01.15 dini hari waktu Hongkong. Setelah selama kurang lebih 6 jam perjalanan, pesawat kami mendarat di Dubai sekitar pukul 07.00 pagi waktu Dubai, untuk sekedar transit. Setelah kurang lebih 1 jam di bandara Dubai, kami melanjutkan perjalanan udara kembali menuju Jeddah.
Perjalanan dari Dubai ke Jeddah ditempuh selama kurang lebih 2 jam lewat perjalanan udara. Alhamdulilah kami mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah pukul 10.15 waktu Jeddah dengan lancar. Bandara King Abdul Aziz , Jeddah sangat berbeda dengan Bandara di Hongkong. Begitu turun dari pesawat kami dijemput bis bandara untuk menuju ke bandara King Abdul Aziz. Kira-kira perjalanan ditempuh selama kurang lebih 5 menit. Cuaca panas mulai terasa di Jeddah ini.


Bandara King Abdul Aziz, Jeddah

Setelah melalui proses imigrasi di Bandara King Abdul Aziz, kami melanjutkan perjalanan menuju ke Kota Madinah melalui perjalanan darat. Kita menggunakan bus pariwisata yang ber AC, sehingga cuaca panas diluar tidak terasa. Sepanjang perjalanan menuju Kota Madinah, sejauh mata memandang , kanan-kiri kami hanya hamparan gunung-gunung bebatuan yang tandus. Kami juga melihat beberapa onta yang berada di hamparan gunung batu tersebut. Sangat terasa sekali nuansa Timur Tengahnya.. Sepanjang perjalanan menuju Madinah kami perbanyak membaca sholawat nabi, karena kami akan mengunjungi kota Nabi Muhammad SAW, rasanya sudah tidak sabar untuk menuju Kota Madinah.
Yang membuat hati saya bergetar adalah, sepanjang jalan gunung-gunung bebatuan itu, setiap jarak kurang lebih beberapa meter ada semacam rambu-rambu yang bertuliskan SUBHANALLAH dalam tulisan arab. Trus selang beberapa meter lagi ada lagi rambu yang bertuliskan ALLAHU AKBAR, begitu seterusnya. Subhanallah........tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata indahnya perjalanan ini. Terima kasih ya Allah saya bisa menikmati perjalanan yang indah ini. 


Perjalanan Menuju Madinah

Ditengah-tengah perjalanan , bus kami berhenti disuatu tempat untuk istirahat beberapa saat. Memberi kesempatan untuk yang pergi ke toilet, membeli makanan & minuman dsb. Cuaca masih terasa sangat panas dan terik. Lalu kami melanjutkan perjalanan kembali. Perjalanan darat dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah menuju Madinah ditempuh selama kurang lebih 5 jam.
Akhirnya tiba juga kami di Kota Madinah al Munawwaroh sekitar jam 5 sore waktu Madinah. Alhamdulilah....perjalanannya sangat lancar. Kami langsung check-in di hotel. Kami menginap di Hotel Durrat Al Andalus. Hanya berjarak sekitar kurang lebih 100 meter dari Masjid Nabawi. Setelah pembagian kunci kamar kami langsung menuju kamar hotel. Kami mendapat kamar di lantai 8. Tepatnya di kamar nomor 817. Kami menempati ruangan kamar yang berisi 4 orang. Sengaja kami memilih yang sekamar 4 orang. Agar kita punya teman berbagi dan tidak tertinggal informasi pastinya. Kami berdua sekamar dengan pasangan suami istri dari Jombang. Beliau adalah Pak Achmad Fanani & Mbak Maisarah. Mereka berdua adalah dosen di UNIPDU Jombang. Mereka berdua seumuran dengan kami dan ternyata mereka pasangan pengantin baru lho....hehehe. Ya...mereka berdua sangat baik sekali. Kami bersyukur sekali mendapat temen sekamar yang baik dan pengertian. Sehingga kita bisa menjalani ibadah dengan nyaman, tenang dan lebih khusyuk tentunya. Apalagi Pak Fanani sudah pernah menjalankan ibadah haji, sehingga kami sering sekali mendapat nasehat dan share dengan beliau. Alhamdulilah banget. Ini bener-bener kebetulan yang bukan kebetulan deh. Maksudnya pasti semua ini atas seijin Allah , kami dipertemukan dengan orang yang baik pula.

