Rabu, 07 Juli 2021

OVERTHINKING Memikirkan sesuatu secara berlebihan…. Normalkah ?

OVERTHINKING

Memikirkan sesuatu secara berlebihan…. Normalkah ?

 


Oleh : Yuyung Riana, S.Psi

 

Di masa pandemi ini dimana kasus covid meningkat lagi, hampir setiap hari kita mendengar dan membaca berita tentang kesedihan, teman dan rekan banyak yang sakit terpapar covid, satu persatu mereka berpulang ke maha kuasa, tentu hal ini membuat kita merasa panik dan cemas. Dan pernah nggak anda merasa setelah membaca berita -berita tersebut kita menjadi merasakan gejala-gejala yang seperti mereka yang terpapar virus covid. Misalnya kita jadi merasa sesak nafas, demam, meriang, badan menggigil, flu berat, hilang indera penciuman dan lain sebagainya.Tentunya kita menjadi panik dan khawatir ya jangan – jangan kita terpapar juga nih.

Tapi eits, jangan terlalu takut. Untuk memastikannya kita pastinya harus test swab dan PCR untuk lebih akuratnya ya. Tapi disini saya akan membahas dari sisi yang berbeda, yaitu sisi psikologis.Bisa jadi gejala-gejala yang kita rasa kan tadi hanya karena kita terlalu memikirkan secara berlebihan ( overthinking ) berita-berita yang kita baca akhirnya kita seolah tersugesti dan akhirnya kita mengalami psikosomatis, yaitu kita mengalami gangguan kesehatan dikarenakan pikiran kita sendiri. Pendek kata, penyakit fisik yang disebabkan oleh psikis.

Overthinking merujuk pada kebiasaan seseorang terlalu memikirkan sesuatu hal secara berlebihan bahkan mempercayainya padahal belum tentu hal yang dipikirkan tersebut adalah kenyataan.Sebenarnya hal ini bagus sebagai tanda kewaspadaan, tetapi overthinking berbeda dengan berpikir sebelum bertindak, karena pikiran-pikiran tersebut muncul secara berlebihan, berulang-ulang seolah gak ada ujungnya dan bisa mengganggu kualitas hidup.

Tanda-tanda kita Overthinking :

1.      1. Cemas dan panik yang berlebihan

2.      2. Sering memikirkan hal yang sama berulang-ulang

3.      3.Saat menghadapi masalah, tidak focus mencarisolusi, malah berfokus pada masalah yang tak kunjung selesai.

4.     4. Sulit membuat keputusan

5.     5. Cenderung menyalahkan diri sendiri

6.      6. Takut memulai sesuatu

Overthingking jika dibiarkan terus menerus bisa menyebabkan gangguan mental dan fisik. Karena overthinking bisa membatasi kebahagiaan. Bahkan parahnya bisa menyebabkan gangguan psikologis OCD ( Obsessive Compulsive Disorder ), yaitu dimana seseorang cenderung memiliki pikiran atau keyakinan yang mengganggu dan bahkan menyulitkan karena tidak terkendali. Overthinking pada OCD membuat pengidapnya selalu berpikir telah melakukan kesalahan, melukai orang lain atau merasa terkontaminasi virus saat tidak sengaja memegang sesuatu.

Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini bisa sangat membingungkan dan membuat pengidapnya putus asa. Jika mengalami hal tersebut lakukan konsultasi dengan psikolog atau psikiater ya.

Meski begitu tidak semua  overthinking menjadi tanda gangguan psikologis OCD.Sebab pada dasarnya pikiran negatif dan rasa cemas adalah hal yang wajar dan bisa terjadi pada semua orang.

 

Dampak Overthinking :

1.      1. Mengarah pada gangguan mental.

Terdapat sebuah studi di 2013 yang diterbitkan oleh Journal of Abnormal Psychology yang mengatakan bahwa terlalu memikirkan kesalahan masa lalu bisa meningkatkan risiko gangguan mental. Nah, mungkin ada beberapa dari lo yang masih belum bisa menerima kejadian di masa lalu.

2.      2. Sulit menyelesaikan masalah

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang overthinking merasa bahwa mereka sedang mencoba memahami dan memecahkan masalah mereka (Papageorgiou & Wells, 2001, 2003). Sayangnya, overthinking tersebut kelihatannya malah mengganggu penyelesaian masalah mereka lho. Studi eksperimental menunjukkan bahwa orang yang overthinking mendorong mereka buat menilai masalah mereka sebagai sesuatu yang berlebihan dan gak terpecahkan (Lyubomirsky et al., 1999) .

3.      3. Kualitas tidur terganggu

Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kekhawatiran akibat overthinking dan kualitas tidur lho. Karena ternyata overthinking merupakan penyebab utama seseorang susah tidur (Harvey, 2000; Lichstein & Rosenthal, 1980; Nicassio et al., 1985).

4.      4. Menurunkan performa kerja

5.      5. Emosi tidak terkontrol

6.        6. Mengalami gangguan kesehatan fisik

7.        7.Menghambat aktivitas sehari-hari

 

Cara mengatasi overthinking :

1.         1. Berhenti sejenak dan cari penyebabnya

2.      2. Lakukan sesuatu yang berbeda

3.      3. Cobalah berpikiran terbuka

4.      4. Tantang ketakutanmu sendiri

5.      5. Fokuskan pada hal yang bisa di kontrol

6.      6. Cari aktivitas baru yang positif

7.       7. Filter asupan informasi pikiran

8.      8. Melihat dengan sudut pandang yang lebih luas

9.      9. Pujilah usaha diri sendiri

10.  10. Minta bantuan orang terdekat atau professional

 

Cobalah untuk melepaskan pemikiran yang membuat Anda jadi cemas. Kuncinya, tetap mengamati dan mengevaluasi masalah, tapi pikirkan juga solusi untuk menghadapi masalah tersebut. Jangan hanya terpaku pada masalah saja.

Kemudian, jangan berlarut dalam penyesalan ketika Anda salah mengambil keputusan. Akan tetapi, belajar dari kesalahan tersebut agar tidak mengulanginya di kemudian hari.

Intinya hanya kita yang paling tahu tentang diri sendiri….jadi kontrol dan filter pikiran kita sendiri.

 

Sumber : https://satupersen.net/blog/mengatasi-overthinking

 

Sabtu, 09 Mei 2020

PELANGI DI BALIK PANDEMI



PELANGI DI BALIK PANDEMI

Oleh : Yuyung Riana, S.Psi




Saat ini seluruh dunia sedang berperang melawan  pandemi covid – 19 (Corona Virus Diseases-19). Virus ini awalnya mulai berkembang di Wuhan, China di penghujung  tahun 2019. Wabah virus ini memang penularannya sangat cepat menyebar ke berbagai negara di dunia. Sehingga oleh World Health Organization (WHO), menyatakan wabah penyebaran virus covid-19 sebagai pandemi dunia saat ini. Di Indonesia sendiri kasus pertama ditemukan pada tanggal 02 Maret 2020. Pada kasus pertama dan kedua itu dua orang WNI yang terpapar COVID-19 sempat melakukan kontak dengan WN Jepang beberapa waktu sebelumnya.
Penyebaran virus ini pun sulit dikenali, karena virus ini baru dapat dikenali sekitar 14 hari. Namun, orang yang telah terpapar dengan virus ini memiliki gejala seperti demam di atas suhu normal manusia atau diatas suhu 38 C, gangguan pernafasan seperti batuk, sesak nafas serta dengan gejala lainnya seperti gangguan tenggorokan, mual, dan pilek. Apabila gejala tersebut sudah dirasakan, maka perlu adanya karantina mandiri (self quarantine).
Penyebaran virus covid-19 menjadi penyebab angka kematian yang paling tinggi di berbagai negara dunia saat ini. Sudah banyak korban yang meninggal dunia. Bahkan banyak juga tenaga medis yang menjadi korban lalu meninggal.

Status kasus COVID-19 per 09 Mei 2020: 
  • Total kasus positif global: 3.939.119 (92.170 kasus baru dalam 24 jam terakhir)
  • Total kematian: 274.917 (5.333 kematian baru dalam 24 jam terakhir)
  • Total sembuh: 1.322.289 (36.450 kesembuhan baru dalam 24 jam terakhir)
Catatan kasus di Indonesia:
  • Kasus positif: 13.112
  • Kasus positif baru dalam 24 jam terakhir: 336
  • Total kematian (rasio kematian): 943 (7,2%)
  • Kematian baru dalam 24 jam terakhir: 13
  • Total sembuh (rasio sembuh): 2.494 (19,0%)
  • Jumlah pasien baru sembuh dalam 24 jam terakhir: 113
Sumber: Coronavirus Resource Center, Universitas John Hopkins

Pandemi covid 19 masih menjadi ancaman bagi kesehatan secara global, kemunculannya pada akhir tahun 2019 hingga saat ini terus memakan korban. Meskipun beberapa negara telah melewati masa puncak pandemi dan angka kasus baru telah melandai dan mulai menurun. Di negara lainnya, masih atau bahkan baru memulai puncak pandemi COVID-19 dengan data kasus baru yang tinggi. Total kasus positif COVID-19 yang telah menginjak angka 3,9 juta ini telah mewabah di 212 negara di dunia.

Kebijakan-kebijakan strategis telah diambil oleh pemerintah negara-negara di dunia, tidak terkecuali Indonesia untuk dapat menekan penyebaran virus corona dan mengatasi dampak-dampak yang timbul dari akibat virus.
Beberapa langkah tersebut antara lain menerapkan PSBB, menetapkan Work From Home, belajar di rumah (home learning), menyiapkan Rumah Sakit Darurat, Pembatasan angkutan umum, keharusan menggunakan masker, keharusan mencuci tangan sesering mungkin,  memberikan bantuan sosial kepada warga terdampak, dan yang terakhir adalah pelarangan mudik menjelang lebaran yang merupakan tradisi turun temurun di Indonesia.

Meluasnya pandemic covid 19 yang secara cepat dan masif sungguh sangat membuat dunia kalang kabut dan kewalahan dalam menghadapinya. Karena pola penyebaran virus ini sulit dideteksi  dan semua orang mempunyai potensi untuk menularkan virus ini, karena penyakit ini kadang ditularkan oleh Orang Tanpa Gejala (OTG) yang telah berinteraksi dengan orang yang terpapar virus. Penyakit ini memang tidak memandang strata sosial, pejabat tinggi atau rakyat biasa, ras, negara, bahkan agama, semua memiliki potensi yang sama terpapar.

Dampak dari pandemi Covid 19 :
  1.  Keramaian dan kesibukan yang semula terjadi di seluruh belahan dunia menjadi kesunyian yang merata.
  2.  Aktivitas sekolah dan perkantoran di rubah menjadi bekerja dan belajar di rumah.  ( Work from home / WFH) dan home learning.
  3. Perusahaan dan industri terpaksa berhenti sesaat dan beberapa berdampak lahirnya pemutusan hubungan kerja (PHK).
  4.  Pasar dan Mall ditutup untuk sementara waktu untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19, sehingga dunia perdagangan terasa mati suri.
  5.  Pertumbuhan ekonomi melambat dan berimbas kepada menurunya kemampuan ekonomi masyarakat khususnya masyarakat kalangan bawah.
  6.  Munculnya gangguan kejiwaan ringan karena ketakutan yang berlebihan akan terpapar virus corona. Seperti paranoid, phobia, obsesi compulsive dll.
  7. Bahkan aktivitas keagamaan yang sakral pun yang semula dilakukan di tempat ibadah dilaksanakan di rumah. Yang sedihnya adalah sholat tarawihpun dan sholat jum'at ditiadakan dulu selama pandemi. seumur hidup baru kali ini menaglami hal menyedihkan ini.
  8.  Yang pasti sebagai garda terdepan untuk melawan covid 19 adalah tenaga medis yang harus selalu siaga dan bekerja lebih keras dari biasanya serta memakai APD ( alat pelindung diri ) yang lengkap. Bukan hanya melakukan pengobatan dan perawatan kepada pasien tetapi juga harus melakukan protokoler yg sesuai SOP dalam menangani pasien covid 19 yang meninggal dunia.
  9. Social distancing ( pembatasan sosial ) dan physical distancing ( pembatasan fisik ).
  10.  Keharusan memakai masker jika keluar rumah dan selalu mencuci tangan sesering mungkin. Dan disarankan dirumah saja selama pandemi berlangsung.
  11. Pelarangan mudik disaat menjelang lebaran dimana merupakan tradisi turun temurun di Indonesia. Hal ini tentu saja membuat ramadhan dan lebaran tahun ini terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Dan masih banyak lagi dampak yang ditimbulkan dari munculnya pandemic covid 19 ini. Dunia seakan berjalan melambat. Perekonomian jatuh kelevel paling bawah. Rakyat kecil yang bergantung pada penghasilan harian serasa hancur.

Tetapi dibalik semua dampak yang cenderung negatif tersebut  sempatkanlah kita  melihat sisi positif dan hikmah dibalik semua kejadian pandemi ini. Bukankah ini semua terjadi atas seizin Allah sebagai teguran untuk manusia yang ada dibumi ini. Dan tidaklah sia-sia yang Allah izinkan dibumi ini semua ada maksud dan tujuannya. Adanya sebuah keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah karena Allah swt akan memberikan hikmah di dalamnya. Allah telah berfirman dalam kitab suci yang artinya : Tidak ada sesuatu yang sia-sia dari penciptaan Allah (QS 3: 191). Allah berkehendak atas segala sesuatu yang terjadi di bumi ataupun di langit, karena Dia adalah maha berkehendak (QS 85:16).
Yakinlah ada pelangi dibalik pandemi ini. Ada hikmah besar dibalik pandemi covid 19 ini. Pasti ada rencana Allah yang indah untuk kehidupan manusia yang akan datang. Inna maal usri yusro, wa inna maal usri yusro. Bersama kesulitan ada kemudahan dan bersama kesulitan ada kemudahan.


Hikmah dibalik pandemi covid 19 :
  1.   Kualitas udara membaik dan berkurangnya polusi udara. Berhentinya sebagian besar kegiatan industri mengurangi tingkat polusi udara. Bahkan, citra satelit mengungkapkan adanya penurunan yang signifikan terhadap tingkat global nitrogen dioksida (NO2), yakni gas yang dihasilkan dari mesin mobil dan pabrik manufaktur komersil yang menjadi penyebab buruknya kualitas udara di banyak kota besar. 
  2. Menurunnya emisi gas rumah kaca dan perbaikan lapisan Ozon. Sebagaimana dilansir dari Tehran Times, sejak awal 2020, banyak orang mengalami hal tak terduga. Untuk pertama kalinya secara berturut-turut, emisi gas rumah kaca, konsumsi bahan bakar fosil, lalu lintas udara, darat dan laut secara drastis telah menurun. Keadaan tersebut membuat emisi gas rumah kaca pada Maret 2020 menjadi sama kondisinya dengan 1990-an, yaitu 30 tahun yang lalu. Menurut Darvish, menurunnya pergerakan manusia di alam dan lingkungan luar ruangan secara signifikan mulai mengurangi jumlah polusi suara dan gempa bumi. Kompas (22 April 2020).
  3. Kedekatan dan keakraban keluarga semakin erat. Dalam kondisi biasa, anak-anak kurang mendapat perhatian orangtua karena kesibukan orangtua di luar rumah untuk mencari penghasilan/ berusaha. Namun dengan work from home, orang tua dapat menemani anak-anak dan bersama di rumah dalam waktu yang cukup lama.
  4. Kesadaran kebersihan masyarakat semakin membaik . Dengan lahirnya kesadaran mencuci tangan dan menerapkan pola hidup bersih, bijak pada saat batuk dan bersin serta adanya kerja bakti membersihkan rumah dan lingkungan serta penyemprotan disinfektan di lingkungan.
  5. Guru-guru menjadi akrab dengan teknologi untuk pembelajaran . Guru yang semula belum terbiasa menggunakan berbagai aplikasi dan beberapa tools untuk e-learning atau menggunakan gawai untuk pembelajaran maka sekarang hampir semua guru menjadi akrab menggunakan perangkat tersebut, ada yang menggunakan aplikasi dari Google, ada Zoom Cloud Meeting, web sekolah, WhatsApp group, email dan lain-lain. Tuntutan pelayanan dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama Belajar dari Rumah (BDR) maka guru mau tidak mau harus menggunakan TIK dalam pembelajaran. 
  6. Munculnya solidaritas sosial yang tumbuh di kalangan masyarakat. Kesadaran berbagi kepada yang membutuhkan muncul di berbagai komunitas dan masyarakat. Ada pesan yang menarik dari peristiwa ini, walaupun fisik berjauhan namun hati dan perhatian selalu dekat.
  7.  Kesadaran membantu para petugas kesehatan yang dilakukan oleh beberapa kalangan masyarakat karena adanya kesadaran bahwa para petugas kesehatan adalah garda penting dalam mengatasi dan menyembuhkan wabah covid-19. Bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD) yang semakin mahal harganya karena terbatasnya persediaan, bantuan masker serta hand sanitizer sampai kepada bantuan baerupa makanan dan minuman serta buah-buahan untuk mendukung stamina para petugas kesehatan. Kondisi ini baru terjadi saat adanya wabah virus corona ini, dan sebelumnya masyarakat sangat jarang membantu petugas kesehatan dalam kondisi normal. (Dr. Uswadin, M.Pd, Ketua IKA UNJ dan Ketua Bid. Pendidikan ISNU)
  8. Hikmah terbesar adalah bahwa manusia itu tidak punya kekuatan apa-apa. jika Allah berkehendak , maka terjadilah sesuai kehendakNya. Manusia dilarang sombong dimuka bumi ini. 

