Jumat, 18 September 2015

TAK ADA GADING YANG TAK RETAK



TAK ADA GADING YANG TAK RETAK

Oleh : Yuyung Riana

 

“ Tak ada gading yang tak retak “….mungkin kita pernah mendengar kalimat perumpamaan ini bukan.  Tak ada gading yang tak retak adalah salah satu peribahasa Indonesia yang cukup populer dan sering kita jumpai. Biasanya dipergunakan untuk menggambarkan suatu kenyataan bahwa tak ada sesuatu yang sempurna di dunia ini.
Dalam hidup ini, kita pasti sering menjumpai hal-hal yang tidak sempurna . Lihatlah  sekeliling kita. Jika kita amati lebih mendalam, ada banyak hal yang tak luput dari kata “ Sayang yaa…. “.
Contohnya saja, Ada sebuah keluarga kaya raya, semua penuh keberlimpahan, mempunyai 2 anak laki-laki dan perempuan, kedua orang tuanya mempunyai karir yang bagus. Terlihat sempurna bukan ? Tetapi “ Sayang yaa….” .akhirnya keluarga itu berantakan dan  berpisah karena hadirnya orang ketiga yaitu Perselingkuhan .
Ada lagi sebuah keluarga yang harmonis, mempunyai banyak anak yang patuh dan penurut, tetapi  “ Sayang yaa…. “, mereka tidak beruntung dalam segi ekonomi yang pas-pasan bahkan cenderung kekurangan. Sehingga anak-anak mereka cenderung kurang mendapatkan pendidikan yang layak dan hidup serba kekurangan.
Ada lagi seorang manager yang sukses, karir bagus dan mapan, Tetapi “ Sayang yaa…. “ masih membujang dan  belum ada niat untuk berkeluarga di usia yang sudah menginjak 40 tahun.
Ada juga sebuah keluarga  yang serba berkecukupan serta berkelimpahan  dan penuh kasih sayang dan harmonis, tetapi “ Sayang yaa…. “ mereka belum dikarunia buah hati di usia pernikahan yang sudah 10 tahun. Sementara itu sebaliknya, ironisnya banyak sekali kehamilan diluar nikah yang tidak dikehendaki karena kondisi yang belum siap dan matang baik secara mental dan materi. Yang tragisnya banyak terjadi aborsi di kalangan remaja.
Ada juga seorang yang mempunyai karir bagus dan sempurna dimata kolega dan rekan bisnisnya, tetapi “ Sayang yaa…. “ dia tidak bisa memciptakan hal yang sama dalam keluarganya. Anak-anaknya tidak tumbuh dengan baik karena tak ada perhatian dan kasih sayang yang maksimal. Mereka terlibat narkoba, tawuran antar pelajar dan lain sebagainya. Sangat ironis.
Yah itu faktanya. Masih banyak lagi hal-hal serupa yang terjadi dalam kehidupan yang intinya sama, yaitu tak ada yang sempurna dalam hidup ini. Hal ini agar kita sadar diri dan selalu mengingat Allah yang maha sempurna. Kita hanyalah seorang hamba yang tidak sempurna , tempatnya kesalahan dan khilaf. Tetapi memang tidaklah pantas kita bersembunyi dibalik kata “ tidak sempurna “ itu dengan bebas melakukan semaunya karena terkesan seperti “ dimaklumi”. Bukankah “ ketidaksempurnaan” itu yang menjadikan “ manusia itu sempurna sebagai manusia “. Dan hanya Allah lah yang maha sempurna.
Percayalah…..ketidaksempurnaan itu justru bentuk Ar-Rahman dan Ar-Rahman Allah kepada hambaNya agar kita menjadi pribadi yang bersyukur atas nikmat yang lain. Bukankah setiap kita dikurangkan di satu sisi, kita akan dilebihkan di sisi yang lain. Bisa saja kekurangan kita menjadi kelebihan buat orang lain. Pun sebaliknya, kelebihan yang kita miliki, merupakan kekurangan buat orang lain. Dan sisi indahnya adalah, semua itu tidak akan tertukar. Semua sudah pas sesuai takaran diri kita. Tidak mungkin kita diberi ujian dan cobaan diluar kemampuan kita. Masya Allah…..andai kita menyadari betapa indahnya Allah mengatur semua ini. “ Maka nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan “
Manusia memang tak ada yang sempurna, tetapi manusialah ciptaan Allah yang paling sempurna. So syukurilah hal itu. “ Tak ada gading yang tak retak.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar