KISAH
PERJALANAN UMROH +
CITY TOUR KE HONGKONG
( 06 MARET 2013 – 15 MARET 2015 )
( PART 2 )
CITY TOUR KE HONGKONG
( 06 MARET 2013 – 15 MARET 2015 )
( PART 2 )
KAMIS, 07 MARET 2013
HONGKONG – JEDDAH – MADINAH
Setelah
menunggu kurang lebih 2 jam di bandara Chek Lap Kok, Hongkong, kami
berangkat menuju Jeddah melalui perjalanan udara. Kami menaiki
pesawat Cathay Pacific CX 745. Kami berangkat pukul 01.15 dini hari
waktu Hongkong. Setelah selama kurang lebih 6 jam perjalanan, pesawat
kami mendarat di Dubai sekitar pukul 07.00 pagi waktu Dubai, untuk
sekedar transit. Setelah kurang lebih 1 jam di bandara Dubai, kami
melanjutkan perjalanan udara kembali menuju Jeddah.
Perjalanan
dari Dubai ke Jeddah ditempuh selama kurang lebih 2 jam lewat
perjalanan udara. Alhamdulilah kami mendarat di Bandara King Abdul
Aziz, Jeddah pukul 10.15 waktu Jeddah dengan lancar. Bandara King
Abdul Aziz , Jeddah sangat berbeda dengan Bandara di Hongkong.
Begitu turun dari pesawat kami dijemput bis bandara untuk menuju ke
bandara King Abdul Aziz. Kira-kira perjalanan ditempuh selama kurang
lebih 5 menit. Cuaca panas mulai terasa di Jeddah ini.
Bandara King Abdul Aziz, Jeddah |
Setelah
melalui proses imigrasi di Bandara King Abdul Aziz, kami melanjutkan
perjalanan menuju ke Kota Madinah melalui perjalanan darat. Kita
menggunakan bus pariwisata yang ber AC, sehingga cuaca panas diluar
tidak terasa. Sepanjang perjalanan menuju Kota Madinah, sejauh mata
memandang , kanan-kiri kami hanya hamparan gunung-gunung bebatuan
yang tandus. Kami juga melihat beberapa onta yang berada di hamparan
gunung batu tersebut. Sangat terasa sekali nuansa Timur Tengahnya..
Sepanjang perjalanan menuju Madinah kami perbanyak membaca sholawat
nabi, karena kami akan mengunjungi kota Nabi Muhammad SAW, rasanya
sudah tidak sabar untuk menuju Kota Madinah.
Yang
membuat hati saya bergetar adalah, sepanjang jalan gunung-gunung
bebatuan itu, setiap jarak kurang lebih beberapa meter ada semacam
rambu-rambu yang bertuliskan SUBHANALLAH dalam tulisan arab. Trus
selang beberapa meter lagi ada lagi rambu yang bertuliskan ALLAHU
AKBAR, begitu seterusnya. Subhanallah........tidak bisa dilukiskan
dengan kata-kata indahnya perjalanan ini. Terima kasih ya Allah saya
bisa menikmati perjalanan yang indah ini.
Perjalanan Menuju Madinah |
Ditengah-tengah
perjalanan , bus kami berhenti disuatu tempat untuk istirahat
beberapa saat. Memberi kesempatan untuk yang pergi ke toilet, membeli
makanan & minuman dsb. Cuaca masih terasa sangat panas dan
terik. Lalu kami melanjutkan perjalanan kembali. Perjalanan darat
dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah menuju Madinah ditempuh selama
kurang lebih 5 jam.
Akhirnya
tiba juga kami di Kota Madinah al Munawwaroh sekitar jam 5 sore waktu
Madinah. Alhamdulilah....perjalanannya sangat lancar. Kami langsung
check-in di hotel. Kami menginap di Hotel Durrat Al Andalus. Hanya
berjarak sekitar kurang lebih 100 meter dari Masjid Nabawi. Setelah
pembagian kunci kamar kami langsung menuju kamar hotel. Kami mendapat
kamar di lantai 8. Tepatnya di kamar nomor 817. Kami menempati
ruangan kamar yang berisi 4 orang. Sengaja kami memilih yang sekamar
4 orang. Agar kita punya teman berbagi dan tidak tertinggal informasi
pastinya. Kami berdua sekamar dengan pasangan suami istri dari
Jombang. Beliau adalah Pak Achmad Fanani & Mbak Maisarah. Mereka
berdua adalah dosen di UNIPDU Jombang. Mereka berdua seumuran dengan
kami dan ternyata mereka pasangan pengantin baru lho....hehehe.