Bersama teman sekamar, Bp. Fanani & Mb. Maisarah

Di depan Hotel Durrat Al Andalus, Madinah

Di depan Hotel Durat Al- Andalus, Madinah

Di depan Hotel Durrat Al- Andalus, Madinah


Masjid Nabawi, Madinah
Setelah membersihkan diri dan istirahat sejenak di hotel, kami berbondong-bondong menuju Masjid Nabawi untuk menunaikan ibadah sholat maghrib berjamaah. Subhanalllah....suara adzan yang berkumandang sangat indah dan merdu sekali. Benar-benar menggetarkan hati bagi siapapun yang mendengarnya. Kami bersama beribu-ribu jamaah dari berbagai belahan dunia berbondong-bondong menuju masjid , benar-benar pemandangan yang membuat hati tenang dan damai. Sejak keluar hotel sampai masuk ke pelataran masjid , di kanan – kiri kami banyak sekali pedagang yang berjualan berbagai macam barang. Ada kerudung, tasbih, baju muslim, tas , perhiasan dan masih banyak lagi deh, seperti pasar gitu lah. Tapi yang luar biasa adalah walaupun sedang berjualan, ketika mendengar adzan berkumandang, semua aktivitas jual – beli langsung berhenti dan semuanya langsung berbondong menuju masjid dengan barang dagangan yang masih ada di sepanjang jalan , tidak di beresin terlebih dahulu. Subhanalalh...sama sekali para penjual-penjual itu gak khawatir barang dagangannya hilang atau dicuri.. Subhanallah.
Saat pertama kali memasuki Masjid Nabawi, Madinah ini...... hati terasa tenang dan damai. Tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata rasanya. Saya merasa bersyukur ya Allah bisa diberi kesempatan untuk sholat di Masjid Nabawi ini yang konon bila sholat disana pahalanya berlipat 1.000 kali lipat. Masya Allah..... .Keutamaannya dinyatakan oleh Nabi saw., sebagaimana diterima dari Jabir ra. (yang artinya):
"Satu kali shalat di masjidku ini, lebih besar pahalanya dari seribu kali salat di masjid yang lain, kecuali di Masjidil Haram. Dan satu kali salat di Masjidil Haram lebih utama dari seratus ribu kali salat di masjid lainnya." (Riwayat Ahmad, dengan sanad yang sah)
Masjid Nabawi, adalah salah satu masjid terpenting yang terdapat di Kota Madinah, Arab Saudi karena dibangun oleh Nabi Muhammad SAW dan menjadi tempat makam beliau dan para sahabatnya. Masjid ini merupakan salah satu masjid yang utama bagi umat muslim setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjidil Aqsa di Yerusalem. Masjid ini juga merupakan Masjid terbesar ke-2 di dunia, setelah Masjidil Haram di Mekkah. 

Kubah Di Masjid Nabawi yang bisa terbuka otomatis

Payung-Payung Di Masjid Nabawi yang akan terbuka otomatis

Masjid Nabawi, Madinah

Masjid Nabawi, Madinah

Salah Satu Pintu di Masjid Nabawi, Madinah

Di dalam Masjid Nabawi, Madinah

Di Dalam Masjid Nabawi, Madinah

Setelah sholat maghrib berjamaah, kami beserta rombongan berkumpul untuk selanjutnya berziarah ke Makam Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar as Shiddiq, Umar bin Khattab lalu ke makam Baqi'. Lokasi makam Nabi Muhammad SAW masih dalam area Masjid Nabawi. Kami berkumpul di depan pintu 25. Setelah kumpul semua, kami berjalan menyusuri Masjid Nabawi menuju makam Nabi yang berada dibawah kubah masjid yang berwarna hijau. Ya Allah...saat berdoa didepan makam nabi , tak terasa air mata saya terjatuh begitu saja. Ada getaran hebat yang saya rasakan. Bayangkan saja, saat itu saya benar-benar berada didepan makam Nabi Muhammad SAW dan para sahabat Nabi. Rasa bersyukur saya tiada henti-hentinya kepada Allah SWT yang meridhoi saya berada di tempat suci ini. 