Banyak kejadian yang menyedihkan namun tidak sedikit juga yang memberikan kabar kegembiraan dan kebaikan bagi kehidupan manusia pada masa mendatang. Yang utama bagi kita semua sekarang adalah, tetap berpikir positif, menjaga kesehatan, menggunakan masker jika keluar, jaga jarak dan lebih baik di rumah (stay at home and keep health), serta peduli dengan masyarakat yang membutuhkan. Semoga kita semua dilindungi Allah. Dan semoga pandemi ini segera berakhir. Aamiin ya robbal alamiin.

Kamis, 16 Januari 2020

MANTAN TERINDAH…ADAKAH ??



MANTAN TERINDAH…ADAKAH ??



Oleh : Yuyung Riana, S.Psi


Membahas tentang mantan memang tidak akan pernah ada habisnya. So complicated. Karena semua perasaan dan emosi  bercampur menjadi satu dalam satu waktu yang bersamaan. Ada rasa senang, sedih, rindu, kecewa, benci , dan bahkan dendam. Berbagai cara dilakukan untuk bisa melupakan sang mantan. Bagaimana bisa melupakan hal yang tidak ingin dilupakan ? Bisakah melupakan begitu saja kenangan-kenangan yang terukir dimasa lalu ?. Karena semakin  berusaha dilupakan akan semakin sulit untuk melupakan, karena tanpa disadari semua hal yang ingin dilupakan itu akan mengendap dialam bawah sadar kita. Yang mungkin suatu saat nanti bisa menghadirkan rasa rindu terlepas dari hubungan yang sudah tidak bersama lagi. Jadi mungkin lebih tepatnya merelakan dan mengikhlaskan saja ya.

Sang mantan… bagaimanapun pahitnya kenangan tentangnya, tidak bisa dipungkiri bahwa dia pernah mengisi hari-hari indah kita dimasa lalu. Kita pernah berbahagia bersamanya. Walaupun saat ini sudah tidak bisa bersama dan tidak mungkin bersatu lagi.
Ada beberapa hal yang terjadi sampai akhirnya si ”dia” berubah predikat menjadi “ mantan” dalam hidup kita.
1.      Berpisah karena sebuah pengkhianatan.
2.      Berpisah karena tidak direstui orang tua dan keluarga.
3.      Berpisah karena perbedaan keyakinan.
4.      Berpisah karena tidak ada kecocokan dalam visi dan misi hidup.
5.      Berpisah karena ditinggal jauh, keluar kota bahkan keluar negeri. Sehingga tidak sanggup menjalani LDR.
6.      Berpisah karena tidak ada kecocokan sifat dan karakter.
7.      Berpisah karena dijodohkan orang tua.
8.      Berpisah karena kesalahpahaman.
9.      Berpisah karena rasa ketidaknyaman psikologis dan selalu tertekan.
10.  Berpisah karena alasan tidak jelas. Tidak ada kepastian tentang perasaan masing-masing. Jadi harus mengakhiri apa yang belum dimulai. Ada “rasa” yang belum diselesai. Jadi hilang begitu saja tanpa ada penjelasan. Sangat Absurd.

Masih banyak lagi sebenarnya alasan-alasan lain yang bersifat personal dan sangat subyektif tentang putusnya sebuah hubungan dengan sang mantan. Yang pasti semua berakhir dengan perpisahan.

Lalu adakah mantan terindah ?
Nah, kalau tipe mantan yang seperti ini tentu saja akan sering membuat merindu. Sebab perasaan itu yang sejatinya masih mengakar pada sosoknya. Terlepas dari alasan mengapa hubungan itu harus diakhiri, tetap tak bisa dipungkiri bahwa dia memiliki tempat khusus di dalam hati yang masih tak tergantikan oleh siapapun.
Termasuk apakah jalinan rasa itu berharap untuk dapat kembali dirajut ataukah memang kesepakatan keduanya untuk menuntaskan kisah yang tak mungkin terulang kembali. Intinya, dia akan menjadi sosok yang begitu dirindukan sebab rasa yang masih tertinggal, perjuangan untuk bersama, bahkan hingga keputusan untuk berpisah. Ibarat seperti 'masih ada hati tapi harus usai sampai disini'.
Entah mantan kekasih ataupun mantan gebetan, tipe yang seperti ini tentu wajar menghadirkan resah di hati  saat ini. Akan tetapi, cobalah cerna dari sudut pandang yang lebih majemuk. Jika kalian memang berjodoh maka kalian akan tetap bersama. Namun apabila sebaliknya, berpikir lapanglah bahwa memang mantan itulah yang selama ini ditakdirkan untuk singgah saja dalam hidup kita sesaat bukan untuk selamanya. Hiks. L

Ada  banyak sekali orang yang datang dan pergi dalam hidup kita. Dan itu sangat wajar. Orang-orang yang baik memberi kita “kebahagiaan”.
Orang-orang yang buruk memberikan kita “pengalaman “.
Orang-orang yang jahat memberikan kita “pelajaran”.
Orang-orang yang kita cintai dimasa lalu memberikan kita “kenangan”.

Ada orang-orang yang hadir dalam hidup kita hanya sesaat dan ada yang untuk selamanya. Ada yang hadir untuk menetap di hati saja tapi tidak untuk menetap di hidup kita.
Ada yang bilang “ Buanglah mantan pada tempatnya “.
Duh segitunya yaa…mereka lupa bagaimanapun sang mantan pernah menjadi orang yang special dihati kita dan memberikan hal-hal yang indah sekalipun akhirnya pahit.  
Berdamailah dengan masa lalu, baik pahit ataupun manis. Semuanya untuk ketenangan psikologis kita. Justru kepahitan dan kekecewaan  dimasa lalu itulah yang mengantarkan kita saat ini menjadi pribadi yang matang, dewasa dan tangguh akan berbagai macam kesulitan hidup. So mestinya kita sangat berterimakasih dengan masa lalu yaa.
Be wise ! be mature ! Grow up !.

Lalu bagaimana jika sang mantan tiba-tiba muncul begitu saja setelah bertahun-tahun menghilang dan tidak ada kabar beritanya ?
Wah… hal ini tentu saja membuat kita feel amazed  yaa. Yang membuat kita berada di persimpangan hati. Semua perasaan pasti berkecamuk dihati.  Apalagi jika ternyata kondisi saat ini masing-masing sudah mempunyai pasangan. Ya mungkin saja rasa rindulah yang membawa sang mantan hadir tiba-tiba setelah berpuluh-puluh tahun menghilang. Mungkin saja sang mantan memastikan bahwa kita baik-baik saja dan bahagia. Itu saja dan tidak lebih. Dan saat moment itu muncul, hanya kekuatan “waktu” yang akan berbicara. Apakah dengan munculnya sang mantan , perasaan kita datar, cuek dan apatis. Ataukah justru sebaliknya….ternyata waktu tidak merubah apapun. Setelah bertahun-tahun menghilang rasa itu tetap sama dan tidak ada yang berubah walaupun sudah melewati moment pahit sekalipun. Dan kita baru tersadar ternyata kekuatan cinta bisa mengalahkan waktu yang  sombong..
So…semua kembali kepada hati dan komitmen masing-masing. Jaga hati dan iman. Jangan tergoda dengan rayuan setan yang berkedok masa lalu. Ada hati yang harus kita jaga. Ada komitmen yang harus kita hargai dan hormati. Tidaklah mungkin mempertaruhkan kehidupan kita sekarang hanya untuk romansa dejavu sesaat yang mungkin akan segera menghilang.
Bagaimanapun masa lalu adalah tempat yang indah untuk disinggahi saja tetapi bukan tempat yang tepat untuk menetap dan tinggal. Just move on guys.

Jadi mantan terindah itu sepertinya tidak ada.
Kalau terindah tidak akan jadi mantan tetapi jadi manten. J