Ya...mereka berdua sangat baik sekali. Kami bersyukur sekali mendapat
temen sekamar yang baik dan pengertian. Sehingga kita bisa menjalani
ibadah dengan nyaman, tenang dan lebih khusyuk tentunya. Apalagi Pak
Fanani sudah pernah menjalankan ibadah haji, sehingga kami sering
sekali mendapat nasehat dan share dengan beliau. Alhamdulilah banget.
Ini bener-bener kebetulan yang bukan kebetulan deh. Maksudnya pasti
semua ini atas seijin Allah , kami dipertemukan dengan orang yang baik
pula.
Bersama teman sekamar, Bp. Fanani & Mb. Maisarah |
Di depan Hotel Durrat Al Andalus, Madinah |
Di depan Hotel Durat Al- Andalus, Madinah |
Di depan Hotel Durrat Al- Andalus, Madinah |
Masjid
Nabawi, Madinah
Setelah
membersihkan diri dan istirahat sejenak di hotel, kami
berbondong-bondong menuju Masjid Nabawi untuk menunaikan ibadah
sholat maghrib berjamaah. Subhanalllah....suara adzan yang
berkumandang sangat indah dan merdu sekali. Benar-benar menggetarkan
hati bagi siapapun yang mendengarnya. Kami bersama beribu-ribu jamaah
dari berbagai belahan dunia berbondong-bondong menuju masjid ,
benar-benar pemandangan yang membuat hati tenang dan damai. Sejak
keluar hotel sampai masuk ke pelataran masjid , di kanan – kiri
kami banyak sekali pedagang yang berjualan berbagai macam barang. Ada
kerudung, tasbih, baju muslim, tas , perhiasan dan masih banyak lagi
deh, seperti pasar gitu lah. Tapi yang luar biasa adalah walaupun
sedang berjualan, ketika mendengar adzan berkumandang, semua
aktivitas jual – beli langsung berhenti dan semuanya langsung
berbondong menuju masjid dengan barang dagangan yang masih ada di
sepanjang jalan , tidak di beresin terlebih dahulu.
Subhanalalh...sama sekali para penjual-penjual itu gak khawatir
barang dagangannya hilang atau dicuri.. Subhanallah.
Saat
pertama kali memasuki Masjid Nabawi, Madinah ini...... hati terasa
tenang dan damai. Tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata rasanya.
Saya merasa bersyukur ya Allah bisa diberi kesempatan untuk sholat di
Masjid Nabawi ini yang konon bila sholat disana pahalanya berlipat
1.000 kali lipat. Masya Allah..... .Keutamaannya
dinyatakan oleh Nabi saw., sebagaimana diterima dari Jabir ra. (yang
artinya):
- "Satu kali shalat di masjidku ini, lebih besar pahalanya dari seribu kali salat di masjid yang lain, kecuali di Masjidil Haram. Dan satu kali salat di Masjidil Haram lebih utama dari seratus ribu kali salat di masjid lainnya." (Riwayat Ahmad, dengan sanad yang sah)
Masjid Nabawi, adalah salah satu masjid terpenting yang
terdapat di Kota Madinah, Arab Saudi karena dibangun oleh Nabi
Muhammad SAW dan menjadi tempat makam beliau dan para sahabatnya.
Masjid ini merupakan salah satu masjid yang utama bagi umat muslim
setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjidil Aqsa di Yerusalem.
Masjid ini juga merupakan Masjid terbesar ke-2 di dunia, setelah
Masjidil Haram di Mekkah.