Makam Nabi Muhammad SAW berada tepat dibawah Kubah Hijau

Setelah berziarah ke makam Nabi Muhammad, kami masuk kedalam Masjid lagi untuk Sholat Isya' berjamaah. Di Masjid Nabawi jamaah laki-laki dan perempuan dipisah sehingga penataan sangat tertib. Dan ketika memasuki masjid, ada petugas wanita yang memeriksa tas kita. Alhamdulilah kita boleh masuk. ( karena ternyata ada juga yang tidak boleh masuk lho ). Ada hal baru buat saya saat sholat Isya' di Masjid Nabawi ini. Karena saya melihat banyak sekali ibu-ibu yang sholat dengan membawa bayi dan balita. Sehingga saat sholat berlangsung, banyak bayi dan balita yang menangis bersahut-sahutan karena ibu mereka pada sholat semua. Kan bayi seusia segitu masih lengket dengan ibunya.
Sehabis sholat Isya' , saya sempatkan untuk minum air zam-zam yang berada di dalam area masjid. Penataan galon-galonnya juga rapi dan selalu bersih, karena selalu ada petugas yang mengepel lantainya. Kami bisa minum sepuasnya dan yang penting juga boleh isi ulang kok. Saya membawa botol kosong yang siap untuk diisi ulang. Hehehehe....Wah....Air zam-zam ini luar biasa segarnya. Badan jadi fresh kembali setelah diterpa perjalanan jauh yang panjang dan melelahkan.
Setelah sholat Isya' kami kembali menuju hotel. Wah...sepanjang perjalanan menuju hotel yang hanya berjarak kurang lebih 100 meter itu, kami terkesima dengan para penjual disana deh. Ada yang menjajakan dagangannya dengan melemparkan dagangannya keatas, seperti penjual kerudung yang lokasinya tepat di depan pintu keluar Masjid Nabawi ini. Hehehhe....ada-ada saja. Yaa...lumayanlah bisa cuci mata juga.


Salah satu pedagang di Madinah yang piawai menarik para pembeli
Sesampai di hotel kami langsung menuju ruang makan untuk makan malam. Wah...menu makannnya cocok deh. Abis kebanyakan banyak jamaah Indonesia yang disana, jadi menunya juga Indonesia banget deh. Abis makan malam kita ngopi sebentar trus kembali ke kamar hotel. Eh....setelah itu kami turun lagi kebawah untuk jalan-jalan sebentar sambil menikmati udara malam Kota Madinah ini. Udara malam hari di Kota Madinah ini sangat dingin menusuk tulang lho. Sementara siangnya luamayan panas juga. Jadi harus pandai jaga kesehatan ini.

JUM'AT, 08 MARET 2013
MADINAH
Kami bangun jam 2 malam. Tidur kurang lebih hanya 2 jam saja. Kita langsung bersiap-siap ke Masjid Nabawi untuk sholat tahajud. Dari hotel kami, sayup-sayup terdengar suara adzan yang lagi-lagi merdu dan indah sekali. Sangat memenangkan hati. Saya juga terheran, kok jam segini sudah adzan ya. Kata Pak Fanani teman sekamar kami , memang sebelum adzan Shubuh ada adzan juga , biasanya adzan panggilan untuk sholat malam atau sholat tahajud. Ohhh......!!
Di Masjid Nabawi kami puas-puaskan untuk Ber- i'tikaf, baca Al- Qur'an, sholat tahajud, dan sholat-sholat sunnah lainnya sambil menunggu waktu masuk Shubuh. Suasananya sungguh menenangkan. Rasanya tak ada tempat yang setenang ini sebelumnya yang saya rasakan. Benar-benar lupa semua urusan duniawi. Saya dan Mbak Mai, teman sekamar seya mengambil tempat yang paling depan. Di dalam Masjid Nabawi sudah disediakan Al- Quran untuk dibaca, jadi meskipun nggak bawa Al Qur'an, kita bisa membaca Al Qur'an dari tempat yang sudah disediakan.
Setelah sholat Shubuh, saat kami melewati pelataran Masjid Nabawi, saat itu pula payung-payung besar yang menaungi pelataran masjid terbuka secara otomatis. Saya langsung mengabadikan moment indah itu. WOW......luar biasa. Saya jadi terpana melihat payung-payung besar itu terbuka dengan indahnya.. Saya menikmati moment itu hingga payung – payung tersebut terbuka semuanya. Wah....pelataran masjid jadi terasa adem dengan payung-payung yang menaunginya. Sangat indah.....Masya Allah....

 
Payung-Payung nan indah Masjid Nabawi Madinah

Pelataran Masjid Nabawi, Madinah

Pelataran Masjid Nabawi Madinah


Setelah itu kami menuju hotel untuk makan pagi bersama. Lalu jadwal berikutnya kami serombongan mengikuti ziarah seputar Kota Madinah dengan menggunakan bus ber AC dengan dipandu pembimbing kami.

Masjid Quba, Madinah
Tujuan pertama adalah ke Masjid Quba. Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah SAW pada tahun 1 Hijriyah atau 622 Masehi di Quba, sekitar 5 km di sebelah tenggara kota Madinah. Dalam Al Qur'an disebutkan bahwa masjid Quba adalah mesjid yang dibangun atas dasar takwa ( Surat At – Taubah : 108 ).
Masjid ini memiliki 19 pintu. Dari 19 pintu itu terdapat tiga pintu utama dan 16 pintu. Tiga pintu utama berdaun pintu besar dan ini menjadi tempat masuk para jamaah ke dalam masjid. Dua pintu diperuntukkan untuk masuk para jamaah laki-laki sedangkan satu pintu lainnya sebagai pintu masuk jamaah perempuan. Diseberang ruang utama mesjid, terdapat ruangan yang dijadikan tempat belajar mengajar.
Oh ya, Sebelum berangkat ke Masjid Quba, kami sudah berwudhu dari kamar hotel kami masing-masing. Karena jika kita berhasil sholat di Masjid Quba dengan menjaga wudhu dari tempat kita menginap dan tidak batal wudhunya, maka pahalanya sama dengan melaksanakan satu kali umroh. Dan alhamdulilah saya berhasil menjaga wudhu saya tidak batal , sehingga kami langsung sholat di Masjid Quba. Dalilnya adalah sbb :
“Barangsiapa yang bersuci dari rumahnya kemudian ia datang ke Masjid Quba lalu shalat di dalamnya maka baginya seperti pahala umrah.” (HR. an-Nasai dan Ibnu Majah). 

Masjid Quba, Madinah
Masjid Quba' Madinah

Bersama Pembimbing kami, Bp. KH. Achmad Shofwan

Masjid Quba, Madinah


Masjid Qiblatain & Masjid Sab'ah / Khandaq.
Perjalanan berikutnya adalah Masjid Qiblatain & Masjid Sab'ah / Khandaq. Tetapi kami tidak turun dari bus hanya mampir sebentar saja dan mengambil gambar dari bus , karena waktu yang terbatas sementara masih banyak tempat-tempat yang lain yang harus dikunjungi.
Masjid Qiblatain (artinya: masjid dua kiblat) adalah salah satu masjid terkenal di Madinah Masjid ini mula-mula dikenal dengan nama Masjid Bani Salamah, karena masjid ini dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah. Letaknya di tepi jalan menuju kampus Universitas Madinah di dekat Istana Raja ke jurusan Wadi Aqiq atau di atas sebuah bukit kecil di utara Harrah Wabrah, Madinah.

Masjid Qiblatain, Madinah


Jabal Uhud
Tujuan berikutnya adalah kami mengunjungi Jabal Uhud. Jabal Uhud, adalah tempat terjadinya pertempuran Uhud. Pertempuran Uhud adalah pertempuran yang pecah antara kaum muslimin dan kaum kafir Quraisy pada tanggal 22 Maret 625 M ( 7 Syawal 3 H). Pertempuran ini terjadi kurang lebih setahun lebih seminggu setelah Pertempuran Badr. Tentara Islam berjumlah 700 orang sedangkan tentara kafir berjumlah 3.000 orang. Tentara Islam dipimpin langsung oleh Rasulullah sedangkan tentara kafir dipimpin oleh Abu Sufyan. Disebut Pertempuran Uhud karena terjadi di dekat bukit Uhud yang terletak 4 mil dari Masjid Nabawi dan mempunyai ketinggian 1000 kaki dari permukaan tanah dengan panjang 5 mil.
Saat masuk di Jabal Uhud, disana ada peta tentang jalannya pertempuran Uhud yang dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad. Kami mendengarkan penjelasan dari pembimbing kami tentang pertempuran Uhud melalui peta yang ada di sana. Wow.....luar biasa perjuangan umat Islam waktu itu ya. Para Syuhada – syuhada yang gugur saat pertempuran itu dimakamkan disana juga.

Jabal Uhud, Madinah


Jabal Uhud, Madinah


Jabal Uhud, Madinah


Jabal Uhud, Madinah


Jabal Uhud, Madinah


Kebun dan Pasar Kurma
Perjalanan kami selanjutnya adalah mengunjungi kebun dan pasar kurma. Disana kami boleh menikmati makanan yang ada disana....Halal !! Tapi kalau mau dibawa pulang harus beli lah. Di Kebun kurma juga disediakan minuman yang kita bisa ambil sendiri dan gratis lho. Ada jus kurma dan teh hangat. Wah.....sangat nikmat dinikmati disana. Kami berbelanja beberapa kurma, coklat, dan camilan lainnya untuk oleh-oleh sanak famili di rumah.

Kebun Kurma, Madinah


Kebun Kurma, Madinah


Pasar Kurma, Madinah


Pasar Kurma, Madinah


Pasar Kurma, Madinah


Setelah berkeliling kota Madinah , kita saatnya kembali ke hotel, karena jam sudah mendekati waktu Sholat Dhuhur.. Apalagi, hari itu Hari Jum'at. Jadi kita bisa menunaikan Sholat Jum'at di Masjid Nabawi. Alhamdulilah. Kita kaum perempuan juga sekalian ikut Sholat Jum'at disana. Wah......sholat Jum'at di Masjid Nabawi waktu itu sangat penuh sekali. Tapi Alhamdulilah saya berhasil mendapat tempat di dalam masjid, tidak di pelatarannya. Saya memang usahakan selalu mendapat tempat di dalam masjid. Karena merasa lebih tenang dan damai aja.
Begitulah, hari – hari disana benar-benar saya menfaatkan untuk maksimal beribadah. Shalat Ashar, Sholat Maghrib dan Isya' berjamaah terus di Masjid Nabawi. Kami juga sesekali berkomunikasi dengan jamaah dari negara lain. Kami senang berkenalan dengan umat muslim dari belahan dunia lainnya. Kami mengobrol dari jamaah asal Pakistan, Libya, Malaysia, dan tentunya dengan jamaah asal Madinah sendiri. Rata-rata mereka suka dengan keramahan orang Indonesia lho. Wah...hal ini harus dijaga. 

 
Berpose dengan jamaah asal Libya


Berpose dengan jamaah asal Pakistan

 
Satu hal lagi yang membuat saya takjub adalah, banyak pedagang-pedagang di Madinah ini bisa berbahasa Indonesia. Mereka sangat mahir menawarkan dagangan mereka dengan Bahasa Indonesia. Bahkan tawar menawarpun , mereka juga mahir lho berbahasa Indonesia. Bahkan juga ada beberapa yang menerima pembayaran menggunakan mata uang Indonesia. Rupiah. Wah...salut deh !

( Bersambung ke Part 3 …................... )