Kubah Di Masjid Nabawi yang bisa terbuka otomatis |
Payung-Payung Di Masjid Nabawi yang akan terbuka otomatis |
Masjid Nabawi, Madinah |
Masjid Nabawi, Madinah |
Salah Satu Pintu di Masjid Nabawi, Madinah |
Di dalam Masjid Nabawi, Madinah |
Di Dalam Masjid Nabawi, Madinah |
Setelah sholat maghrib berjamaah, kami beserta rombongan berkumpul untuk selanjutnya berziarah ke Makam Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar as Shiddiq, Umar bin Khattab lalu ke makam Baqi'. Lokasi makam Nabi Muhammad SAW masih dalam area Masjid Nabawi. Kami berkumpul di depan pintu 25. Setelah kumpul semua, kami berjalan menyusuri Masjid Nabawi menuju makam Nabi yang berada dibawah kubah masjid yang berwarna hijau. Ya Allah...saat berdoa didepan makam nabi , tak terasa air mata saya terjatuh begitu saja. Ada getaran hebat yang saya rasakan. Bayangkan saja, saat itu saya benar-benar berada didepan makam Nabi Muhammad SAW dan para sahabat Nabi. Rasa bersyukur saya tiada henti-hentinya kepada Allah SWT yang meridhoi saya berada di tempat suci ini.
![]() |
Makam Nabi Muhammad SAW berada tepat dibawah Kubah Hijau |
Setelah
berziarah ke makam Nabi Muhammad, kami masuk kedalam Masjid lagi
untuk Sholat Isya' berjamaah. Di Masjid Nabawi jamaah laki-laki dan
perempuan dipisah sehingga penataan sangat tertib. Dan ketika
memasuki masjid, ada petugas wanita yang memeriksa tas kita.
Alhamdulilah kita boleh masuk. ( karena ternyata ada juga yang tidak
boleh masuk lho ). Ada hal baru buat saya saat sholat Isya' di Masjid
Nabawi ini. Karena saya melihat banyak sekali ibu-ibu yang sholat
dengan membawa bayi dan balita. Sehingga saat sholat berlangsung,
banyak bayi dan balita yang menangis bersahut-sahutan karena ibu
mereka pada sholat semua. Kan bayi seusia segitu masih lengket dengan
ibunya.
Sehabis
sholat Isya' , saya sempatkan untuk minum air zam-zam yang berada di
dalam area masjid. Penataan galon-galonnya juga rapi dan selalu
bersih, karena selalu ada petugas yang mengepel lantainya. Kami bisa
minum sepuasnya dan yang penting juga boleh isi ulang kok. Saya
membawa botol kosong yang siap untuk diisi ulang.
Hehehehe....Wah....Air zam-zam ini luar biasa segarnya. Badan jadi
fresh kembali setelah diterpa perjalanan jauh yang panjang dan
melelahkan.
Setelah
sholat Isya' kami kembali menuju hotel. Wah...sepanjang perjalanan
menuju hotel yang hanya berjarak kurang lebih 100 meter itu, kami
terkesima dengan para penjual disana deh. Ada yang menjajakan
dagangannya dengan melemparkan dagangannya keatas, seperti penjual
kerudung yang lokasinya tepat di depan pintu keluar Masjid Nabawi
ini. Hehehhe....ada-ada saja. Yaa...lumayanlah bisa cuci mata juga.
![]() |
Salah satu pedagang di Madinah yang piawai menarik para pembeli |
Sesampai
di hotel kami langsung menuju ruang makan untuk makan malam.
Wah...menu makannnya cocok deh. Abis kebanyakan banyak jamaah
Indonesia yang disana, jadi menunya juga Indonesia banget deh. Abis
makan malam kita ngopi sebentar trus kembali ke kamar hotel.
Eh....setelah itu kami turun lagi kebawah untuk jalan-jalan sebentar
sambil menikmati udara malam Kota Madinah ini. Udara malam hari di
Kota Madinah ini sangat dingin menusuk tulang lho. Sementara siangnya
luamayan panas juga. Jadi harus pandai jaga kesehatan ini.
JUM'AT,
08 MARET 2013
MADINAH
Kami bangun jam 2 malam. Tidur kurang lebih hanya 2 jam
saja. Kita langsung bersiap-siap ke Masjid Nabawi untuk sholat
tahajud. Dari hotel kami, sayup-sayup terdengar suara adzan yang
lagi-lagi merdu dan indah sekali. Sangat memenangkan hati. Saya juga
terheran, kok jam segini sudah adzan ya. Kata Pak Fanani teman
sekamar kami , memang sebelum adzan Shubuh ada adzan juga , biasanya
adzan panggilan untuk sholat malam atau sholat tahajud. Ohhh......!!
Di Masjid Nabawi kami puas-puaskan untuk Ber- i'tikaf,
baca Al- Qur'an, sholat tahajud, dan sholat-sholat sunnah lainnya
sambil menunggu waktu masuk Shubuh. Suasananya sungguh menenangkan.
Rasanya tak ada tempat yang setenang ini sebelumnya yang saya
rasakan. Benar-benar lupa semua urusan duniawi. Saya dan Mbak Mai,
teman sekamar seya mengambil tempat yang paling depan. Di dalam
Masjid Nabawi sudah disediakan Al- Quran untuk dibaca, jadi meskipun
nggak bawa Al Qur'an, kita bisa membaca Al Qur'an dari tempat yang
sudah disediakan.
Setelah sholat Shubuh, saat kami melewati pelataran
Masjid Nabawi, saat itu pula payung-payung besar yang menaungi
pelataran masjid terbuka secara otomatis. Saya langsung mengabadikan
moment indah itu. WOW......luar biasa. Saya jadi terpana melihat
payung-payung besar itu terbuka dengan indahnya.. Saya menikmati
moment itu hingga payung – payung tersebut terbuka semuanya.
Wah....pelataran masjid jadi terasa adem dengan payung-payung yang
menaunginya. Sangat indah.....Masya Allah....
Pelataran Masjid Nabawi, Madinah |
Pelataran Masjid Nabawi Madinah |
Setelah
itu kami menuju hotel untuk makan pagi bersama. Lalu jadwal
berikutnya kami serombongan mengikuti ziarah seputar Kota Madinah
dengan menggunakan bus ber AC dengan dipandu pembimbing kami.
Masjid
Quba, Madinah
Tujuan
pertama adalah ke Masjid Quba. Masjid Quba
adalah masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah SAW pada tahun 1
Hijriyah atau 622 Masehi di Quba, sekitar 5
km di sebelah tenggara kota Madinah. Dalam Al Qur'an disebutkan
bahwa masjid Quba adalah mesjid yang dibangun atas dasar takwa
( Surat At – Taubah : 108 ).
Masjid ini memiliki 19 pintu. Dari 19 pintu itu terdapat
tiga pintu utama dan 16 pintu. Tiga pintu utama berdaun pintu besar
dan ini menjadi tempat masuk para jamaah ke dalam masjid. Dua pintu
diperuntukkan untuk masuk para jamaah laki-laki sedangkan satu pintu
lainnya sebagai pintu masuk jamaah perempuan. Diseberang ruang utama
mesjid, terdapat ruangan yang dijadikan tempat belajar mengajar.
Oh
ya, Sebelum berangkat ke Masjid Quba, kami sudah berwudhu dari kamar
hotel kami masing-masing. Karena jika kita berhasil sholat di Masjid
Quba dengan menjaga wudhu dari tempat kita menginap dan tidak batal
wudhunya, maka pahalanya sama dengan melaksanakan satu kali umroh.
Dan alhamdulilah saya berhasil menjaga wudhu saya tidak batal ,
sehingga kami langsung sholat di Masjid Quba. Dalilnya adalah sbb :
“Barangsiapa
yang bersuci dari rumahnya kemudian ia datang ke Masjid Quba lalu
shalat di dalamnya maka baginya seperti pahala umrah.” (HR.
an-Nasai dan Ibnu Majah).
![]() |
Masjid Quba, Madinah |
Masjid
Qiblatain & Masjid Sab'ah / Khandaq.
Perjalanan
berikutnya adalah Masjid Qiblatain & Masjid Sab'ah / Khandaq.
Tetapi kami tidak turun dari bus hanya mampir sebentar saja dan
mengambil gambar dari bus , karena waktu yang terbatas sementara
masih banyak tempat-tempat yang lain yang harus dikunjungi.
Masjid
Qiblatain (artinya: masjid dua kiblat) adalah salah satu masjid
terkenal di Madinah Masjid ini mula-mula dikenal dengan nama Masjid
Bani Salamah, karena masjid ini dibangun di atas bekas rumah Bani
Salamah. Letaknya di tepi jalan menuju kampus Universitas Madinah di
dekat Istana Raja ke jurusan Wadi Aqiq atau di atas sebuah bukit
kecil di utara Harrah Wabrah, Madinah.
![]() |
Masjid Qiblatain, Madinah |
Jabal
Uhud
Tujuan
berikutnya adalah kami mengunjungi Jabal Uhud. Jabal Uhud, adalah
tempat terjadinya pertempuran Uhud. Pertempuran
Uhud adalah pertempuran yang pecah
antara kaum muslimin dan kaum kafir Quraisy pada tanggal 22 Maret 625
M ( 7 Syawal 3 H). Pertempuran ini terjadi kurang lebih setahun
lebih seminggu setelah Pertempuran Badr. Tentara Islam berjumlah 700
orang sedangkan tentara kafir berjumlah 3.000 orang. Tentara Islam
dipimpin langsung oleh Rasulullah sedangkan tentara kafir dipimpin
oleh Abu Sufyan. Disebut Pertempuran Uhud karena terjadi di dekat
bukit Uhud yang terletak 4 mil dari Masjid Nabawi dan mempunyai
ketinggian 1000 kaki dari permukaan tanah dengan panjang 5 mil.
Saat
masuk di Jabal Uhud, disana ada peta tentang jalannya pertempuran
Uhud yang dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad. Kami mendengarkan
penjelasan dari pembimbing kami tentang pertempuran Uhud melalui peta
yang ada di sana. Wow.....luar biasa perjuangan umat Islam waktu itu
ya. Para Syuhada – syuhada yang gugur saat pertempuran itu
dimakamkan disana juga.
Jabal Uhud, Madinah |
Jabal Uhud, Madinah |
Jabal Uhud, Madinah |
Jabal Uhud, Madinah |
Jabal Uhud, Madinah |
Kebun
dan Pasar Kurma
Perjalanan
kami selanjutnya adalah mengunjungi kebun dan pasar kurma. Disana
kami boleh menikmati makanan yang ada disana....Halal !! Tapi kalau
mau dibawa pulang harus beli lah. Di Kebun kurma juga disediakan
minuman yang kita bisa ambil sendiri dan gratis lho. Ada jus kurma
dan teh hangat. Wah.....sangat nikmat dinikmati disana. Kami
berbelanja beberapa kurma, coklat, dan camilan lainnya untuk
oleh-oleh sanak famili di rumah.
Kebun Kurma, Madinah |
Kebun Kurma, Madinah |
![]() |
Pasar Kurma, Madinah |
![]() |
Pasar Kurma, Madinah |
![]() |
Pasar Kurma, Madinah |
Setelah
berkeliling kota Madinah , kita saatnya kembali ke hotel, karena jam
sudah mendekati waktu Sholat Dhuhur.. Apalagi, hari itu Hari Jum'at.
Jadi kita bisa menunaikan Sholat Jum'at di Masjid Nabawi.
Alhamdulilah. Kita kaum perempuan juga sekalian ikut Sholat Jum'at
disana. Wah......sholat Jum'at di Masjid Nabawi waktu itu sangat
penuh sekali. Tapi Alhamdulilah saya berhasil mendapat tempat di
dalam masjid, tidak di pelatarannya. Saya memang usahakan selalu
mendapat tempat di dalam masjid. Karena merasa lebih tenang dan damai
aja.
Begitulah,
hari – hari disana benar-benar saya menfaatkan untuk maksimal
beribadah. Shalat Ashar, Sholat Maghrib dan Isya' berjamaah terus di
Masjid Nabawi. Kami juga sesekali berkomunikasi dengan jamaah dari
negara lain. Kami senang berkenalan dengan umat muslim dari belahan
dunia lainnya. Kami mengobrol dari jamaah asal Pakistan, Libya,
Malaysia, dan tentunya dengan jamaah asal Madinah sendiri. Rata-rata
mereka suka dengan keramahan orang Indonesia lho. Wah...hal ini harus
dijaga.
Berpose dengan jamaah asal Libya |
Berpose dengan jamaah asal Pakistan |
Satu
hal lagi yang membuat saya takjub adalah, banyak pedagang-pedagang di
Madinah ini bisa berbahasa Indonesia. Mereka sangat mahir menawarkan
dagangan mereka dengan Bahasa Indonesia. Bahkan tawar menawarpun ,
mereka juga mahir lho berbahasa Indonesia. Bahkan juga ada beberapa
yang menerima pembayaran menggunakan mata uang Indonesia. Rupiah.
Wah...salut deh !
(
Bersambung ke Part 3 …................... )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar